Sebelum Kompetisi Menulis Novel #HappyGirl Berakhir, Coba Lakukan Empat Hal Ini!

Kompetisi menulis novel #HappyGirl tinggal menghitung hari sebelum ditutup pada Selasa, 30 April 2019, pukul 21.00 WIB. Bagaimana progres cerita kamu? Sudah selesai atau masih berjuang untuk menyelesaikannya?

Sebelum kompetisi #HappyGirl ini berakhir. Coba lakukan empat hal berikut ini:

1. Ubah Status Cerita Kamu

Salah satu syarat utama untuk memenangkan kompetisi ini adalah menyelesaikan ceritamu. Untuk itu, jangan lupa untuk mengubah status tulisan kamu dari masih berlanjut menjadi selesai.

Jangan sampai gara-gara lupa ubah status ceritamu, kamu gugur sebagai pemenang di kompetisi kali ini. Padahal cerita yang kamu tulis itu  sudah selesai.  Continue reading “Sebelum Kompetisi Menulis Novel #HappyGirl Berakhir, Coba Lakukan Empat Hal Ini!”

Berawal dari Storial.co, Enam Novel Ini Diterbitkan Jadi Buku Cetak!

Menulis hingga menerbitkan buku bukanlah perkara mudah bagi banyak orang, terutama untuk mereka yang mengaku bercita-cita ingin menjadi penulis. Tapi, bukan berarti impian itu tidak bisa terwujud.

Storial.co sebagai social storytelling platform pertama di Indonesia, tidak hanya menjadi wadah penulis dan pembaca untuk berkarya dan saling berinteraksi, tapi juga bisa mejadi solusi bagi penggunanya untuk mewujudkan impiannya.

Hal ini terbukti dari beberapa karya yang ditulis di Storial.co, yang kemudian berhasil dilirik dan diterbitkan oleh beberapa penerbit Indonesia. Berikut ini rekomendasi novel-novel di Storial yang kini sudah bisa kamu baca versi cetaknya.

1. Rahasia Salinem

Novel ini merupakan karya kolaborsi antara dua penulis, yaitu Brilliant Yotenega dan Wisnu Suryaning Adji di Storil.co. Novel ini mendapatkan sambutan baik dari pembaca di Storial.co, hingga akhirnya novel ini berhasil terpilih menjadi novel terbaik di tahun 2018 lalu dalam ajang Storial Choice Award. Continue reading “Berawal dari Storial.co, Enam Novel Ini Diterbitkan Jadi Buku Cetak!”

6 Langkah Mudah Menyelesaikan Novelmu dalam Sebulan

Sebelum memulai menulis, pertama-tama, matikan editor dalam diri kamu dan biarkan kamu menulis dengan mengalir tanpa beban. Jangan dulu pikirkan apakah ceritamu akan bagus atau tidak, karena sudah jelas draf pertama novelmu akan buruk. Itu tidak apa-apa.

Akan tetapi, kamu bisa meminimalisasi hasil akhir yang buruk itu dengan membuat rancangan novel.

1. Ubah ide cerita menjadi premis

Kamu bisa memulai dengan mencari sesuatu yang paling membuatmu gelisah. Jika kamu menulis untuk mengikuti kompetisi menulis #teenlit #HappyGirl, kamu bisa mengingat-ingat apa hal yang membuatmu paling takut, cemas, terganggu, atau gelisah saat kamu SMA.

Contohnya: apakah kamu akan lulus UN, atau apakah punya pacar akan membuatmu tidak fokus belajar, atau aku kok sejak lahir jomlo melulu, atau aku kok dibanding-bandingin terus sama saudara aku yang nilainya selalu bagus, atau kenapa sih aku dibully sama temanku? Banyak hal yang bisa kamu pikirkan untuk calon novel kamu.

Berikutnya, ubah ide itu menjadi premis. Sederhananya, premis adalah intisari novelmu hanya dalam satu kalimat. Rumusnya: Premis = tokoh utama + keinginan/tujuan + rintangan.

Contoh: Dua (Finch dan Violet) remaja berusaha bertahan hidup meskipun didera masalah psikologis (All The Bright Places). Continue reading “6 Langkah Mudah Menyelesaikan Novelmu dalam Sebulan”

Empat Kesalahan yang Perlu Kamu Hindari Saat Menulis Novel

Dalam menulis, sebenarnya tidak ada aturan baku yang perlu kamu lakukan. Kalau kamu mau menulis sesuatu yang kamu suka, maka tulislah. Walau begitu, bukan berarti kamu bisa mengabaikan kesalahan-kesalahan yang ada dalam menulis. Agar kesalahan itu, tidak kamu lakukan, kamu perlu mengetahui apa saja kesalahan-kesalahan yang perlu kamu hindari saat menulis.

1. Menulis Hal yang Belum Pernah Kamu Baca

Kamu ingin menulis novel, setidaknya kamu harus suka baca novel. Bagaimana kamu bisa menulis, jika kamu tidak suka atau bahkan tidak pernah membaca sebelumnya?

Penulis yang baik adalah penulis yang mau membaca, setidaknya membaca karya penulis lainnya. Lewat membaca, kamu juga bisa belajar cara seseorang dalam menulis, sehingga hal ini bisa memudahkan kamu saat menulis.

2. Menulis dan Mengedit dalam Waktu yang Bersamaan

Menulis dan mengedit merupakan dua kegiatan yang perlu kamu pisahkan saat menulis novel. Ketika kamu menulis, gunakan waktu dan pikiranmu bekerja sepenuhnya hanya untuk menulis. Biarkan tangan kamu menulis atau mengetik setiap kata yang hadir dalam benakmu.

Kalau kamu mau mengedit, lakukan saat kamu sedang tidak menulis, karena hal ini hanya akan membuat tulisanmu tidak pernah selesai-selesai.

3. Tidak Adanya Konflik dalam Cerita

Salah satu yang membuat pembaca tertarik untuk membaca sebuah cerita adalah konfliknya. Selain itu, konflik juga membuat pembaca kamu betah dan bertahan sampai ceritamu selesai. Untuk itu, peran konflik menjadi sangat penting. Walau, kamu berencana membuat akhir cerita yang bahagia, konflik dalam cerita tetap dibutuhkan.

4. Karakter yang Terlalu Klise

Pembaca akan mudah bosan, jika karakter yang kamu hadirkan sudah terlalu sering muncul. Jika kamu terinspirasi ingin membuat karakter dari novel yang pernah kamu baca, cobalah untuk membuat perbedaan dengan karakter tersebut.  

 

Lakukan Empat Cara Ini, untuk Memancing Kreativitasmu Sebagai Penulis

Kreativitas bukan hanya milik kalangan pekerja seni, setiap orang dan apa pun bidang pekerjaannya membutuhkan kreativitas dalam menghasilkan suatu karya. Begitu juga dengan penulis.

Menulis merupakan sebuah proses dan bukan hanya sebatas menulis, karena dalam menulis seseorang memanfaatkan pikiran dan fisik mereka. Orang-orang yang kreatif adalah mereka yang dapat memaksimalkan kondisi fisik dan mental mereka untuk berkarya.

Terkadang, seseorang sering mengeluh tidak ada ide atau kesulitan mencari ide. Padahal ide tidak datang begitu saja. Ide bisa diciptakan. Jangan hanya menunggu datangnya ide. Menunggu ide datang sama saja seperti menunggu kereta di bandara. Kamu tidak akan menemukan kereta lewat di sana, kan?

Continue reading “Lakukan Empat Cara Ini, untuk Memancing Kreativitasmu Sebagai Penulis”

6 Tipe Pengunjung Pameran Buku, Kamu Masuk Tipe yang Mana?

Mulai dari yang senang berburu buku murah sampai yang cuma numpang foto, tipe pengunjung ini bisa kamu temukan saat berkunjung ke pameran buku. Di antara enam tipe pengunjung pameran buku yang ada, kamu termasuk tipe yang mana?

1. Si Pemburu Diskon

Datang ke pameran buku cuma buat ngincer diskonan. Si tipe yang satu ini, sengaja datang cuma buat beli buku-buku yang udah lama masuk wishlist mereka. Mendapatkan buku dengan harga yang murah, bisa memberi kesempatan untuk berburu lebih banyak buku. Jadi, mereka bisa punya persediaan buku sampai akhir tahun.

2. Si Jastip Buku

Tipe ini sangat pandai memanfaatkan kesempatan dan melihat peluang untuk mendapat penghasilan tambahan dari buku. Kalau kamu nggak bisa datang ke pameran karena terhalang oleh waktu dan jarak, tapi tetap ingin beli buku. Kamu bisa minta bantuan sampai Si Jastip Buku.

Ciri-ciri pengunjung ini sangat mudah dikenali. Mereka biasanya suka membawa banyak buku, sibuk keliling pameran untuk fotoin buku, dan sering ngecekin hape mereka buat ngabarin pelanggannya. Continue reading “6 Tipe Pengunjung Pameran Buku, Kamu Masuk Tipe yang Mana?”