fbpx
Showing: 1 - 7 of 7 RESULTS

Jangan salah menilai
dari kutipan di atas, karena cerita ini bukan cerita sedih-sedihan yang berisi
ratapan. Sebaliknya, pembaca bisa terpingkal membacanya. Semua yang sudah
membaca kumpulan cerita pendek karya Salman Aristo ini pasti setuju kalau karyanya
dibilang kocak dan cerdas! 

Pada bab pertamanya, pembaca disuguhi cerita pendek
berjudul “Brengsek, Sialan, dan Ah Sudahlah”. Sebuah cerita yang berasal dari ide sederhana tentang si tokoh “aku” yang tidak sengaja bertemu dengan
mantannya di suatu café. Tapi bagaimana penulis membawa cerita ini jadi jauh lebih
kompleks dari pada itu. Penulis bisa menyambungkan dari hal sesederhana seperti
bertemu dengan mantan, menjadi membahas mengenai masalah kantor dan bahkan
merutuki peradaban.

Pada cerita kedua, penulis juga tak kalah dalam menampilkan kecerdasannya, bagaimana penulis membawa masalah
isu feminisme dari sudut pandang laki-laki yang berprofesi sebagai satpam. Diceritakan sang istri sedang kabur dari rumah akibat marah dan diperlakukan kasar saat
bertengkar dengan si tokoh utama. Dari cerita ini, terlihatlah kepiawaian penulis meramu cerita dan
membawa pembaca larut dalam pembentukan opini terhadap si istri. Salut!

Kedua cerita ini dibawakan dengan bahasa yang lugas, tidak neko-neko, dan mampu
membuat pembacanya ikut mengumpat, tapi justru karena alasan tulisan ini
benar-benar luar biasa.

Kamu belum baca? Jangan sampai menyesal, baca ceritanya di sini ya
http://www.storial.co/book/cerita-cerita-pendek

Jangan salah menilai
dari kutipan di atas, karena cerita ini bukan cerita sedih-sedihan yang berisi
ratapan. Sebaliknya, pembaca bisa terpingkal membacanya. Semua yang sudah
membaca kumpulan cerita pendek karya Salman Aristo ini pasti setuju kalau karyanya
dibilang kocak dan cerdas! 

Pada bab pertamanya, pembaca disuguhi cerita pendek
berjudul “Brengsek, Sialan, dan Ah Sudahlah”. Sebuah cerita yang berasal dari ide sederhana tentang si tokoh “aku” yang tidak sengaja bertemu dengan
mantannya di suatu café. Tapi bagaimana penulis membawa cerita ini jadi jauh lebih
kompleks dari pada itu. Penulis bisa menyambungkan dari hal sesederhana seperti
bertemu dengan mantan, menjadi membahas mengenai masalah kantor dan bahkan
merutuki peradaban.

Pada cerita kedua, penulis juga tak kalah dalam menampilkan kecerdasannya, bagaimana penulis membawa masalah
isu feminisme dari sudut pandang laki-laki yang berprofesi sebagai satpam. Diceritakan sang istri sedang kabur dari rumah akibat marah dan diperlakukan kasar saat
bertengkar dengan si tokoh utama. Dari cerita ini, terlihatlah kepiawaian penulis meramu cerita dan
membawa pembaca larut dalam pembentukan opini terhadap si istri. Salut!

Kedua cerita ini dibawakan dengan bahasa yang lugas, tidak neko-neko, dan mampu
membuat pembacanya ikut mengumpat, tapi justru karena alasan tulisan ini
benar-benar luar biasa.

Kamu belum baca? Jangan sampai menyesal, baca ceritanya di sini ya
http://www.storial.co/book/cerita-cerita-pendek

Jangan salah menilai
dari kutipan di atas, karena cerita ini bukan cerita sedih-sedihan yang berisi
ratapan. Sebaliknya, pembaca bisa terpingkal membacanya. Semua yang sudah
membaca kumpulan cerita pendek karya Salman Aristo ini pasti setuju kalau karyanya
dibilang kocak dan cerdas! 

Pada bab pertamanya, pembaca disuguhi cerita pendek
berjudul “Brengsek, Sialan, dan Ah Sudahlah”. Sebuah cerita yang berasal dari ide sederhana tentang si tokoh “aku” yang tidak sengaja bertemu dengan
mantannya di suatu café. Tapi bagaimana penulis membawa cerita ini jadi jauh lebih
kompleks dari pada itu. Penulis bisa menyambungkan dari hal sesederhana seperti
bertemu dengan mantan, menjadi membahas mengenai masalah kantor dan bahkan
merutuki peradaban.

Pada cerita kedua, penulis juga tak kalah dalam menampilkan kecerdasannya, bagaimana penulis membawa masalah
isu feminisme dari sudut pandang laki-laki yang berprofesi sebagai satpam. Diceritakan sang istri sedang kabur dari rumah akibat marah dan diperlakukan kasar saat
bertengkar dengan si tokoh utama. Dari cerita ini, terlihatlah kepiawaian penulis meramu cerita dan
membawa pembaca larut dalam pembentukan opini terhadap si istri. Salut!

Kedua cerita ini dibawakan dengan bahasa yang lugas, tidak neko-neko, dan mampu
membuat pembacanya ikut mengumpat, tapi justru karena alasan tulisan ini
benar-benar luar biasa.

Kamu belum baca? Jangan sampai menyesal, baca ceritanya di sini ya
http://www.storial.co/book/cerita-cerita-pendek