Rabu Ulasan: NUE, Kisah Fantasi Tentang Dosa, Kutukan, dan Kerajaan

Judul : NUE

Kategori : Novel

Ditulis oleh : Nanda Muhammad F

Status : Selesai

Jauh di titik gelap langit sana. Pada jarak jutaan tahun cahaya. Dalam ketidaktahuan ilmuan terbaik bumi. Sebuah planet bernama Lux mengorbit bintangnya, dan terus melakukannya demi menjaga fungsi kehidupan yang berlangsung di dalamnya.

Berbeda dengan bumi. Ketika manusia-manusia bumi terus melaju pesat bersama perkembangan ilmu pengetahuannya. Maka manusia-manusia yang ada di sana, hidup bersama aturan alam yang telah ada sejak dahulu kala. Mereka hidup dalam keseimbangan. Hidup berdampingan dengan alam sebagai dua hal yang saling terkait dan membutuhkan. Continue reading “Rabu Ulasan: NUE, Kisah Fantasi Tentang Dosa, Kutukan, dan Kerajaan”

Rabu Ulasan: Pantomime, Antara Bertahan dan Menyerah

Judul: Pantomime

Kategori: Novel

Ditulis oleh: Sayyidatul Imamah

Menurut Atlanta, hari yang dia punya tinggal 18 hari lagi.

Menurut Asteria, tidak ada hari untuknya.

Dan, menurut mereka berdua, hidup mereka seperti Pantomimer. Bersembunyi dalam topeng, dan tidak akan pernah ada yang bisa mendengar kata-kata mereka. Kata-kata yang ingin mereka teriakkan sejak lama.

Saat mereka bertemu. Atlanta menyadari kehadiran Asteria, tapi Asteria menunggu kehadiran Atlanta. Pertemuan itu layaknya pertemuan antara embun dan daun.

Pantomime bercerita tentang dua orang remaja. Mereka bernama Atlanta dan Asteria. Keduanya memiliki pandangan yang berbeda mengenai hidup. Di usianya yang ke-17, Atlanta terus berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Ia selalu mempertanyakan tentang arti hidup, yang baginya tidak ada harapan. Lantaran Atlanta merasa dirinya aneh, orang lain tidak menginginkannya, dan dirinya hancur.

Atlanta hanya punya waktu dalama 18 hari sebelum tiba pada hari kematiannya. Menjelang 18 hari itu, Atlanta kerap menuliskan catatan dan pesan untuk ibunya sebelum ia pergi, sampai suatu hari ia bertemu dengan gadis bernama Asteria.

Berbeda dengan Atlanta, Asteria adalah gadis yang kuat atau lebih tepatnya keras kepala. Asteria tidak punya tempat untuk pulang. Ia harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain setiap harinya, hanya untuk mempertahankan hidupnya, sampai suatu hari ia bertemu dengan Atlanta dan kehidupannya pun berubah.

Apakah Atlanta akan mengakhiri hidupnya? Dan, mampukan Asteria mempertahankan kehidupannya?

Penasaran? Baca cerita selengkapnya di Storial atau klin link berikut ini: bit.ly/pantomime1

Rabu Ulasan: The Secret Wizards 4 Elements, Kisah Penyihir ala Indonesia

Hai, Storialis!

Selain ulasan dari Annie mengenai buku Bullies karya Okke Sepuatumerah, yang bisa kamu baca di posting-an sebelumnya atau dengan mengklik di sini. #RabuUlasan hari ini juga memiliki ulasan lain dari Sofia dengan akun Instagram @sofiadheril. Buku yang diulas ini berjudul The Secret Wizards 4 Elements karya Dimas Pettigrew.

Menurut Sofia, buku bertema fantasi ini mengingatkannya pada sosok Harry Potter dan universe dari animasi Avatar: The Legend of Aang yang dijadikan satu.

Kira-kira seperti apa ceritanya, ya? Sebelum membaca ceritanya, kamu bisa membaca ulasan dari Sofia berikut ini, yah.

Judul: The Secret Wizards 4 Elements

Status: Selesai

Kategori: Fantasi

Penulis oleh: Dimas Pettigrew

Season 1 dari serial The Secret Wizards

Setelah kematian kedua orangtua mereka, Damian Blake dan Nick Blake pindah ke Bandung, Indonesia, untuk memulai awal yang baru. Kehidupan mereka mulai berubah ketika menyadari bahwa mereka adalah penyihir. Dengan bantuan teman-teman mereka sesama penyihir, mereka harus mengatasi beberapa ancaman yang akan membahayakan dunia.

Continue reading “Rabu Ulasan: The Secret Wizards 4 Elements, Kisah Penyihir ala Indonesia”

Rabu Ulasan: Bullies, Balas Dendam Seorang Fashion Instagrammer

Hai, Storialis!

Di #RabuUlasan kali ini, ada ulasan terbaru yang ditulis oleh Annie melalui akun Instagramnya @Annienamiez. Buku yang ia ulas berjudul Bullies karya Okka Sepatumerah. Ada yang sudah baca buku tersebut?

Kalau belum, simak ulasannya berikut ini, yah.

Sumber foto dari @Annienamiez

 “Mungkin buat kamu yang pernah mem-bully orang lain karena menurutmu mereka aneh, mungkin kamu bisa berpikir bahwa kamu ‘cuma nyela bercanda’, tapi nggak demikian bagi yang jadi korban celaanmu.”

Continue reading “Rabu Ulasan: Bullies, Balas Dendam Seorang Fashion Instagrammer”

Rabu Ulasan: Kisah Dibalik Perjalanan Menjadi Tuan Presiden

“Ini bisnis, Bung! Jangan dibawa perasaan, loyalitas kita hanya untuk proyek ini.”

Judul: Tuan Presiden

Ditulis oleh: Kell R

Status: Masih berlanjut

Kategori: Novel

Deskripsi

Sebuah konspirasi proyek ikut serta dalam dunia politik yang dipimpin oleh Pras. Ia membuat semua senang, semua kenyang. Namun, bukan politik namanya kalau bisa puas begitu saja, para aktor yang terlibat di dalamnya mulai saling menyerang dalam diam, berusaha menguasai proyek tersebut sendirian.

Pilihan mereka hanya dua, mati dibunuh atau masuk penjara. 

Atau mati di dalam penjara.  Continue reading “Rabu Ulasan: Kisah Dibalik Perjalanan Menjadi Tuan Presiden”

[Rabu Review] Nomor Antrian Kematian oleh Ririn Ayu

Nomor Antrian Kematian

Ditulis oleh: Ririn Ayu

Jumlah bab: 1

Status: Sudah Selesai

Kategori: Horror

“Percayakah kalian jika waktu kematian mengikuti sistem layaknya antrian periksa di rumah sakit dalam dunia manusia?”

Kematian, kata ini selalu saja berhasil membuat bergidik siapa saja yang mendengarkannya. Bukan kepastian dari kematatian yang menakutkan, melainkan waktu. Waktu akan kapan datangnya kematian. Sudah jelas, manusia tidak akan pernah tahu kapan kematian akan datang. Bisa jadi, kematian akan datang saat usia kalian sudah tujuh puluh tahun, seratus tiga belas tahun, atau mungkin, kematian bisa datang saat kalian selesai membaca tulisan ini.

Bagaimana, takut? Tentu saja, itulah perasaan yang akan pembaca rasakan setelah membaca cerpen berjudul ‘Nomor Antrian Kematian’ ini. Hal itu terjadi karena, penulis mampu mengembangkan ide cerita dan memberikan gambaran kepada pembaca seperti apa kengerian kematian. Bagi yang sudah pernah menonton ‘Death Note,’ mungkin pada awal membaca cerpen ini, pembaca akan berfikir penulis mempunyai ide yang sama dengan cerita tersebut. Tapi tenang, idenya sama sekali berbeda, yang sama hanyalah unsur benda yang berkaitan dengan kematian.

Cara bercerita pada cerpen ini sederhana tapi mengasyikkan. Pemaparan tempat, suasana, dan latar cerita terkesan pas dan pantas. Pesan yang ingin penulis sampaikan pun sampai kepada pembaca. Pada bagian tengah cerita, penulis akan membiarkan pembaca berfikir sendiri tentang seperti apa kenyataan akhir ceritanya. Namun, pada akhir cerita, dengan terkesan tidak memaksakan penulis mampu memberikan akhir yang akan membuat pembaca berfikir “Oh, jadi begitu.”

Cerita ini sangat direkomendasikan bagi para pembaca yang menyukai misteri atau horror. Pada cerita ini tidak ada adegan yang tidak pantas atau terkhusus untuk usia tertentu, jadi cerita ini bisa dibaca oleh usia berapa saja. Dan hal yang paling penting dari cerita ini, penulis mampu membuat pembaca berfikir, ‘kita semua harus siap untuk waktu kematian kita.’

Nomor Antrian Kematian karya Ririn Ayu dapat kamu baca di link berikut: https://www.storial.co/book/nomor-antrian-kematian

image

Rabu, 21 Februari 2018

Pengulas: Riza Indriyasta (akun Storial: ceritapena17)

[Rabu Review] Sebuah Wawancara Televisi oleh Arnike Wijayakusuma

Sebuah Wawancara Televisi

Status: Masih Berlanjut

Kategori: Cerita Pendek

Ditulis oleh: Arnike Wijayakusuma

Diterbitkan: 27 Jun 2016, 21:58:02 PM

“Bukan pengarang namanya kalau kau tidak bisa mengarang satu atau dua hal tentang hidupmu sendiri.”

Bercerita tentang sebuah Wawancara Televisi yang menggambarkan pergulatan batin seorang penulis setiap kali pertanyaan tentang ayah terlontar dari sang pewawancara. Di hadapan tiga buah kamera, ia berusaha menjawab setiap pertanyaan sebaik mungkin, tak peduli betapa berlawanannya setiap jawaban tersebut dengan kilasan balik di kepalanya.

Pertanyaan-pertanyaan itu berbentuk;

“Apakah kalian sering membahas karya kalian di waktu luang?”

“Apa momen paling mengesankan bersama ayah Anda?”

“Katanya, Anda sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan ayah Anda, ya?”

Yang membuat cerita atau plot yang sederhana ini menarik adalah; setiap pertanyaan berhasil menciptakan suasana emosi yang semakin pelik. Konflik yang tak pernah terselesaikan meski kata maaf telah terucap.

“Oke, sekarang ceritakan tentang ayah Anda. Bagaimana hubungan Anda dengannya?”

Kira-kira jawaban apa yang pertama kali menghampiri kepalamu? Akankah jawaban itu berbeda ketika kamu dihadapkan pada situasi yang berbeda pula?

.

.

.

Pengulas: Eugenia Rakhma (akun storial: eugeniarakhma)

[Rabu Review] Koentjoep Lajoe oleh Belladonna Tossici

Koentjoep Lajoe

Judul: Koentjoep Lajoe

Ditulis oleh: Belladonna Tossici

Jumlah bab: 8

Status: Masih Berlanjut

Kategori: Novel

“Bau berjenis-jenis kopi sudah biasa meyambutku jika masuk kemari.” -Sumarah

Genre historical fiction atau fiksi sejarah adalah genre yang mengambil plot dalam setting di masa lampau. Esensi mendasar pada genre ini biasanya terletak di deskripsi keadaan pada masa lampau, kondisi ekonomi sosial, bahkan mungkin saja status sosial yang berbeda untuk lelaki dan perempuan pada zaman tersebut.

Salah satu tantangan dari genre ini adalah kritik tentang kebenaran karena biasanya, penulis yang menulis cerita berjenis historical fiction mengambil ide atau terinspirasi dari kejadian-kejadian nyata pada dahulu kala. Penulis akan ditantang untuk mengeksplorasi fakta yang ada, tokoh-tokoh berpengaruh pada masa itu dan juga keakuratan peristiwanya—apa pun yang melatarbelakangi kisah yang ditulis.

Salah satu cerita dengan genre historical fiction yang cukup sukses adalah Memoirs of A Geisha oleh Arthur Golden, pun sudah diangkat ke layar lebar. Meski cukup memuaskan, toh novel dan film ini pun menuai kritik juga kontroversi. Singkatnya, genre historical fiction memang salah satu jenis yang sangat menantang karena selain harus dikemas menarik, juga wajib dibungkus dengan cermat dan cerdas.

Koentjoep Lajoe, adalah salah satu novel ringan namun sarat dan berani mengambil setting Indonesia pada zaman penjajahan Belanda, dahulu. Cerita yang ditulis oleh Belladonna Tossici ini berkisah tentang seorang perempuan Jawa, ayu lagi penurut bernama Sumarah yang rupa-rupanya dicinta oleh Johann, Londo tak keparat yang cukup baik pada kaum pribumi. Kisah cinta mereka cukup manis namun berkonflik tak hanya karena perbedaan ras namun juga terhalang oleh kemenangan Nederland dan campur tangan Nippon di Tanah Air.

Novel dengan delapan bab ini asyik untuk dibaca—meski disarankan bagi pembaca berusia 18 tahun ke atas karena isu dan beberapa adegan yang hanya pantas bagi usia tersebut—dan tidak terasa berat dengan bumbu-bumbu sejarah negeri kala itu.

Ide cerita romansanya menarik, tentang gundik alias simpanan sebagai tokoh utama. Sementara mungkin banyak penulis akan memilih tokoh perempuan baik-baik, Belladonna merengkuh tokoh kontroversial sebagai lakon inti. Penokohannya pun cukup matang. Sumarah dengan unggah-ungguh wanita Jawa, Johann dengan keberanian dan kebaikan sebagai orang asing.

Gaya penulisannya pun nikmat untuk diikuti. Minim typo, meski ada beberapa penempatan kata sambung yang kurang nyaman, namun tertutupi dengan alur cerita yang dikemas apik. Latar Indonesia pada sekitar tahun 1942 pun membuat kisah ini semakin menawan karena pembaca jadi membayangkan Tanah Jawa pada zaman wanita-wanita berkain jarik dan berkebaya, lalu lalang di antara para Londo. Latar digambarkan dengan cukup detail dan informatif.

Penggunaan bahasa Jawa, bahasa Belanda dan Jepang cukup baik dan terarah. Pembaca mendapat wawasan menarik sembari membaca cerita dan tentunya, diharapkan bagian-bagian ini masih terus ada hingga akhir kisah. Penulis pun menyuguhkan sudut pandang penilaian terhadap bangsa Belanda yang kala itu dipandang sebagai bangsa penjajah lewat mata Sumarah, bagaimana sebenarnya manusia tidak bisa disamaratakan dan betapa keinginan menyelamatkan terkadang harus dilakukan lewat cara yang buruk.

Koentjoep Lajoe, novel dengan bab-bab padat berisi, gemulai namun tidak berlebihan. Sebuah cerita yang cocok bagi para pembaca yang menginginkan kisah penuh gairah dan gelora. Silakan baca 8 bab yang sudah terbit di https://www.storial.co/book/koentjoep-lajoe

image

Rabu, 31 Januari 2018

Pengulas: Nofrianti Eka Pratiwi (nekapratiwi27)

[Rabu Review] Ular Tangga oleh Harun Malaia

Ular Tangga

Judul: Ular Tangga

Ditulis oleh : Harun Malaia

Jumlah bab: 100

Kategori: Olahraga & Petualangan

Status: Masih Berlanjut

“SELAMAT DATANG DI LAMAN PERMAINAN ULAR TANGGA.PERMAINAN INI MEMBUTUHKAN KERJASAMA ANTAR PEMAIN, SILAKAN SALING BERKENALAN DI KOLOM KOMENTAR.”

Mau baca buku tapi dengan perasaan senang seolah sedang bermain boardgame? Sudah baca “Ular Tangga” karya Harun Malaia belum? Kamu pasti suka, deh.

Ditulis dengan gaya yang unik, kamu akan benar-benar diajak bermain ular tangga dalam setiap bab atau level yang ada. Asyiknya, dalam setiap level tersebut akan ada tantangan menulis yang harus kamu selesaikan. Format penulisan setiap level pun berbeda-beda.

Dalam buku ini, penulis banyak menggunakan semacam flyer yang dikreasikan sedemikian rupa, yang berisi tantangan menulis. Dari mulai membuat flash fiction dengan tema tertentu, membuat pantun dengan jawaban “pemenang nobel,” sampai kejutan, “Kamu boleh langsung lompat ke level 90!” Totalnya ada 100 level yang telah dituliskan. Benar-benar seperti bermain “Ular Tangga”, ya?

Nah, selain menuliskan pantun atau cerita, kamu juga diwajibkan mendapatkan tanda suka atau like tertentu untuk maju ke level berikutnya. Sayangnya, pemain di “Ular Tangga” ini masih sedikit. Padahal dengan membaca (atau bermain) “Ular Tangga” ini, kamu bisa membaca karya partisipan lain dan saling mengapresiasi. Dijamin, tak hanya membuat harimu menjadi ceria, melalui “Ular Tangga”, kamu pun dapat mempelajari banyak hal dari karya-karya partisipan lainnya.

Kamu tertarik untuk ikut bermain? Yuk, ramaikan!

Langsung kunjungi bukunya untuk mulai bermain “Ular Tangga” di link berikut https://www.storial.co/book/ular-tangga

image

Rabu, 17 Februari 2018

Pengulas: Eugenia Rakhma (akun storial: eugeniarakhma)

Sumber foto: cnbc(dot)com

[Rabu Review] It’s Horror Time oleh Yamashita, dkk.

It’s Horror Time

Judul: It’s Horror Time

Ditulis oleh: Yamashita, dkk.

Jumlah bab: 13

Kategori: Horor

Status: Masih Berlanjut

“Kami memang bersekutu dengan setan. Kami akan tetap hidup sepajang meminum darah manusia.” (dikutip dari cerpen berjudul Warung di Perempatan)

It’s Horror Time adalah buku yang berisi kumpulan cerpen bergenre horor dan thriller. Tiap babnya berisi cerpen yang sanggup membuat pembaca merinding. Mulai dari cerita tentang hantu, mitos, sampai pembunuhan. Meskipun setiap cerpennya ditulis dengan singkat namun kengerian yang berusaha penulis sampaikan akan terasa kepada pembaca. Dengan jumlah kata yang singkat inilah penulis selalu menyimpan twist di akhir yang membuat pembaca tercengang.

Salah satu cerpen terbaik dalam buku It’s Horror Time yang berjudul Warung di Perempatan yang ditulis oleh Tri Mulyati menceritakan tentang seorang penjual bakso yang memiliki seorang saingan bernama Pak Dullah. Akhir-akhir ini bakso yang dijualnya tidak laku karena warung bakso Pak Dullah menjual bakso yang lebih enak dan harganya lebih murah. Ia pun menyewa mata-mata untuk mencari tahu rahasia apa yang pak Dullah sembunyikan hingga warung baksonya laris manis. Penasaran dengan bahan dasar bakso yang pak Dullah jual, ia pun menyelidiki sendiri rahasia dibalik kesuksesan Pak Dullah. Tak disangka-sangka rasa penasaran itu membawanya pada kejadian yang sangat mengerikan.

Ide cerita dalam buku ini sangat bervariasi. Pembaca tidak akan merasa bosan dengan cerita pendek yang terdapat dalam buku ini. Walau pemilihan diksinya tergolong biasa saja, namun pembaca akan tetap merasa nyaman membacanya. Tulisan yang mengalir dan alur cerita yang jelas merupakan daya tarik dalam buku ini.

Untuk kamu yang mulai penasaran dengan buku It’s Horror Time karena review di atas, kamu bisa membaca seluruh kisahnya di sini http://www.storial.co/book/its-horror-time-1

image

Rabu, 10 Januari 2018

Pengulas: Evita MF (akun storial: evitamf)