The Playlist, Erlin
Natawiria

(Featured Review – Editor’s Choice Week #8)

Siapa
yang menyangka jika lagu latar yang bersenandung di setiap sudut restoran atau
kafe adalah hal penting yang krusial dan menjadi pusat perhatian? Lagu latar
yang sering diputar ternyata bukan hanya lagu yang dicari secara acak kemudian
klik! dan selesai, ternyata lebih dari sekedar itu. Lagu latar mampu mewakili
misi apa yang ingin disampaikan.

Seenggaknya itu menurut Winona atau Ino, seorang
reviewer tempat-tempat kuliner yang memasukkan Playlist sebagai salah satu
unsur ulasannya di YummyFood. Pun demikian saat meriview La Belle Luna, Winona
terpikat pada pilihan playlist yang ternyata merupakan rekaman karya mendiang
istri sang chef. Pilihan lagu yang paling tepat sesuai dengan misi sang Chef
mendirikan La Belle Luna, untuk mengenang istrinya.

Saat membaca ulasannya, justru Ino bertemu dengan
kenangannya, Ethan…. Lalu? Coba deh ikutin sendiri ceritanya….

Chapter
yang disampaikan tidak terlalu panjang, membuat The Playlist bisa dinikmati
dalam beberapa menit singkat. Diksi yang digunakan penulis juga sederhana namun
tetap cerdas. Dialog mengalir bisa mewakili tokoh-tokohnya.

Oh iya, yang keren juga penulis juga menuliskan
informasi mengenai lagu yang bersinggungan di kolom komentar pengarang, jadi
bisa bikin kita makin meresapi ceritanya. Ups, hati-hati baca ini mungkin bikin
kamu jadi baper – bawa perasaan dan sekaligus bawaan laper *wink*

http://www.storial.co/book/the-playlist

Social Media Week with Storial – SERU!

Hi, Storialis!

Akhirnya terlaksana juga Social Media Week bersama Storial
yang dilaksanakan tanggal 25 Februari 2016 kemarin di The Hall 8th, Senayan
City, Jakarta. Semoga kamu salah satu yang hadir menyaksikan keseruan event
ini, kemarin. Bertemu sesama komunitas Nulisbuku, Storial, dan penggemar
Moammar Emka juga pastinya.

Yep!

Event dengan tema “How to be A Productive Content Maker
in Mobile Era” ini mengundang tokoh-tokoh terkenal di dunia kepenulisan.
Ada Moammar Emka yang terkenal dengan novel Jakarta Undercover-nya, ada Ollie
Salsabeela sebagai founder Nulisbuku.com dan co-founder Storial.co, dan
pastinya CEO Storial.co Steve Wirawan. Mereka bertiga jadi pembicara malam
kemarin, ditambah satu pembicara tamu yang merupakan salah satu penulis cukup
produktif di Storial, namanya Handaru Sakti.

image

Acara malam itu dimulai dengan memperkenalkan Storial kepada
para peserta yang hadir oleh Steve. Dilengkapi dengan video singkat tentang
profil Storial sendiri, peserta dapat lebih dalam lagi mengerti tentang visi
dan misi dari Storial dan diharapkan bisa menambah minat peserta untuk semakin
aktif menulis khususnya di Storial. Steve sendiri memberi contoh dirinya yang
juga turut aktif menulis di Storial, walau masih beberapa buku tentang catatan
perjalanannya.

image

Lepas dari perkenalan Storial, pastinya ada materi yang
dibutuhkan para penulis untuk meramu tulisannya agar dapat lebih dikenal luas
oleh para pembaca dan mendapatkan apresiasi lebih dari sekedar diminati. Moammar
Emka – atau yang malam itu sambil bercanda minta dipanggil ‘Om’ Emka saja –
hadir untuk membagikan ilmunya kepada para peserta yang hadir. Sesuai dengan
tema yang dibawakan malam itu, Emka menyimpulkan dengan singkat apa yang harus
dilakukan para penulis agar tetap produktif menulis.

“Rajin nge-post aja! Paling enggak, satu hari itu kamu
menulis satu halaman,” ungkap Emka di awal presentasinya. 

Emka juga membawa pikiran peserta ke dalam dunia matematika
penulis. Apalagi kalau bukan membahas royalti yang diterima penulis. Pembahasan
Emkapun menjadi semakin menarik karena setiap orang jadi berimajinasi mengenai
buku atau tulisannya masing-masing yang dapat menghasilkan uang sebagai upah
jerih payah menulisnya. Emka juga memberikan contoh bagaimana dia bisa menarik
respon dan minat pembaca melalui media sosial yang dimilikinya. Harusnya
generasi digital jaman sekarang bisa lebih mudah menulis dengan banyaknya media
menulis online. Ada blog, media sosial, dan sekarang ada Storial.

 Sesi tanya jawab bersama Emkapun berlangsung sangat
interaktif. Selain pertanyaan-pertanyaan seputar tips menulis, ada juga
pertanyaan yang berhubungan dengan buku-buku Emka yang telah terbit. Penulis
Jakarta Undercover yang cukup fenomenal itu bahkan mendapat pertanyaan mengenai
pengalamannya saat melakukan riset yang berhubungan dengan bisnin prostitusi di
Jakarta. Tentunya interaksi ini mengundang tawa para peserta, apalagi Emka
sering melontarkan candaan malam itu.

image

Selesai dengan keriuhan presentasi dan tanya-jawab bersama Emka,
pembicara berikutnya yang turut tampil malam itu adalah Handaru. Technical Assistant di salah satu
perusahaan travel online itu mengungakapkan dirinya yang memang sudah gemar
menulis sejak lama. “Khususnya menulis dokumen kebutuhan kantor” canda Handaru
malam itu.

Handaru mempunyai setidaknya 8 buku digital di Storial.
Genre yang ditulisnya cukup beragam. Ada humor, puisi, cerita-cerita pendek,
dan yang cukup serius adalah tentang bisnis. Tidak sedikit juga bukunya yang
sudah mendapat predikat populer di Storial saking seringnya dibaca oleh para
member Storial. Melihat jenis tulisannya yang beragam, Handaru tidak pelit juga
membagikan ilmu mengenai menulis. Pokoknya peserta malam itu banjir ilmu
menulis deh.

image

Semua ilmu yang sudah disebar oleh para pembicara
sebelum-sebelumnya disempurnakan oleh Ollie Salsabeela atau yang akrab disapa
Mbak Ollie dengan praktek menulis. Tentunya materi yang dibawakan disesuaikan
dengan kapasitas tempat dan waktu yang memang terbatas. Tapi hal tersebut tidak
mengurangi makna ilmu menulis yang disampaikan. Peserta diajak untuk secara
cepat menggali ide untuk menulis sebuah cerita, kemudian membuat outline
cerita. Dan dalam waktu kurang dari 5 menit, setidaknya sudah ada fiksi mini yang
berhasil diceritakan Mbak Ollie malam itu dalam sesinya. Sesi tanya-jawab
bersama Mbak Ollie juga sama interaktifnya dengan para pembicara sebelumnya.
Hal ini membuktikan kalau para peserta cukup antusias dengan acara malam itu.

image

Salah satu sesi lagi yang menjadi highlight malam itu adalah
diluncurkannya aplikasi Storial.co yang saat ini sudah dapat diunduh dari
Playstore Android. Steve, Mbak Ollie, Emka, dan juga Handaru bersama-sama di
atas panggung secara simbolis melakukan hitungan mundur rilisnya aplikasi
bersama-sama dengan para peserta mini-workshop. Secara serentak peserta juga
mengunduh dan meng-install aplikasi Storial di smartphone-nya masing-masing.
Sekarang para anggota Storial sudah dapat mengakses tulisannya melalui aplikasi
tersebut, walau saat ini masih dalam tahap pengembangan untuk penggunaan aplikasi
yang lebih baik lagi. Kalau kamu belum install, bisa langsung unduh dari sini.

Kemeriahan malam itu akhirnya ditutup juga dengan foto
bersama para pembicara workshop dan peserta yang hadir mengikuti Social Media
Week with Storial.

image

Terima kasih atas kehadiran teman-teman semua di acara
Social Media Week 2016 with Storial. Semoga kita bisa bertemu kembali di event
community meet-up berikutnya.

Cheers,

Tim Storial

Akai oleh Anastasye Natanel

(Featured Review – Editor’s Choice Week #8)

Akai
karya Anastasye Natanel adalah salah satu karya yang punya keunikan tersendiri
di Storial. Tema mistik lokalitas suatu daerah, dipadukan dengan kehidupan
modern yang pastinya masih dibumbui romansa, menjadi karya ini memikat dari
awalnya. Akai menceritakan tugas Siow
Kurur yang dipanggil oleh seorang walian (pendeta kuno Minahasa) di zaman
modern. Menurut legenda tradisional Minahasa, Siow Kurur adalah opo (dewa) di
kepercayaan kuno rakyat Minahasa. Keberanian penulis untuk mengangkat perpaduan
antara legenda dengan kehidupan modern layak diapresiasi positif.

Untuk
mengangkat sebuah legenda, dibutuhkan riset mendalam agar tidak menyalahi kisah
yang sudah diceriterakan turun-temurun di tengah rakyat. Dan dari bab pertama,
Anastasye sudah menyajikan pembuka yang cukup menyentil. Pembaca akan dibuat
membayangkan bagaimana ritual pemanggilan Siow Kurur berlangsung. Penjelasan
beberapa istilah dalam bahasa tradisional juga dijelaskan di bagian bawah
tulisan, hal ini cukup membantu pembaca dalam pemahaman cerita.

Tokoh-tokoh
dalam novel Akai, dideskripsikan
secara menarik. Penulis tahu bagaimana menggiring pembaca untuk bisa menjiwai
tokoh dalam ceritanya. Siow Kurur yang ditugaskan untuk menjaga Keiva, seorang
mahasiswi pemalu, tidak tahu-menahu apa tujuan dari pemanggilnya. Keiva
hanyalah gadis biasa yang cenderung ceroboh dan kikuk ketika berhadapan dengan
pemuda yang ia sukai. Cerita ini menjadi semakin unik ketika Siow Kurur yang di
dunia modern bernama Akai, harus beradaptasi dengan pergaulan dan teknologi
masa kini.

Kurang lebih mengingatkan pada
salah satu drama Korea yang mempopulerkan Kim So Hyun sebagai
alien ganteng yang melintasi berbagai dimensi waktu hingga akhirnya bertemu dengan
perempuan yang ia sayangi. Agaknya Akai mulai menjurus ke arah cerita yang
cukup mirip meski berbeda pemaparan. Tokoh Akai yang siap siaga menjaga Keiva
diam-diam dari gangguan orang-orang asing yang belum diketahui maksudnya,
sangat memikat untuk diikuti kelanjutan ceritanya. (RS)

http://www.storial.co/book/akai

TIGA DUNIA oleh Rama

(featured review – Editor’s Choice Week #7)

Kamu suka cerita bergenre fantasi? Kalau iya coba deh baca buku
Tiga Dunia ini.

Mari berkenalan dengan Datan Woudward yang merupakan berdarah
Ingra – jenis paling langka, paling asing, golongan ras terakhir, kaum
terpilih, terbaik di antara semuanya. Datan tinggal di Tormera bersama dengan
Ayahnya, Mattan Woudward, adalah seorang Haedin – Si Perenung.  Selain ras Ingra, Haedin, masih ada dua ras lainnya, Bangsa Marra – si penguasa perairan dan Urgut – Si Tubuh Besar. Kita juga akan masih banyak dikenalnya pada tokoh-tokoh
imajinatif lainnya di Tiga Dunia

Pada bagian prolog kita sudah disuguhi pemberontakan Mattan pada
Sang Raja Ein, yang berakhir dengan terlemparnya Sang Raja ke luar Jendela,
yang sebelumnya suddah terluka ditikam oleh Mattan. Adegannya sudah cukup menyulut
penasaran atas kisahnya.

Sementara pada chapter berikutnya, cerita sudah berloncat dengan
kehidupan Datan. Pada suatu malam, di pasar malam mendadak ada kejadian luar
biasa yang mempertemukan Datan dengan Ana – seorang Marra – yang mengaku
mengenal Ayah Dattan, dan menyebut hal suatu hal mengenai Persaudaraan Royan. Hmm…
sebenarnya siapakah Ana? Apa itu persaudaraan Royan? Dan lalu adakah
keterkaitan masa lalu Mattan, sang Ayah, dengan kehidupan Datan selanjutnya?

Worldbuilding yang
dibuat penulis benar-benar luar biasa. Penulis berhasil membawa para pembaca
masuk ke dalam dunia di cerita ini. Penggambaran karakter yang kuat, nama-nama
tokoh dalam cerita yang imajinatif, latar cerita yang mengagumkan, semuanya
dideskripsikan secara detail, seakan membuat cerita ini benar-benar nyata. Seolah-olah
kita bisa merasakan bahwa dunia dalam cerita ini memang ada.

Tiga Dunia ini berhasil membuat imajinasi kita bermain kuat. Rasanya
seperti membaca Lord of The Ring, Harry Potter, Narnia, atau sebutlah buku
bergenre fantasi best-seller lainnya. Buku ini benar-benar worth to read, dan gratis kamu baca di Storial (well, setidaknya
masih begitu)

Penasaran kan? Ikuti cerita seru Datan dengan klik tautan
berikut : http://www.storial.co/book/tiga-dunia

Menuju Senja oleh Harun Malaia

(Featured Review – Editor’s Choice Week #7

Menuju Senja merupakan sebuah buku yg di dalamnya berisi
kumpulan flash fiction. Saat ini ada 9 cerita di dalamnya dan masih berlanjut. Masing-masing
cerita yg digarap dengan sangat apik oleh penulisnya. Cerita-cerita ini
merupakan bentuk keikutsertaan penulis atas tantangan menulis flash fiction
setiap minggu, Sebelum diposting di Storial.Co, penulis sudah terlebih dahulu
mempublikasikannya di blog pribadi milik penulis – setahundifakfak.wordpress.com

Ide ceritanya sederhana, tetapi penulis berhasil membuat sesuatu
yang sederhana tersebut menjadi sebuah cerita yang menarik. Penggunaan bahasanya
juga mudah dipahami, hanya mungkin karena terbentur dengan jumlah kata-kata,
sering kali cerita tidak tergambarkan utuh, dan mengajak pembaca untuk ‘berpikir’,
dan justru dengan begitu cerita ini menjadi berkesan.

Kesamaan cerita dalam buku ini selalu menggunakan sudut pandang
‘aku’. Dengan menggunakan sudut pandang ini, membuat pembaca selalu
bertanya-tanya siapakah ‘aku’ ini dan otomatis akan membawa pembaca mengikuti
cerita sampai selesai. Dan selalu saja si penulis berhasil membuat pembaca
melongo di akhir cerita. It’s always been
ended with a twist ending.

Ikutin yuk fiksi-fiksi kilat nya – hati-hati baper *caution alert*

http://www.storial.co/book/menuju-senja

[wpvideo C7UUJYKD]

Halo Storialis!

Kali ini Storial ingin memperkenalkan featured writer satu lagi yang nangkring di halaman web Storial.co nih.

image

Namanya Anizabella Lesmana. Gadis 23 tahun ini ternyata sudah gemar menulis dari usia muda. Tulisan digitalnya mulai di-publish sejak Bella – panggilan akrabnya – umur 15 tahun. Seperti kebanyakan penulis lainnya, blog menjadi salah satu wadah bagi Bella untuk menyalurkan ide-ide yang ada di kepalanya dalam bentuk tulisan, bisa berupa cerpen atau hanya sekedar buah pikiran yang butuh banget ditulis. Tulisan-tulisan digital dari penggemar Paulo Coelho dan Haruki Murakami ini dapat kamu nikmati di blog pribadinya : https://anizabelles.wordpress.com/

Sebagai featured writer di Storial.co, pastinya salah satu cast dalam Film Cinta Dalam Kardus yang juga hobby bernyanyi ini punya karya yang sudah diterbitkan di Storial.co. Dengan akun 

@anizabelle, Bella menerbitkan buku berisi kumpulan ceritanya dengan judul Collected Dreams

Collected Dreams yang saat ini masih terdiri dari 14 bab – dan masih berlanjut – berisi tentang tulisan-tulisan singkat mengenai impiannya, hayalan, dan ide-ide lain yang terlintas dalam pikirannya. Menurut Bella, dengan adanya fitur Storial.co yang memungkinkan penulis bisa menerbitkan tulisannya walau hanya per bab, itu sangat membantu dirinya juga untuk termotivasi melanjutkan tulisannya yang selama ini masih tersimpan dalam file di komputernya atau hanya dibagikan ke teman-teman terdekatnya.

Dengan adanya Storial.co, Bella mengharapkan dan mendoakan semoga Storial makin menginspirasi dan memotivasi para penulis yang lain untuk terus berkembang dan semoga makin canggih juga..Harapan lainnya juga, semoga bisa segera ada aplikasi sehingga memudahkan penulis untuk bisa langsung update tulisan, bikin buku ,dan semuanya. “Just a click away,” tambah Bella mengakhiri harapannya melalui video yang dikirimkannya pada Storial.co.

Thank you, Bella!

“Dalam
Sujud Kita Beda” oleh Lou

(Featured Review – Editor’s Choice Week #6)

Tema yang fresh! Tentang dua orang yang saling merindukan satu sama lain,
tentang dua orang yang saling mencintai, namun terhalang prinsip masing-masing.
Cerita pop lainnya dengan mengangkat
tema yang cukup berani untuk dimunculkan pada masa sekarang tapi tidak terkesan
tabu.

Penulisnya memilih mengutip lirik lagu Peri
Cinta punya Marcel Siahaan untuk diijadikan sinopsisnya – kisah cinta beda
agama. Diceritakan dengan POV orang pertama – kisah cinta si tokoh Aku, yang
beribadat ke gereja dan Gibran, seorang yang menjalankan shalat 5 waktu. Meski
terdengar klise namun penulis berhasil menyusun cerita dengan apik, rapi,
padat, sederhana dan menarik di tiap chapter.
Pembaca dibawa menikmati emosi yang dicurahkan langsung oleh penulis lewat kata
demi kata yang nggak terlalu sulit untuk dicerna, karena pengemasan kata yang
kreatif dengan tidak mengulang penggunaan kata yang sama.

Belum lagi sisipan kutipan pada komentar
pengarang yang original yang dapat membuat emosi pembaca tumpang tindih setiap
kali membaca. Kesalahan tulis juga nggak mempengaruhi banyak atau tidak
memberikan efek buruk bagi keseluruhan tulisan, malah hampir tidak menemukan
hal demikian. Minim typo yang
mengindikasikan bahwa berkali-kali penulis membaca tulisan ini, adalah nilai plus bahwa cerita ini ditulis dengan
tulus.

Penasaran? yuk baca di sini : http://www.storial.co/book/dalam-sujud-kita-beda

Bullies
oleh Okke Sepatumerah

(Featured Review Editor’s Choice – Week #6)

Tulisan yang ringan dan captivating sekali !!!

Terutama pada bagian dialog yang membuat
seolah-olah pembaca juga hadir di tempat yang sama dan menyaksikan langsung
kejadiannya. It’s really cool!
Terlebih lagi dengan pemanfaatan tema sosial masyarakat urban metropolitan dewasa ini, yang super up-to-date dengan pemahaman penulis akan merek-merek ternama dan
mengangkat tema digital sosial media yang trend
sekarang ini seperti Facebook dan Instagram.

Tema pop-culture
dibalut dengan konflik-konflik umum-lah yang membuat tulisan ini ringan, simple dan dibawakan dengan gaya bahasa
yang renyah serta nggak sulit untuk dipahami. Bahkan ketika dibaca dan sedikit
menemukan kesalahan pada tanda baca, atau cara penulisan satu kata, sama sekali
nggak mempengaruhi ke-antusiasme-an
pembaca. Belum lagi bagaimana penulis menggambarkan karakter-karakter yang ada,
mendetail tapi nggak kentara, ditambah eksekusi tempat juga dijabarkan dengan
baik, serta penanda waktu antara flashback
dan present day juga jelas sehingga
membuat pembaca tidak bingung menebak-nebak.

 #Bullies ini menceritakan tentang karakter
Sophie, seorang fashion reporter di majalah perempuan sekaligus fashion
Instagrammer – pekerjaan yang mapan di lingkungan yang bergengsi dan memiliki
badan ramping yang diidamkan banyak perempuan. Namun sebenarnya Sophie masih
memiliki trauma masa lalu. Undangan reuni SMU mengingatkannya pada masa-masa
terpedih dalam hidupnya. Meski dengan segala hal yang Sophie miliki, Sophie
tetap merasa dihantui ketakutan yang sangat untuk datang ke reuni tersebut,
bahkan untuk membalaskan sakit hatinya. Cerita ini akan membawa kita menemani
Sophie menyelesaikan ketakutan dan kebencian terbesarnya akibat bullying yang dulu dia terima.

Overall,
this is one hell of local Chick Lit.
Para penikmat cerita-cerita Chick Lit pasti senang dan menikmati tulisan ini.  

yuk ikutin ceritanya di sini : http://www.storial.co/book/bullies

Yeay!!!

Setelah penantian panjang untuk mengumpulkan pemenang, akhirnya Storial.co dan Nulisbuku berhasil mendapatkan pemenang untuk kompetisi menulis #DearMama yang diselenggarakan pada tanggal 8 – 14 Desember 2015 lalu.

Inilah para pemenangnya : 

  1. Percakapan Bisu dengan Mama – Rizal Iwan
  2. Sang KehilanganMuhammad Ariqy Raihan
  3. Hujan di Bulan JuniDewiyana Nina
  4. Ibu yang Kubenci Tak Akan Pernah Sama dengan Ibu yang Kalian CintaiSaffi Alima
  5. 3 Aroma IbuParlina Wi

Kelima pemenang di atas berhak mendapatkan masing-masing 1 eksemplar buku berisi naskah-naskah terbaik #DearMama – pastinya, karyanya juga dibukukan dong – dan merchandise dari Nulisbuku.

Sementara pemenang dari karya terbaik kompetisi menulis #DearMama : Percakapan Bisu dengan Mama – Rizal Iwan, berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 500,000,00 dan 3 eksemplar buku berisi naskah-naskah terbaik #DearMama, serta merchandise dari Nulisbuku.

Selain itu, 200 naskah terbaik telah dibukukan melalui Nulisbuku dan royalti yang diperoleh dari penjualan buku nantinya akan disumbangkan.

Bagi kelima pemenang, silahkan kirim email konfirmasi ke : send@nulisbuku.com dan thestorial@gmail.com sertakan nama, kontak social media dan nomor HP yang bisa dihubungi untuk info selanjutnya terkait dengan distribusi hadiah.

Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua dan selamat bagi para pemenang!