fbpx
Showing: 1 - 10 of 21 RESULTS
FritingTips

[Friting Tips] Membuat Tulisan Bergizi dari Non-Fiksi

Non-fiksi adalah genre yang yang membuat kita bisa menikmati bacaan tanpa perlu banyak berimajinasi. Rata-rata non-fiksi memang ditulis dengan rangkaian fakta dan juga tanpa adanya konflik. Jenis tulisan non-fiksi juga bermacam-macam contohnya dari biografi, otobiografi, esai, opini, artikel berita dan lain-lain. Meski tidak membutuhkan tokoh dan juga alur cerita yang berganti-ganti seperti pada fiksi, menulis …

FritingTips

[Friting Tips] Social Media. Bad or Good?

Keberadaan media sosial sekarang ini sudah seperti sebuah kebutuhan primer. Mulai dari anak kecil hingga Ibu-ibu arisan mempunyai akun di media sosial. Sebagian beralasan karena tidak ingin dikatakan kudet (kurang update). Sebagian lagi karena ingin mengukuhkan eksistensi mereka di dunia maya. Dengan adanya media sosial, segala macam informasi bisa mereka dapatkan dengan mudah. Sayangnya, informasi …

FritingTips

[Friting Tips] Tips Menjadi Buku Pilihan Minggu Ini di Storial

Menyelesaikan sebuah karya saja rasanya sudah sangat menyenangkan, apalagi kalau sampai jadi buku pilihan mingguan! Wah, tentunya ini akan jadi semacam prestasi akan karyamu di Storial dan bisa menjadi portofoliomu!

Namun, dari ribuan buku yang ada di Storial, slot untuk menjadi Buku Pilihan Minggu Ini hanya ada 8 buku. Artinya, kamu harus bersaing dengan ribuan karya lain untuk mendapat slot tersebut.

Seiring berjalannya waktu, banyak member Storial yang bertanya bagaimana cara agar karya mereka menjadi Buku Pilihan Minggu Ini? Dan jawaban-jawaban yang kami berikan kala itu rasanya belum memuaskan keingintahuanmu, kan?

Didasari pertanyaan tersebut, pada Friting Tips edisi kali ini kami akan membocorkan beberapa cara agar karyamu dapat berpotensi untuk terpilih menjadi Buku Pilihan Minggu Ini.

Yuk simak bersama!

1. PASTIKAN BUKUMU MEMILIKI COVER

Kita semua pasti sepakat untuk tidak menilai sebuah buku hanya dari cover-nya saja. Namun, kehadiran cover, terutama di platform Storial, merupakan nilai plus yang bisa menarik perhatian pembaca. Selain itu, bukumu akan terkesan ‘memakai baju’ dan tidak kedinginan!

2. ISI KOLOM SINOPSIS

Nih, kalau kamu misalnya lagi lihat-lihat buku di toko buku, pasti kamu akan langsung melihat bagian belakang atau bagian ‘blurb’-nya dulu, kan? Kolom sinopsis dari Storial juga memiliki fungsi yang sama seperti itu. Dengan mengisi kolom sinopsis dengan cermat, kamu bisa mengundang rasa penasaran pembaca, sekaligus membuat komponen dari bukumu lebih lengkap.

3. PERHATIKAN STATUS BUKU

Status buku yang menampilkan ‘masih berlanjut’ atau ‘sudah selesai’ juga berpengaruh, lo. Kalau misalnya kamu menulis cerpen dengan ending menggantung, lalu status bukunya ‘masih berlanjut’, buku kamu akan dianggap belum selesai.

4. CEK KAIDAH MENULIS

Karena pada akhirnya isi kontenlah yang menentukan, terutama di bagian teknis/kaidah menulis. Tulisan yang rapi dalam arti ‘penempatan titik dan koma’ yang benar bisa menjadi faktor penunjang, jika dipadu dengan tema dan ide cerita yang menarik, bukumu tentu berkesempatan besar menjadi Buku Pilihan Minggu Ini.

5. BUATLAH PICT QUOTES

Sebagai salah satu strategi kampanye, buatlah gambar dengan quotes yang menarik perhatian dan posting di media sosial. Dengan begitu pembacamu akan bertambah lebih banyak, dan karyamu akan dibicarakan di mana-mana.

Nah, 5 tips tersebut bisa kamu terapkan mulai sekarang. Dengan begitu kesempatan untuk masuk ke dalam rak Buku Pilihan Minggu Ini akan lebih besar. Namun, kamu harus tetap mengingat bahwa sainganmu lebih dari 15.000 orang yang juga menulis dalam platform yang sama, di Storial.co. So, kalau belum terpilih minggu ini, jangan menyerah! Kesempatanmu mungkin ada pada mingu-minggu berikutnya ^^

FritingTips

[Friting Tips] Mengenal Non-Fiksi Lebih Dalam

Kali ini, kami akan memberi sedikit informasi tentang non-fiksi terutama buku-buku yang termasuk sebagai non-fiksi yang mungkin suatu saat harus kalian tulis.

Kalian tentu sudah kenal dengan istilah fiksi yang tulisannya dapat berupa cerpen, novel maupun puisi. Dalam karya fiksi, penyampaian informasi atau peristiwa dan karakter yang ada, baik sebagai karakter utama atau pendamping, adalah hasil imajinasi penulisnya. Hal tersebut berbeda dengan apa yang ada dalam karya non-fiksi. Dari sisi pembaca, umumnya tulisan fiksi dicari karena keinginan dan tulisan non-fiksi karena kebutuhan.

Pengertian Non-Fiksi

Simak beberapa pengertian tentang non-fiksi berikut:

  1. Non-fiksi merupakan karya yang informatif, meskipun sering disusun berupa cerita, tapi penulisnya bertanggungjawab atas akurasi peristiwa yang disajikan. Sehingga cerita yang di dalamnya merupakan peristiwa yang benar-benar terjadi di masyarakat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam momen-momen tertentu.
  2. Non-fiksi merupakan karangan atau tulisan yang disajikan dalam bentuk cerita nyata. Atau cerita kehidupan yang dituangkan dalam sebuah tulisan.
  3. Non-fiksi adalah karya seni dalam bentuk faktual.

Sebenarnya dapat dikatakan bahwa perbedaan fiksi dan non-fiksi hanya pada faktual atau tidaknya sebuah tulisan dan imajiner atau tidaknya. Jadi, perbedaan tersebut tidak mempengaruhi gaya bahasa, murni masalah fakta atau khayalan saja.

Gaya bahasa dalam tulisan non-fiksi bersifat denotative yakni tidak bermakna ganda, tapi mempunyai pengertian yang terbatas dan pasti. Bisa dikatakan pula tulisan non-fiksi menggunakan bahasa baku karena memiliki taraf obyektifitas tinggi, untuk menarik dan menggugah pikiran pembacanya.

Jenis Non-Fiksi

Ada dua jenis non-fiksi, yaitu :

  1. Non-Fiksi Murni
    Buku-buku di sini berisi pengembangan berdasar data-data yang autentik. Misalnya: buku Bahasa Indonesia kelas 6 karya Engkos Kosasih, dkk, The Magic Smile karya Adhi F Abdul ‘Id, Teknik Seni Bermain Gitar karya Famoya, Bakat Bukan Takdir karya Bukik Setiawan dan Andrie Firdaus.
  2. Non-Fiksi Kreatif
    Tulisan yang berawal dari data otentik kemudian pengembangannya berdasar imajinasi, biasanya dalam bentuk novel, puisi atau prosa.

Contoh Karya Non-Fiksi

A. Contoh novel non-fiksi:

  • Timur Leng karya Justin Marozzi.
    Berisi tentang tokoh bernama Timur Leng yang orang biasa kemudian menjadi seorang penakluk wilayah kesultanan Mughal di India di zaman sebelum Taj Mahal berdiri.
  • Kiai Ahmad Dahlan (Jejak Pembangunan Sosial Dan Kemanusiaan) karya Prof. Abdul Munir Mulkhan.
    Tentang Bapak yang sangat dihormati, tentang Muhammadiyah dan Kiai Ahmad Dahlan.

B. Contoh prosa non-fiksi:

  • Artikel, Tajuk Rencana/Editorial, Opini, Biografi, Tips, Reportase, Jurnalisme Baru, Iklan, dan Feature/Ficer (isi berita yang tidak aktual/ kejadian yang telah lalu).

Kebutuhan Buku Non-Fiksi ‘Pembaca Zaman Now

Setelah membaca uraian di atas pasti sudah tergambar apa sih tulisan non-fiksi itu. Ya, kan? Selanjutnya pasti muncul pertanyaan: “Lalu buku-buku non-fiksi seperti apa sih yang banyak dicari orang-orang/masyarakat?”

Melihat era globalisasi di segala bidang seperti sekarang ini beberapa tema buku-buku non-fiksi masih sangat dibutuhkan, lo. Yuk kita simak satu-satu tema/topik buku-buku yang dimaksud.

1. Tema Kesalehan/Keimanan

Dalam keadaan zaman yang banyak menampilkan perdebatan masalah keyakinan, tentu membuat sebagian masyarakat ingin mempertebal keimanan mereka. Salah satunya dengan belajar untuk memperdalam ajaran-ajaran agamanya. Buku-buku non-fiksi bertema religi masih diburu banyak orang.

2. Tema Kependidikan

Untuk buku-buku tema ini memang pangsa pasarnya tergolong luas. Karena buku-buku di sini diharapkan mampu menambah pelajaran, tetapi bukan buku pelajaran. Para pelajar, mahasiswa dan orang-orang yang masih terus belajar sampai usia tak terbatas pun akan mencari buku tema ini.

Misal: Buku Dasar-dasar ilmu politik karya Prof. Miriam Budiardjo.

3. Tema Kanak-kanak dan Remaja

Buku tema ini akhir-akhir ini manjadi laris. Mungkin karena para orang tua pun ikut mencari buku-buku ini lebih mengetahui apa yang sebenarnya tengah dialami anak-anaknya. Baik yang masih dalam usia perkembangan apalagi usia remaja.

Contoh dari buku-buku ini banyak, misalnya buku yang menguraiknan tentang perkembangan anak usia 0 tahun sampai 1 tahun. Dan buku tentang usia remaja.

4. Tema Kewirausahaan dan Kekayaan

Siapa yang tidak ingin bisnisnya bertambah maju dan siapa yang tidak ingin cepat kaya? Meskipun seringnya isi buku seperti terlalu bombastis. Hanya menceriterakan kesuksesan orang saja tanpa diuraikan kendala-kendalanya.

Contoh buku tema ini yang laris : Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki.

5. Tema Kesehatan dan Kecantikan

Seperti juga buku-buku yang satu ini, masih laris manis di pasaran karena sasaran pembacanya di semua usia.

6. Tema Keluarga

Buku ini biasanya diminati para orang tua dan ibu rumah tangga. Utamanya tentang masalah anak-anak yang berkebutuhan khusus.

7. Tema Kesenangan Ketrampilan

Buku-buku memasak, pertanian, otomotif, dan beberapa yang lain bertema sama, masih diminati. Apalagi tentang hobi dan ketrampilan yang dapat menghasikan uang.

8. Tema Kisah

Biasanya buku-buku otobiografi.

9. Tema Komputer

Era digital saat ini sangat membutuhkan orang harus paham masalah teknologi yang satu ini.

10. Tema Kontroversial

Hal-hal yang tidak biasa atau menimbulkan perdebatan biasanya menjadi sangat menarik untuk diikuti. Buku tema ini pun banyak dicari, pastinya.

So, tentukan salah satu tema/topik yang sesuai dengan keahlian menulismu, ya! Selamat menulis, Storialis!


Jumat, 8 Desember 2017

Dirangkum oleh: Gendhuk Gandhes (akun Storial: gendhuk)

 

Didesain oleh: Rakhmi Fitriani (akun Storial: rakhmifitriame)


Sumber:

– Wikipedia

– terbitin.blogspot.com

– inirumahpintar.com

FritingTips

[Friting Tips] Mutualisme Antara Fiksi dan Fakta

Yang fiktif pastilah fiksi, yang faktual pastilah nonfiksi. Dalam kenyataannya, penulisan fiksi tidak selalu menganut dikotomi demikian. Meskipun tajuknya fiktif, tulisan fiksi nyaris selalu harus menyisipkan fakta di dalamnya, atau justru dibangun di atas jalinan fakta yang benar-benar nyata.

Lewat artikelnya di situs Writing Forward, Sam Russell menyatakan bahwa kehadiran fakta ini sifatnya vital, agar pembaca mampu membayangkan dan mengaitkan apa yang disampaikan dalam tulisan fiksi dengan kenyataan.

Berikut ini sejumlah tips dari penulis yang juga pengajar di GKBC Writer Academy ini, tentang penulisan fiksi berdasarkan fakta.

Prinsip utama: fakta yang dimuat harus benar.

Apa pun genre tulisan yang kita pilih, fakta yang disajikan harus diketahui dan disajikan dengan benar. Pembaca baru bisa memercayai suatu kebohongan dalam cerita fiksi, apabila kebohongan itu dilingkupi oleh fakta-fakta yang akurat. Di sinilah titik tolak dari berbagai pendekatan penulisan fiksi berdasarkan fakta dapat dilakukan.

Apa yang dibutuhkan seorang penulis untuk mencari fakta?

Hanya ada dua cara: mengalami sendiri, atau mencarinya lewat riset.

Pengalaman sendiri yang dituangkan dalam cerita bisa berupa pengalaman pribadi, maupun pengalaman profesional.

Apa saja tips untuk menulis fiksi berdasarkan fakta, agar cerita kita menjadi hidup?

Dalam artikel yang sama, Russell membagikan tiga belas tips menarik yang bisa kita coba, ketika hendak menulis fiksi yang berdasarkan fakta-fakta.

1. Sadarlah akan dunia sekitar, lalu amatilah, dan bangun latar cerita berdasarkan apa yang kita indrai. Kita bisa mencobanya dengan berhenti dari aktivitas sejenak, lalu mengindrai apa yang ada di sekitar kita. Catat, resapi, dan nikmati dalam-dalam. Tuangkan dalam kata-kata.

2. Mengupinglah. Semua penulis perlu melakukan ini, setidaknya untuk kepentingan riset.

3. Perhatikan orang lain dan apa yang mereka lakukan. Sama seperti menguping, memperhatikan orang lain dan aktivitasnya juga perlu untuk kepentingan riset.

4. Perhatikan diri sendiri. Di sini, menyelami pikiran sendiri dan persepsi diri sendiri atas apa yang dilihat atau didengar pun penting.

5. Catat semuanya dan simpan dengan baik.

6. Carilah sesuatu yang belum kita ketahui atau kuasai, dan biarkan diri kita terobsesi dengannya. Kebiasaan ini penting untuk membangun niat riset, agar riset yang dilakukan memadai untuk kepentingan cerita.

7. Baca, baca, dan baca: apa saja termasuk tentang subjek yang tidak kita minati.

8. Sewaktu membaca, catat apa yang menarik buat kita. Kembangkan riset dari sana.

9. Selama riset, biasakan untuk lebih banyak menggunakan sumber buku daripada internet, dan janganlah mengandalkan Wikipedia sebagai sumber tunggal.

10. Kumpulkan fakta, informasi, pengalaman menjadi satu, dan gabungkan semuanya secara longgar menjadi kerangka besar cerita.

11. Apa saja yang perlu dibuat fiktif? Fiksikan fakta-fakta yang bersifat personal. Buat kode-kode atau sisipkan informasi hingga hanya kita yang mengerti apa rahasia yang terkandung di dalamnya. Jika bingung, ambil patokan begini: buat cerita kita terdengar/terbaca sebagai sesuatu yang universal, bisa dikaitkan dengan semua orang, tanpa memuat nama orang, nama tempat, dan rincian sensitif.

12. Spesifik. Masukkan fakta penting yang mendukung plot cerita. Pilihlah fakta yang harus ada, dan jika tidak ada maka konsekuensinya dapat berpengaruh pada persepsi realitas cerita di mata pembaca.

13. Jangan berlebihan. Tidak seluruh hasil riset bisa dimasukkan dalam cerita. Pilihlah hanya informasi yang berkenaan dengan plot cerita.

Jumat, 24 November 2017

Ditulis oleh: Henny (akun Storial: triskaidekaman)


Sumber artikel: https://www.writingforward.com/news-announcements/guest-posts/how-to-write-fiction-based-on-fact

FritingTips

[Friting Tips] 5 Manfaat Luar Biasa dari Mendongeng untuk Anak

Dahulu mendengarkan sebuah dongeng adalah hal yang paling disukai dan dinantikan oleh anak-anak. Namun, saat ini mendengarkan sebuah dongeng menjadi kegiatan yang langka seiring perubahan zaman. Orang tua kadang tak punya waktu membacakan dongeng untuk anaknya sebelum tidur, karena kesibukan mereka itulah akhirnya orang tua cenderung membiarkan anak-anaknya bermain gadget atau menonton televisi. Padahal mendongeng memiliki banyak manfaat bagi anak.

1. Memperkenalkan kosakata baru pada anak

Masa kanak-kanak adalah masa terbaik untuk mempelajari bahasa. Inilah saat yang tepat untuk mengajarkan anak pada kosakata yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya. Saat mendongeng pastinya terdapat kata-kata baru yang belum mereka pahami. Saat mendongeng kita akan mendapatkan banyak pertanyaan seperti, “Kastil itu apa? Bijaksana itu apa?” Melalui pertanyaan-pertanyaan itulah, saatnya orang tua mengajarkan pada anak tentang arti dari sebuah kata.

2. Meningkatkan kemampuan mendengarkan anak

Mendengarkan ternyata bukan hal yang mudah. Anak-anak cenderung lebih senang berbicara dari pada mendengarkan. Saat di sekolah, anak-anak senang berbicara dari A sampai Z, bahkan ketika guru sedang menjelaskan di depan kelas mereka tak henti berbicara dengan teman-teman di sebelahnya. Begitu pula saat di rumah, anak-anak juga tak henti berbicara bahkan ketika orang tuanya sedang memberi nasihat. Dengan mendongeng, orang tua mengajarkan anak-anak mereka untuk diam dan mendengarkan saat orang lain berbicara. Mendongeng mengajarkan anak-anak untuk menjadi pendengar yang baik. Jika anak terbiasa mendengarkan dongeng, mereka akan terbiasa untuk menghormati ketika ada orang lain berbicara, dan kebiasaan ini akan terbawa baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat.

3. Meningkatkan pemahaman anak tentang sejarah dan budaya

Dongeng biasanya bercerita tentang sejarah, mitos, fabel dan legenda. Melalui mendongeng, anak-anak diperkenalkan pada cerita sejarah ataupun budaya Indonesia. Contohnya dongeng Roro Jonggrang, melalui cerita Roro Jonggrang anak diajarkan tentang sejarah Roro Jonggrang yang ada di Candi Prambanan. Kita juga bisa tambahkan pengetahuan tentang lokasi dan hal-hal yang berkaitan tentang candi Roro Jonggrang. Dengan begitu, mendongeng tak hanya sekedar mendongeng, namun sarana untuk meningkatkan pemahamanan tentang sejarah dan budaya Indonesia.

4. Mengajarkan nilai moral pada anak

Cerita yang baik adalah cerita yang mengandung pesan di dalamnya. Dalam bercerita jangan lupa untuk memilih sebuah cerita yang dapat diambil nilai kebaikan di dalamnya. Tak hanya nilai moral saja, namun banyak nilai-nilai kebaikan lainnya yang dapat kita ajarkan pada anak melalui sebuah cerita. Contohnya ketika mendongengkan cerita tentang ‘Bawang Merah dan Bawang Putih’, ajarkan pada anak tentang pesan yang tersirat di dalam cerita tersebut bahwa siapa yang berbuat baik dan tulus akan mendapatkan balasan yang baik pula.

5. Sarana belajar yang menyenangkan

Salah satu cara belajar yang mengasyikan bagi anak adalah melalui mendengarkan dongeng. Dengan mendengarkan dongeng anak akan belajar banyak hal, mereka belajar bahasa, belajar budaya, belajar memahami cerita, serta belajar menemukan pesan moral dalam cerita. Bagaimana caranya agar anak belajar sambil mendengarkan cerita? Itulah tugas penting untuk si pendongeng agar membuat cerita yang menarik dan membuat anak penasaran untuk bertanya. Jika disampaikan dengan cara yang tidak menarik, anak akan kehilangan  minat untuk mendengarkan dan bertanya. Di tengah-tengah mendongeng, kita juga bisa menyelipkan pertanyaan-pertanyaan kepada anak untuk mengetahui seberapa jauh anak memahami cerita. Seorang ahli bahkan menyarankan agar anak didorong untuk membuat cerita pendek dengan karakter-karakter yang telah diceritakan.

Ternyata mendongeng untuk anak memiliki banyak manfaat. Daripada anak dibiarkan berjam-jam bersama gadget dan televisi, lebih baik luangkan sedikit waktu Anda untuk membacakan dongeng pada anak. Hal inilah yang sering orang tua dan para guru lupakan, bahwa mendongeng banyak memberikan manfaat untuk anak maupun anak didik mereka. Oleh karena itu, mulai sekarang metode mendongeng dapat dijadikan salah satu alternatif untuk para orang tua dan guru dalam membantu anak-anak belajar.


Sumber: https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/relationships/parenting/benefits-of-story-telling-to-children/articleshow/38788664.cms

Ditulis oleh: Evita Menur Fauziah (akun Storial: evitamf)

BNNS 2017 FritingTips Writing Project & Competition

[Friting Tips] Antara Menulis dan Melawan Waktu

Jika kamu adalah seorang peserta #BNNS2017 lalu terbangun dan mendapati kekuatan untuk mengendalikan waktu, apa yang akan kamu lakukan? Menahan bulan November sampai novelmu selesai? Banyak kisah-kisah penulis yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan draf pertama novelnya, lalu datang gagasan-gagasan untuk membuat novel dalam waktu satu bulan. Mungkin terdengar mengerikan dan mustahil, namun, tidak ada …

FritingTips

[Friting Tips] Antara Menghitung Kata dan Mengirim Naskah Biasanya, menjelang akhir tahun selalu banyak lomba menulis dan pembukaan pengiriman naskah novel. Pasti kalian para penulis sudah bersiap-siap mengirimkan naskah masing-masing, bukan? Namun, apakah kalian bingung berapa sih sebetulnya batas jumlah kata yang masih termasuk cerpen dan berapa yang sudah dikategorikan novela? Atau masih bingung ketika …

FritingTips

[Friting Tips] Siapa Takut Menulis Cerita Horror?  “We all float down here!” ― Stephen King, It  Cerita horor tidak pernah lekang oleh waktu dan zaman. Meskipun waktu dan zaman senantiasa berubah, cerita horor selalu menjadi primadona di dalam masyarakat dan memiliki penggemar garis kerasnya sendiri. Beragam cerita horor tersaji dalam berbagai alur cerita, mulai dari …

FritingTips

[Friting Tips] Siapa Takut Menulis Cerita Horror?  “We all float down here!” ― Stephen King, It  Cerita horor tidak pernah lekang oleh waktu dan zaman. Meskipun waktu dan zaman senantiasa berubah, cerita horor selalu menjadi primadona di dalam masyarakat dan memiliki penggemar garis kerasnya sendiri. Beragam cerita horor tersaji dalam berbagai alur cerita, mulai dari …