fbpx

Storial Punya Cerita: Reality Show Khusus Penulis?

Apa sih Storial Punya Cerita itu?

 

Penasaran?

Storial Punya Cerita merupakan acara reality show untuk penulis dan pembaca yang menawarkan pengalaman baru bercerita. Melalui acara ini, penulis terpilih berkesempatan mendapatkan hadiah uang dan kontrak penerbitan sekaligus mentoring selama satu bulan dari para mentor profesional di bidang literasi. Jadi, penulis yang lolos di Storial Punya Cerita ini sudah siap jadi The Next Storial Top Writers!

Nah, di tanggal 28 Agustus kemarin, telah berlangsung live audition yang dihadiri oleh 4 juri profesional di bidang literasi untuk menentukan siapa yang akan lolos menjadi finalis Storial Punya Cerita, yakni ada Brilliant Yotenega (Founder Nulisbuku dan Storial.co), Wisnu Suryaning Adji (Penulis Rahasia Salinem) dan Jia Effendie (Editor in Chief Storial.co) serta di acara kali ini, Storial Punya Cerita kedatangan juri tamu spesial yakni Alim Sudio, penulis skenario film yang karyanya telah menghiasi box office Indonesia, sebut saja Ayat-Ayat Cinta 2,  Mariposa, Surga Yang Tak Dirindukan, 99 Cahaya di Langit Eropa, Chrisye, Rasuk, Dimsum & Martabak, Pesantren Impian, dan masih banyak lagi. 

Selama masa pendaftaran, ada 500 premis lebih yang masuk dan hal ini menandakan bahwa antusiasme para penulis di Storial ini besar sekali!

Lalu dari 500 premis tersebut, diseleksi kembali menjadi 15 premis yang akan mengikuti di live audition. Harap diingat, Live audition ini adalah blind audition di mana juri tidak mengetahui sama sekali siapa identitas di balik pemilik premis tersebut dan begitu juga penulis yang terpilih tidak tahu kalau premisnya terpilih menjadi 15 finalis yang lolos di tahap ini. Jadi ga akan ada tuh isu nepotisme atau asas kenal di kompetisi ini. Yang terbaik lah yang akan terpilih sesuai kriteria para juri.

Makin menegangkan bukan?

Premis dari berbagai genre pun diadu. Mulai dari romance, horror, thriller dan semua genre hadir di dalam Storial Punya Cerita! Selama live audition Storial Punya Cerita, Juri pun banyak memberikan pujian, saran dan bahkan berkomentar pedas kepada penulis dan premisnya. Bahkan sesama juri saling tikung untuk memperebutkan finalis dan menjadi mentornya. 

Acara makin seru karena tiba-tiba saja hadir Fajar Nugros sang sutradara film Indonesia serta Salman Aristo penulis skenario film indonesia yang menjadi juri tamu dadakan! Hmm, apakah Storial Punya Cerita ini akan menghasilkan film yang mewarnai ranah bioskop Indonesia selanjutnya?

Selain itu, di suasana yang panas dan menegangkan karena komentar juri yang sedemikian pedas, acara ini menghadirkan dua bintang tamu spesial yang menghibur para peserta dan penonton dengan suara indahnya yakni Oendari dan Michael Idol. Oendari adalah penyanyi dan pencipta lagu yang suara dan karyanya telah menghiasi berbagai soundtrack film mulai dari Galih & Ratna dan Susah Sinyal. Oendari juga menjadi pengarah vokal salah satunya dalam lagu yang populer dan mendapatkan perhatian dunia, yakni LATHI (2020) dari Weird Genius dan Sara Fajira. Selain itu, Michael Idol penyanyi yang terkenal setelah menempati tempat kelima pada Indonesian Idol musim pertama juga menghadirkan penampilan dan suara terbaiknya dalam Storial Punya Cerita kali ini.

Dari 15 finalis tersebut akhirnya juri memilih 7 finalis yang akan maju ke babak selanjutnya dan mendapatkan sesi mentoring dari para mentor. Nah selama 1 bulan, 7 finalis tersebut harus menyelesaikan naskahnya dengan bantuan para mentor untuk merebutkan juara 1 dari Storial Punya Cerita di babak final. Babak ini adalah babak akhir yang akan menentukan pemenang dari Storial Punya Cerita yang akan dinilai juri dari transformasi karakter, plot yang rapi, logika cerita, kesalahan pengetikan dan teknik menulis.

 

Penasaran sama keseruan di balik Storial Punya Cerita? Langsung aja ke Youtube Storial untuk tonton SPC Series Episode 1 yuk!

 Baca cerita finalis Storial Punya Cerita di sini

Pegiat Literasi Kembali Menggelar “keREADta”, Aksi Membaca di MRT Jakarta

Membaca merupakan kegiatan yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Misalnya saat perjalanan di kendaraan umum. Untuk itu, para pegiat literasi yang tergabung dalam Taman Baca Inovator, Indoreadgram, dan Booktube Indonesia kembali menggelar keREADta 2019. Seperti namanya, kampanye ini mengajak para penumpang untuk membaca buku di kereta.

Sumber foto: tim keREADta

Berbeda dari dua tahun sebelumnya, tahun ini kampanye keREADta dilakukan di Moda Raya Terpadu (MRT). Dalam acara ini juga, Pemprov DKI bersama MRT Jakarta menginisiasi dan memulai kampanye mereka, yaitu #RuangBacaJakarta dengan menyiapkan kotak donasi buku dan rak buku yang tersebar di 13 stasiun MRT Jakarta.

“Hal inilah yang membuat kami berkolaborasi dengan Yayasan Taman Baca Inovator, Indoreadgram, Booktube Indonesia, dan 200 relawan untuk kampanye membaca buku di dalam MRT Jakarta dengan rute Stasiun Bundaran HI – hingga Stasiun Lebak Bulus,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, Minggu (8/9), di Jakarta.

Read More…

KeREADTa 2019: Membaca Sebagai Gaya Hidup

Apakah kamu tahu fakta literasi Indonesia saat ini membaik? Berdasarkan fakta literasi dari Universitas Kingston London, pada tahun 2018 menyatakan bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan 6 jam waktu membaca dalam satu minggu. Pada Riset tersebut Indonesia berada pada peringkat 16 dari 30 Negara yang diteliti dan berada di atas Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang.

Berdasarkan fakta positif diatas beberapa komunitas literasi di Jakarta, kembali membuat sebuah kegiatan kampanye, yang mengajak masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai gaya hidup, bernama KEREADTA. Acara ini diinisiasi oleh Taman Baca Inovator, Indoreadgram dan Booktube Indonesia yang bertujuan untuk menjadikan membaca sebagai gaya hidup orang Indonesia.

Tahun ini merupakan ketiga kalinya KeREADta akan dilaksanakan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KeREADta tahun ini akan dilaksanakan pada 8 September 2019 sekaligus merayakan hari aksara sedunia di transportasi terbaru yaitu Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Kegiatan ini akan diikuti oleh 200-an relawan yang akan membaca di MRT Jakarta dan dilanjutkan dengan Talkshow bertema “Make Reading a Trend”.

Read More…

[Liputan] Writers’ Series 2018, The Story of Us

Hi, Storialis!

Writers’ Series yang menjadi agenda tahunan The Jakarta Post Writing Center, tahun ini kembali hadir, dan Storial berkesempatan untuk menjadi salah satu media partner acara bergengsi ini.

Dibagi ke dalam dua kegiatan dalam dua hari, Writers’ Series 2018 dimulai dengan sebuah mini conference yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 5 Mei 2018, di Upper Room, Annex Building Jakarta, yang kemudian dilanjutkan pada keesokkan harinya untuk sebuah workshop kepenulisan bersama dengan penuli dan jurnalis yang profesional di bidangnya.

Kali ini Storial akan meliput mini conference Writers’ Stories 2018 buat kamu!

Read More…

[Event] Segitiga Pemuda (Semud) : Di Balik Cerita

Regenerasi Pekerja Kreatif menjadi visi Segitiga Pemuda

Acara perdana sekaligus perkenalan grup penulis Segitiga Pemuda resmi diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 Mei 2018, di Marketing Gallery Permata Hijau Suites, Jakarta. Grup penulis yang diisi oleh Reza Reinaldo, Ariqy Raihan, dan Rama Nugraha merupakan gerakan yang bertujuan untuk mendukung setiap pekerja kreatif dalam kegiatan publikasi dan pendekatan dengan para penikmat kreatif menggunakan metode yang berbeda-beda.

Regenerasi Pekerja Kreatif merupakan visi yang diambil oleh Segitiga Pemuda, didasari fakta yang sedang dialami industri kreatif saat ini, yaitu stagnannya nama-nama pekerja kreatif yang kompeten, Segitiga Pemuda mengawali fokus grup ini dalam bagian publisis & Creative Organizer.

Read More…

[Event] Rayakan Hari Buku, Pegiat Literasi Baca Buku Di Dalam KRL

Dalam rangka Hari Buku Sedunia yang jatuh setiap tanggal 23 April, PT Kereta Commuter Indonesia bersama Yayasan Taman Baca Inovator, Indoreadgram dan Booktube Indonesia menggelar aksi ‘keREADta’ pada Minggu (22/4) pagi ini. KeREADta (baca:ke-réad-ta) merupakan gerakan membaca buku sekaligus ajakan untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan, khususnya di dalam Kereta Rel Listrik (KRL). Aksi yang bertajuk “ketika kereta menjadi tempat yang menyenangkan untuk membaca” ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat khususnya pengguna jasa tentang manfaat dan pentingnya membaca sekaligus memberikan motivasi gemar membaca.

Pada agenda kali ini PT KCI berkolaborasi penuh dengan Taman Baca Inovator, Indoreadgram dan Booktube ID yang bergabung menjadi tim inisiator bernama LokomoTim. Sebelumnya aksi serupa telah sukses dijalankan tahun lalu, kali ini #KeREADta2018 dikemas dalam kegiatan yang lebih seru, menarik, dan tentunya tidak hanya sebatas kegiatan membaca di dalam KRL saja. Diikuti oleh sekitar 400 peserta yang terdiri dari relawan-relawan pegiat literasi, aksi ini dibuka dengan flashmob membaca buku serentak di dalam KRL yang bergerak dari Stasiun Jakarta Kota dan berakhir di Stasiun Universitas Indonesia.

Selain mengampanyekan gemar membaca buku di dalam rangkaian KRL, aksi ini juga berlanjut dengan Talk Show di Kampus Universitas Indonesia. Talk show yang terbagi menjadi lima kelas inspirasi ini diisi oleh sejumlah narasumber kenamaan dan berpengalaman. Adapun kelas-kelas inspirasi tersebut dibagi menjadi sebagai berikut.

1. Kelas Literasi bersama Nirwan Ahmad Arsuka (penulis esai, pendiri Gerakan Pustaka Bergerak), Abinaya Ghina Jamela (Penulis “Resep Membuat Jagat Raya”), Yona Primadesi (Penulis Puisi dan Sajak), Adli Hakim Nasution (Manajer Komunikasi Perusahaan PT KCI)

2. Kelas Fiksi bersama Andry Setiawan (Penerbit Novel Korea & Jepang), Lia Indra Andriana (Penerbit Haru & Spring)

3. Kelas Blog bersama Afifah Mazaya (Blogger)

4. Kelas Jurnalistik bersama Eko Suprihatno (Redaktur Media Indonesia)

5. Kelas Puisi bersama Al-Muhtadi (Penulis Puisi)

Vice President Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa mendukung penuh kegiatan ini karena ia menilai aktivitas membaca merupakan kegiatan yang sangat positif untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan “Dalam menggunakan transportasi KRL biasanya pengguna akan punya cukup waktu selama dalam perjalanan. Akan sangat disayangkan bila waktu yang ada tidak digunakan untuk membaca. Aksi ini tentu bisa menjadi inspirasi bagi penumpang KRL untuk memanfaatkan waktunya selama dalam perjalanan,” pungkasnya.

Read More…

[Liputan] #KeREADta 2018 Makin MERIAH!

Hai, Storialis!

Kita ketemu lagi dalam liputan acara KeREADta 2018!

Acara akbar untuk membaca bersama di dalam kereta ini diselenggarakan pada hari Minggu, 22 April 2018, dalam rangka untuk menyambut Hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 23 April. Diprakarsai oleh Lokomotim yang terdiri dari Taman Baca Inovator, Indoreadgram, dan Booktube.id, tahun ini ada lebih dari 1.000 pendaftar untuk mengikuti KeREADta!

Setelah melakukan tahap penyaringan, maka terpilihlah 400 peserta yang berhak mengikuti acara dan mengenakan atribut yang telah disiapkan. Para peserta yang siap membaca bersama dan menyebarkan virus #AyoMembaca ini berkumpul di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, pada pukul 08.00 pagi untuk mendapatkan instruksi dari panitia dan instruksi dari perwakilan Commuter Line.

IMG_20180422_103735_HDR

Read More…

[Event] Menuju Literasi dan Sastra di KEREADTA 2018

Setelah mengadakan #Kereadta pada tahun 2017, Lokomotim (Taman Baca Inovator, Indoreadgram dan Booktube Indonesia) kembali mengadakan #Kereadta pada tahun 2018 dengan beberapa pembaruan serta jumlah relawan yang lebih banyak. Ke(READ)ta merupakan gerakan membaca buku sekaligus ajakan untuk membaca di dalam kereta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para penumpang lain agar memiliki kesadaran tentang pentingnya membaca.

Aksi “KEREADTA” ini akan berlangsung pada hari Minggu, 22 April 2018 bertepatan memperingati Hari Buku Sedunia. Aksi ini bertajuk “ketika kereta menjadi tempat yang menyenangkan untuk membaca!”. Bergerak dari Stasiun Jakarta Kota menuju Universitas Indonesia. Tidak sekedar membaca namun ratusan relawan literasi akan mengajak para penumpang KRL untuk ikut juga membaca buku di kereta sehingga lewat aktivitas membaca buku di kereta ini, kita bisa dapat memanfaatkan waktu dengan positif yaitu membaca dimana saja.

Gerakan ini tak hanya sampai di dalam kereta saja, untuk menyempurnakan gerakan ini dalam suatu praktik literasi, kami memfasilitasi relawan dengan membuka kelas Inspirasi secara gratis untuk relawan yang sudah terpilih melalui indorelawan.org. Kelas Inspirasi ini bertajuk “Merajut Sastra dan Literasi” bersama KeREADta. Berkumpul untuk berbagi ilmu yang ditemani pembicara keren dan berpengalaman.

  1. Kelas Literasi bersama Nirwan Ahmad Arsuka, Abinaya Ghina Jameela dan Yona Primadesi.
  2. Kelas Fiksi bersama Andry Setiawan dan Lia Indra Andriana.
  3. Kelas Blog bersama Afifah Mazaya.
  4. Kelas Jurnalistik bersama Eko Suprihatno.
  5. Kelas Puisi bersama Al-Muhtadi.

Dukungan juga hadir dari PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) yang akan menginformasikan pentingnya membaca di dalam commuterline melalui iklan dan voiceannouncer di setiap gerbong serta bersedia mengawal aksi KEREADTA dari Stasiun Kota hingga Stasiun Universitas Indonesia. Lokomotim melihat dukungan penuh dari commuterline sebagai komitmen penting yang dapat dimaknai bahwa transportasi umum akan menjadi tempat yang nyaman untuk para penikmat buku sekaligus memberi stimulus kepada penumpang lain untuk selanjutnya dapat menikmati buku di mana saja.

KEREADTA merupakan aksi nyata untuk terus mendorong semangat semua orang dalam membangun minat baca di Indonesia. Melalui aksi KEREADTA ini kita juga mengajak masyarakat untuk melakukan aksi nyata dari apa yang kita baca lewat praktik-praktik literasi yang membangun dunia literasi Indonesia menjadi lebih baik.

Jakarta, 14 April 2018

Relawan Kereadta

Simbolisasi Penyerahan Kaos dari KCI ke Relawan
Copyright Storial.co 2020