[Rabu Review] Koentjoep Lajoe oleh Belladonna Tossici

Koentjoep Lajoe

Judul: Koentjoep Lajoe

Ditulis oleh: Belladonna Tossici

Jumlah bab: 8

Status: Masih Berlanjut

Kategori: Novel

“Bau berjenis-jenis kopi sudah biasa meyambutku jika masuk kemari.” -Sumarah

Genre historical fiction atau fiksi sejarah adalah genre yang mengambil plot dalam setting di masa lampau. Esensi mendasar pada genre ini biasanya terletak di deskripsi keadaan pada masa lampau, kondisi ekonomi sosial, bahkan mungkin saja status sosial yang berbeda untuk lelaki dan perempuan pada zaman tersebut.

Salah satu tantangan dari genre ini adalah kritik tentang kebenaran karena biasanya, penulis yang menulis cerita berjenis historical fiction mengambil ide atau terinspirasi dari kejadian-kejadian nyata pada dahulu kala. Penulis akan ditantang untuk mengeksplorasi fakta yang ada, tokoh-tokoh berpengaruh pada masa itu dan juga keakuratan peristiwanya—apa pun yang melatarbelakangi kisah yang ditulis.

Salah satu cerita dengan genre historical fiction yang cukup sukses adalah Memoirs of A Geisha oleh Arthur Golden, pun sudah diangkat ke layar lebar. Meski cukup memuaskan, toh novel dan film ini pun menuai kritik juga kontroversi. Singkatnya, genre historical fiction memang salah satu jenis yang sangat menantang karena selain harus dikemas menarik, juga wajib dibungkus dengan cermat dan cerdas.

Koentjoep Lajoe, adalah salah satu novel ringan namun sarat dan berani mengambil setting Indonesia pada zaman penjajahan Belanda, dahulu. Cerita yang ditulis oleh Belladonna Tossici ini berkisah tentang seorang perempuan Jawa, ayu lagi penurut bernama Sumarah yang rupa-rupanya dicinta oleh Johann, Londo tak keparat yang cukup baik pada kaum pribumi. Kisah cinta mereka cukup manis namun berkonflik tak hanya karena perbedaan ras namun juga terhalang oleh kemenangan Nederland dan campur tangan Nippon di Tanah Air.

Novel dengan delapan bab ini asyik untuk dibaca—meski disarankan bagi pembaca berusia 18 tahun ke atas karena isu dan beberapa adegan yang hanya pantas bagi usia tersebut—dan tidak terasa berat dengan bumbu-bumbu sejarah negeri kala itu.

Ide cerita romansanya menarik, tentang gundik alias simpanan sebagai tokoh utama. Sementara mungkin banyak penulis akan memilih tokoh perempuan baik-baik, Belladonna merengkuh tokoh kontroversial sebagai lakon inti. Penokohannya pun cukup matang. Sumarah dengan unggah-ungguh wanita Jawa, Johann dengan keberanian dan kebaikan sebagai orang asing.

Gaya penulisannya pun nikmat untuk diikuti. Minim typo, meski ada beberapa penempatan kata sambung yang kurang nyaman, namun tertutupi dengan alur cerita yang dikemas apik. Latar Indonesia pada sekitar tahun 1942 pun membuat kisah ini semakin menawan karena pembaca jadi membayangkan Tanah Jawa pada zaman wanita-wanita berkain jarik dan berkebaya, lalu lalang di antara para Londo. Latar digambarkan dengan cukup detail dan informatif.

Penggunaan bahasa Jawa, bahasa Belanda dan Jepang cukup baik dan terarah. Pembaca mendapat wawasan menarik sembari membaca cerita dan tentunya, diharapkan bagian-bagian ini masih terus ada hingga akhir kisah. Penulis pun menyuguhkan sudut pandang penilaian terhadap bangsa Belanda yang kala itu dipandang sebagai bangsa penjajah lewat mata Sumarah, bagaimana sebenarnya manusia tidak bisa disamaratakan dan betapa keinginan menyelamatkan terkadang harus dilakukan lewat cara yang buruk.

Koentjoep Lajoe, novel dengan bab-bab padat berisi, gemulai namun tidak berlebihan. Sebuah cerita yang cocok bagi para pembaca yang menginginkan kisah penuh gairah dan gelora. Silakan baca 8 bab yang sudah terbit di https://www.storial.co/book/koentjoep-lajoe

image

Rabu, 31 Januari 2018

Pengulas: Nofrianti Eka Pratiwi (nekapratiwi27)

[Rabu Review] It’s Horror Time oleh Yamashita, dkk.

It’s Horror Time

Judul: It’s Horror Time

Ditulis oleh: Yamashita, dkk.

Jumlah bab: 13

Kategori: Horor

Status: Masih Berlanjut

“Kami memang bersekutu dengan setan. Kami akan tetap hidup sepajang meminum darah manusia.” (dikutip dari cerpen berjudul Warung di Perempatan)

It’s Horror Time adalah buku yang berisi kumpulan cerpen bergenre horor dan thriller. Tiap babnya berisi cerpen yang sanggup membuat pembaca merinding. Mulai dari cerita tentang hantu, mitos, sampai pembunuhan. Meskipun setiap cerpennya ditulis dengan singkat namun kengerian yang berusaha penulis sampaikan akan terasa kepada pembaca. Dengan jumlah kata yang singkat inilah penulis selalu menyimpan twist di akhir yang membuat pembaca tercengang.

Salah satu cerpen terbaik dalam buku It’s Horror Time yang berjudul Warung di Perempatan yang ditulis oleh Tri Mulyati menceritakan tentang seorang penjual bakso yang memiliki seorang saingan bernama Pak Dullah. Akhir-akhir ini bakso yang dijualnya tidak laku karena warung bakso Pak Dullah menjual bakso yang lebih enak dan harganya lebih murah. Ia pun menyewa mata-mata untuk mencari tahu rahasia apa yang pak Dullah sembunyikan hingga warung baksonya laris manis. Penasaran dengan bahan dasar bakso yang pak Dullah jual, ia pun menyelidiki sendiri rahasia dibalik kesuksesan Pak Dullah. Tak disangka-sangka rasa penasaran itu membawanya pada kejadian yang sangat mengerikan.

Ide cerita dalam buku ini sangat bervariasi. Pembaca tidak akan merasa bosan dengan cerita pendek yang terdapat dalam buku ini. Walau pemilihan diksinya tergolong biasa saja, namun pembaca akan tetap merasa nyaman membacanya. Tulisan yang mengalir dan alur cerita yang jelas merupakan daya tarik dalam buku ini.

Untuk kamu yang mulai penasaran dengan buku It’s Horror Time karena review di atas, kamu bisa membaca seluruh kisahnya di sini http://www.storial.co/book/its-horror-time-1

image

Rabu, 10 Januari 2018

Pengulas: Evita MF (akun storial: evitamf)

[Rabu Review] Tugas Piket Nesa oleh Betty

Kumpulan Cerita Pendek – Tugas Piket Nesa

Judul buku: Kumpulan Cerita Pendek- Tugas Piket Nesa

Ditulis oleh: Betty

Jumlah bab: 9

Kategori: Anak

Status: Masih Berlanjut

“Walaupun capek, namanya tugas tetap tugas. Jadi anak yang bertanggung jawab dong!” –Nesa, siswi Sekolah Dasar

Hal menarik pertama dari “Kumpulan Cerita Pendek” karya Betty adalah covernya yang lucu, dengan gambar es krim bergelantungan, dan warna-warna pastel. Khas anak-anak sekali. Lima buah cerita di dalamnya pun sangat dekat dengan keseharian anak. Ada Putra yang mendadak rajin beres-beres, Bayu yang kecewa dengan burger istimewanya, Aya yang menginginkan hewan peliharaan seperti teman-teman, Mika yang bingung karena harus berjualan jamu, sampai Nesa yang merasa kesal karena bertugas piket sendirian.

Setiap cerita menjadi semakin menarik untuk disimak karena penulis sangat jeli dalam meramu konflik dan membiarkan para tokoh terlibat aktif menyelesaikan konflik tersebut. Tak hanya itu, karakter yang kuat dan penggunaan kalimat-kalimat pendek pun menjadi salah satu kekuatan cerita. Para pembaca cilik, selain dapat merefleksikan diri mereka ke dalam salah satu tokoh, juga dapat belajar dari setiap cerita.

Nah tunggu apa lagi? Simak setiap ceritanya dalam buku “Kumpulan Cerita Pendek- Tugas Piket Nesa,” karya Betty di link berikut https://www.storial.co/book/kumpulan-cerita-pendek-1

Selamat membaca!

image

Rabu, 3 Januari 2018

Pengulas: Eugenia Rakhma

[Rabu Review] Buru oleh Octa

Judul: Buru

Ditulis oleh: Octa

Jumlah bab: 1

Status: Sudah Selesai

Kategori: Cerita Pendek

“Terlalu dekat dengan kematian membuat Kira melupakan detail banyak hal. Misalnya waktu.”

Kira merasa kematian semakin mendekatinya.

Semakin meraba lewat pesan-pesan singkat beserta paket yang datang padanya. Kiriman aneh yang membuat wanita itu ketakutan setengah mati dan terpaksa mengikuti permainan busuk entah dari siapa. Kira tidak punya pilihan lain. Kalau dia tidak menurut, kehidupan pribadinya bisa berantakan. Lagipula, dia penasaran soal dalang di balik permainan sadis ini. Kira tidak sadar, sekali dia terjun, maka wanita itu harus menyelesaikan semuanya. Kira harus memenangkan permainan tersebut karena kalau tidak, konsekuensi berat bakal menghampiri siapa pun yang kalah.

Kira harus bertahan.

Harus.

Thriller, salah satu genre yang banyak diminati baik dalam sebuah cerita tertulis maupun visual karena digadang-gadang mampu mengantarkan ketegangan yang membuat pembaca atau penontonnya menahan napas. Bagi penulis, membuat cerita dengan jenis ini adalah tantangan yang cukup berat karena harus bisa mengemas alur yang boleh dikatakan naik turun.

Buru adalah salah satu cerita yang cukup sukses membangun ketegangan bagi pembacanya.

Lewat karakter Kira yang sedang diburu-buru oleh kematian, penulis menggambarkan bagaimana manusia ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan dengan nyawa sebagai taruhan. Bagaimana insting manusia bekerja dan membuat tokoh tersebut mampu melakukan hal di luar normal yang mendorongnya berbuat sangat jauh, serta alasan-alasan yang sesungguhnya—kerakusan.

Unsur sadistik yang muncul pun halus, namun tidak mengurangi unsur kengerian. Melalui deskripsi yang disampaikan cukup rinci, pembaca bisa membayangkan keseraman yang harus ditemui Kira saat dia berusaha mememangkan diri dalam permainan gila yang dirancang seseorang—entah siapa pun itu.

Menjelang akhir cerita, satu per satu alasan permainan terkuak dan misteri siapa dalang di balik game tersebut pun terbuka. Mengapa Kira yang dipilih? Mengapa harus ada mutilasi? Siapa saja korbannya?

Buru cukup oke namun masih ada beberapa adegan yang tidak pas dengan logika cerita. Ada hal yang sebenarnya cukup mengganggu pembaca tetapi walau demikian, kisah ini masih boleh dikatakan sukses. Apalagi, penulis cukup cermat hingga minim ditemukan kesalahan ketik dan penyelesaian konflik cukup memuaskan jadi pembaca bisa nyaman mengikuti kisah dari awal sampai akhir.

Baca kisah Buru yang ditulis oleh Octa di sini https://www.storial.co/book/buru

Rabu, 20 Desember 2017

Pengulas: N. Eka P. (akun Storial: nekapratiwi27)

[Rabu Review] Legend of Indonesia oleh Baim

Judul: Legend of Indonesia

Ditulis oleh: Baim

Status: Masih Berlanjut

Jumlah bab: 4

Kategori Olahraga & Petualangan

Mulai dari troll, naga, kraken, direwolf, bromance, hingga kisah cinta yang mengharukan, kalian akan menemukan semuanya disini. Cerita petualangan dan fantasi yang akan membuatmu terbawa suasana ceritanya, membahas segala keunikan dari Indonesia,”pengantar penulis.

Petualangan Legend of Indonesia dimulai di Portugis. Jerry adalah seorang pemuda keturunan Portugis yang haus akan petualangan. Di tempat kediamannya, naga menyeramkan yang hobi memakan ternak adalah hal biasa. Untuk menjajal kemampuan dan membuktikkan kedewasaan kepada kakak dan ibunya, Jerry memutuskan untuk bergabung menjadi anak buah kapal Bluesea.

Bahkan sebelum menjadi anggota kapal, hidup Jerry berubah menarik. Terutama ketika ia menemukan pemuda berambut hijau menarik- yang mengaku seorang anak dragonslayer alias pembunuh Naga- dan peliharaan direworf-nya yang usil. Jerry pun semakin tak sabar menyambut petualangannya ketika mengetahui bahwa Eza- si rambut hijau akan bergabung dengan Bluesea. Hari-harinya pasti akan semakin menarik!

“Ayolah, kita butuh tantangan di hidup ini,” – Eza.

Sesuai janji penulis, Legend of Indonesia menawarkan petualangan yang seru, lucu,dan sarat fantasi. Tak hanya naga dan bangsa viking, beberapa nama makhluk fantasi seperti direwolf dan kraken pun disebutkan di empat bab pertama cerita ini. Dari sisi penokohan, kepolosan Jerry yang berbanding terbalik dengan sifat cuek Eza membuat dialog-dialog yang tercipta penuh rasa humor.

Sayangnya, penulis kurang cermat dalam penggunaan tanda baca dan kata depan di-. Akibatnya, beberapa kalimat kurang nyaman dibaca, terlalu panjang, atau kurang efektif. Meski begitu, hal ini tidak mengurangi keseruan petualangan Jerry, kok.

Yuk, ikuti petualangan Jerry sampai ia tiba di Indonesia https://www.storial.co/book/legend-of-indonesia

Rabu, 13 Desember 2017

Pengulas: Eugenia Rakhma (akun Storial: eugeniarakhma)

[Rabu Review] Bahagia Itu Seperti Apa? oleh Buntoro 96

Judul: Bahagia Itu Seperti Apa?

Ditulis oleh: Buntoro 96

Jumlah bab: 5

Status: Masih Berlanjut

Kategori: Pengembangan Diri

Akhir-akhir ini, kalimat “Bahagia itu sederhana,” sering sekali terdengar. Ya, katanya bahagia itu sederhana. Umumnya, semua orang ingin bahagia. Namun tak jarang, masih banyak juga orang yang mencari, bahkan bertanya-tanya, “Bagaimana caranya supaya bahagia?” Nah, “Bahagia Itu Seperti Apa” karya Buntoro 96 akan menjawab pertanyaanmu dalam mencari kebahagiaan.

Yang membuat buku ini asyik untuk dinikmati adalah pemilihan kata-katanya yang sederhana dan contoh cerita keseharian yang mudah dipahami. Judul setiap bab pun sukses menarik perhatian dan memancing rasa penasaran. Tak hanya itu, Buntoro 96 pandai mengemas antara fakta dan pemikiran sehingga setiap paragraf mengalir berkesinambungan. Terasa ringan namun penuh makna.

Melalui lima bab di dalamnya- yang masih akan berlanjut, “Bahagia Itu Seperti Apa” mengajak pembaca untuk melihat ke sekitar, mempelajari, dan menemukan kebahagiaan itu sendiri. Tentu saja, setiap penemuan dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika Anda berkeinginan untuk bahagia, maka dengan sedikit usaha Anda akan langsung bahagia.”

Baca lima bab dari

Bahagia Itu Seperti Apa

yang sudah terbit di https://www.storial.co/book/bahagia-itu-seperti-apa.

Selamat menemukan kebahagiaan!

Rabu, 6 Desember 2017

Pengulas: Eugenia Rakhma (akun Storial: eugeniarakhma)

[Rabu Review] Aku Hanya Mendengarkan Kambing Gunung oleh Reza Reinaldo

Judul : Aku Hanya Mendengarkan Kambing Gunung

Ditulis oleh : Reza Reinaldo

Jumlah bab : 1

Status : Sudah Selesai

Kategori : Cerita Pendek

“Bagaimana perasaanmu bila menemukan seekor kambing di belakang halaman sekolah?”

Biasa saja, pastinya. Itu kan hal normal.

Tapi dia bisa bicara! Kamu pasti akan kabur tunggang langgang ketakutan.

Namun Kevin tidak takut, apalagi lari terbirit-birit seperti melihat hantu di siang bolong. Sebab sejatinya Kevin berada di  belakang sekolah untuk bunuh diri, sehingga berpikir mungkin saja orang yang sedang menuju ajal diberi kemampuan berbicara dengan hewan.

Buku ini berisi kisah tentang seorang pria remaja bernama Kevin. Sebuah kesalahan teknis saat sedang menyetrika celana putih menghancurkan dunia Kevin. Noda yang ditinggalkan setrika itu berwarna kuning dan terletak di bagian bokong. Sejak itu, seisi kelas menjulukinya Kevin-Berak. Dunia SMP tak lagi aman untuknya.

Fabel ini cukup menarik karena menampilkan pesan moral yang dibalut dengan realita bullying yang umum terjadi di sekolah. Bullying bukanlah sesuatu yang keren. Beruntunglah Kevin di cerita ini karena diselamatkan oleh seekor kambing gunung ajaib namun agak sarkas.

Meski bertaburan simile yang agak membuat lelah saat membaca, namun penulis dengan lincah menulis dengan gaya bahasa ala terjemahan yang rapi.

Penasaran sama kisah Kevin dan Kambing Gunung ajaib yang bisa bicara? Baca cerita lengkapnya di storial.co/book/aku-hanya-mendengarkan-kambing-gunung-1

Rabu, 29 November 2017

Pengulas: Ayudya Ariana (akun Storial: ayu11n)

[Rabu Review] Tales of Mankind by Cat and Wolf by Ossy Firstan & Enya Rahman

Judul: Tales of Mankind by Cat and Wolf

Ditulis oleh: Ossy Firstan & Enya Rahman

Jumlah bab: 9

Status: Masih berlanjut

Kategori: Novel

Fabel selalu terasa istimewa dan menarik ketika dibaca. Banyak penulis yang mengangkat genre ini karena tampilan dan judulnya yang selalu memikat, tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga orang dewasa.

Membayangkan hewan bicara selayaknya manusia, mengerjakan apa yang dikerjakan manusia, agaknya menimbulkan gelak tawa karena jenakanya. Tentu, itu permainan imaji yang layak diapresiasi.

Begitu pula dengan penulis “Tales of Mankind by Cat and Wolf” yang mengusung genre fabel dengan tokoh kucing jantan dan serigala perempuan (alias betina) akan mengajak pembaca untuk masuk ke dunia Toiro dan Accalia yang ternyata sama rumitnya seperti dunia manusia.

Jenaka, unik, dan seru terlihat dari penggambaran karakter juga latar yang ada dalam novel ini. Toiro, kucing jantan “playboy” yang sangat menyukai lagu dari paduan suara kucing betina seksi “Mpoos” harus bekerja sama dengan Accalia, serigala betina yang suka sendirian dan cenderung sinis.

Toiro dan Accalia kebetulan teman kampus—ya, mereka juga kuliah—yang sedang mengerjakan tesis soal mahkluk berkaki dua—manusia. Keduanya punya masalah karena Profesor Goji—gajah—agaknya mempersulit kelulusan tesis mereka.

Untuk bisa melakukan pengamatan, Accalia dan Toiro harus pergi ke Querencia, kafe di mana mereka bisa bertemu dengan pasangan burung hantu Owla dan Owlou yang akan memberi teh pengubah wujud (karena manusia bisa terbirit begitu melihat Acca dalam wujud aslinya, bukan?). Harga teh ini sangat mahal—menurut kurs dunia mereka—yakni sekitar 20 onyx.

Perjalanan menuju Querencia saja sudah sulit karena medan yang ditempuh sangat tidak mudah dan panjang. Di tengah perjalanan yang demikian lama, Accalia sedikit membuka diri pada Toiro.

Penulis cukup kreatif dalam memunculkan unsur-unsur lucu meski tidak menggunakan guyonan secara tersirat. Misalnya saja, dari lirik lagu Mpoos: “Cause when you pee in the sand everything’s gonna be alright.” Lirik tersebut sukses membuat kepala Accalia pusing nan pening.

Menyelami karakter dan pemikiran kedua tokoh ini pun tidak sulit karena penulis menggunakan sudut pandang orang pertama secara bergantian baik dari Toiro maupun Accalia. Dari sudut pandang itulah pembaca bisa menyadari kalau di balik sikap sembrono dan cueknya Toiro, ternyata dia tertekan dengan kesuksesan saudara kembarnya atau Accalia yang diam-diam selalu memiliki kegelisahan tetapi ditutupinya.

Banyak detail menarik yang juga bisa mengundang gelak tawa ketika membaca novel ini. Misalnya saja gambaran ketika Accalia dan Toiro berubah menjadi manusia setelah minum teh. Mengundang pembaca untuk membayangkan seperti apa rupa serigala betina ketika harus memakai gaun warna merah muda cerah dan bagaimana bulu-bulu itu berganti dengan rambut dan bulu mata lentik.

Lalu, bagaimana dengan Toiro yang suka cari masalah? Apakah setelah perubahannya menjadi manusia, dia akan tetap menimbulkan kerusuhan karena sikap ceroboh dan sembrononya?

Meski bercerita tentang hewan, namun pesan-pesan moral dalam kisah ini begitu manusiawi. Disampaikan dengan menarik, melalui pemikiran kritis Accalia, misalnya. Atau sikap Toiro yang memberontak tapi tetap peduli dan hangat pada keluarganya.

Bagi pembaca yang menyukai kisah petualangan, “Tales of Mankind by Cat and Wolf” bisa jadi salah satu novel yang layak masuk ke daftar koleksi bacaanmu https://www.storial.co/book/Tales-of-Mankind-by-Cat-and-Wolf

image

Rabu, 22 November 2017

Pengulas: Nofrianti Eka P. (akun Storial: nekapratiwi27)

[Rabu Review] Hikayat Rimba oleh Listian Nova

Judul: Hikayat Rimba

Ditulis oleh: Listian Nova

Jumlah Bab: 4

Status: Masih berlanjut

Kategori: Fantasi

“Para bijak berkata bahwa kita hendaknya tak mencemaskan hal-hal yang sudah ditetapkan sebelum kita lahir. Kematian adalah salah satunya.”

Dahulu kala, jauh di dalam hutan belantara yang telah berusia ribuan tahun terbentuklah sebuah peradaban. Para satwa yang berhabitat yang dikenal sebagai Rimbawan, menyebut peradaban itu dengan nama Kerajaan Rimba.

Gunung, lembah, jurang dan pepohonan raksasa adalah apa yang akan kau temui di sana. Dengan menganut sistem “yang kuat akan memangsa yang lemah”, pantaslah jika Kerajaan Rimba dipimpin oleh Para Singa.

Konon, para Singa dulunya memiliki suku yang berbeda-beda. Dan perebutan kekuasaan antar singa yang pernah terjadi pada suatu masa telah memusnahkan pejantan singa pribumi yang berkulit cokelat. Sehingga sekarang, Kerajaan Rimba praktis dipimpin oleh seekor singa kelabu bernama Kourosh yang terkenal kuat dan kejam.

Adalah Musa yang berniat menggulingkan pemerintahan Raja Kourosh. Musa merupakan seekor singa berdarah campuran yang hidupnya tidak dikehendaki oleh ayahnya sendiri, Sang Maharaja Rimba.

Masih di belantara rimba yang sama, hiduplah seekor rubah hitam yang cerdik, Harun. Satu-satunya penyintas dari suku rubah hitam yang telah dibantai oleh Raja Kourosh pada suatu waktu. Dengan kecerdikan dan kelicikannya, Harun mempunyai niat yang sama dengan Musa. Dan dari sanalah petualangan mereka dimulai.

Menggunakan gaya bahasa yang khas dan luwes, kisah fantasi yang dituliskan oleh Listian Nova ini adalah salah satu cerita yang asyik untuk diikuti. Fabel ini dibangun di atas alur maju-mundur yang mantap dan tidak terburu-buru. Dalam keempat babnya, pembaca akan menemukan banyak nama tokoh maupun tempat yang diberi huruf tebal, sebagai cara yang digunakan oleh penulis untuk memudahkan kita mengingat mereka.

Penokohan satwa-satwa yang kuat pun turut menambah nilai lebih untuk kisahnya. Pada Hikayat Rimba, pembangunan suasana juga setting yang sering disebut Worldbuilding,  dirasakan mendetail hingga tidak terkesan seperti tempelan saja.

Namun, seperti yang pembaca ketahui bahwa tidak ada tulisan yang benar-benar sempurna. Meski minim salah ketik, ditemukan pula beberapa kata yang dipenggal yang sebenarnya dirasa tidak perlu pada buku ini.

Mari ikuti serunya petualangan Musa dan Harun dalam membebaskan Kerajaan Rimba dari tirani Raja Kourosh di http://www.storial.co/book/hikayat-rimba

image

Rabu, 22 November 2017

Pengulas: Adhindha Devita Puteri (akun Storial: jo)

[Rabu Review] Please Look After Mom oleh Kyung Sook Shin

Judul: Please Look After Mom (Ibu Tercinta)

Penulis: Kyung Sook Shin

Penerjemah: Tanti Lesmana

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011

Tebal: 296 halaman

“Either a mother and daughter know each other very well or they are strangers.”

Ketika seorang anak telah dewasa, biasanya mereka akan meninggalkan rumah dan mencari pekerjaan di kota. Semakin sibuk pekerjaannya, maka semakin mereka lupa pada orang tua yang telah berjasa membesarkan dan menyekolahkan mereka hingga sarjana. Komunikasi semakin berkurang, dan waktu untuk pulang kampung pun tak pernah ada. Orang tua hanya bisa menanti di rumah sambil berharap suatu hari anaknya ingat untuk pulang.

Novel ini bercerita tentang seorang ayah dan ibu yang hendak mengunjungi keempat anaknya di kota. Ketika berada di stasiun, genggaman sang istri yang sudah tua terlepas dari suaminya. Sang ibu pun dinyatakan menghilang, dan anak-anaknya mulai kelimpungan mencari ibunya. Mereka pun saling menyalahkan satu sama lain atas kehilangan ibu mereka.

“Only after Mom went missing did you realize that her stories were piled inside you, in endless stacks. Mom’s everyday life used to go on in a repeating loop, without a break. Her everyday words, which you didn’t think deeply about and sometimes dismissed as useless when she was with you, awoke in your heart, creating tidal waves.”

Pada 30 halaman pertama, pembaca akan dibuat berkaca-kaca. Sedih sekali membaca tulisan Kyung Sook Shin yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagaimana penulis menuliskan sosok ibu terasa sangat nyata dan tidak berlebihan. Novel ini juga menceritakan tentang betapa sosok ibu baru terasa sangat bermakna dan berjasa ketika ia telah pergi meninggalkan keluarga. Ketika ibu telah tiada barulah penyesalan itu hadir, bahwa mereka tidak berjuang sebanyak ibu berjuang untuk keluarga. Rasanya air mata tidak mau berhenti seiring dengan berlanjutnya cerita pada lembar-lembar berikutnya.

Please Look After Mom merupakan novel yang sangat direkomendasikan. Novel yang wajib dibaca oleh semua kalangan, baik anak maupun ayah/suami. Novel ini merupakan novel yang sulit dilupakan setelah kamu selesai membacanya. Novel ini juga akan mengingatkanmu akan sosok ibu yang mungkin sering disepelekan nasihatnya dan dilupakan betapa besar jasanya.

image

Rabu, 15 November 2017

Pengulas: Evita Menur Fauziah (akun Storial: @evitamf)