Storial’s Choice Award 2018: Pemilihan Novel Terbaik di Storial

Storial’s Choice Award 2018

Hai, Storialis!

Ada kabar baru nih. Menyambut akhir tahun, Storial akan mengadakan Storial’s Choice Award 2018.  Apa itu Storial’s Choice Award?

Storial’s Choice Award (SCA) merupakan ajang tahunan yang diadakan Storial untuk memilih buku terbaik selama satu tahun. Pada tahun 2018, SCA diselenggarakan pertama kalinya dalam rangka mengapresiasi karya-karya penulis Storial. Karya yang nantinya terpilih diharapkan mampu menjadi bagian dari daftar buku terbaik yang hadir dalam format digital. Selain itu, SCA dapat memotivasi penulis untuk meningkatkan kualitas tulisannya.

Continue reading “Storial’s Choice Award 2018: Pemilihan Novel Terbaik di Storial”

Buku Para Mantan, Karya Terbaru Vinca Callista Ini Ada di Storial!

Mantan.

Apa yang kamu bayangkan saat mendengar kata “mantan”?

Sebagian besar orang mungkin menganggap mantan hanyalah masa lalu. Sosok yang dulunya pernah mengisi ruang di hati. Sosok yang kehadirannya memberi kenangan sekaligus luka karena perpisahan yang ada, di antara dua insan yang pernah saling mencinta. Continue reading “Buku Para Mantan, Karya Terbaru Vinca Callista Ini Ada di Storial!”

Rabu Ulasan: Pantomime, Antara Bertahan dan Menyerah

Judul: Pantomime

Kategori: Novel

Ditulis oleh: Sayyidatul Imamah

Menurut Atlanta, hari yang dia punya tinggal 18 hari lagi.

Menurut Asteria, tidak ada hari untuknya.

Dan, menurut mereka berdua, hidup mereka seperti Pantomimer. Bersembunyi dalam topeng, dan tidak akan pernah ada yang bisa mendengar kata-kata mereka. Kata-kata yang ingin mereka teriakkan sejak lama.

Saat mereka bertemu. Atlanta menyadari kehadiran Asteria, tapi Asteria menunggu kehadiran Atlanta. Pertemuan itu layaknya pertemuan antara embun dan daun.

Pantomime bercerita tentang dua orang remaja. Mereka bernama Atlanta dan Asteria. Keduanya memiliki pandangan yang berbeda mengenai hidup. Di usianya yang ke-17, Atlanta terus berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Ia selalu mempertanyakan tentang arti hidup, yang baginya tidak ada harapan. Lantaran Atlanta merasa dirinya aneh, orang lain tidak menginginkannya, dan dirinya hancur.

Atlanta hanya punya waktu dalama 18 hari sebelum tiba pada hari kematiannya. Menjelang 18 hari itu, Atlanta kerap menuliskan catatan dan pesan untuk ibunya sebelum ia pergi, sampai suatu hari ia bertemu dengan gadis bernama Asteria.

Berbeda dengan Atlanta, Asteria adalah gadis yang kuat atau lebih tepatnya keras kepala. Asteria tidak punya tempat untuk pulang. Ia harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain setiap harinya, hanya untuk mempertahankan hidupnya, sampai suatu hari ia bertemu dengan Atlanta dan kehidupannya pun berubah.

Apakah Atlanta akan mengakhiri hidupnya? Dan, mampukan Asteria mempertahankan kehidupannya?

Penasaran? Baca cerita selengkapnya di Storial atau klin link berikut ini: bit.ly/pantomime1

Kiat Meningkatkan Jumlah Pembacamu di Storial

Hai, Storialis!

Kamu senang menulis cerita di Storial? Ingin ceritamu bisa dikenal dan dibaca lebih banyak orang?

Di tulisan kali ini, Storial ingin membagikan kiat-kiat yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan jumlah pembacamu di Storial sehingga ceritamu bisa lebih banyak dibaca dan diketahui orang lain.

Penasaran apa saja kiatnya? Simak tulisan berikut ini, ya.

1. Konsisten

Menulis bukanlah hal yang mudah. Tapi, bisa menjadi mudah jika dilakukan secara rutin. Untuk itu, seseorang perlu konsisten dalam menulis.  Hal pertama yang bisa kamu lakukan yaitu, mulai menetapkan target menulis. Misalnya, dalam satu minggu kamu perlu menulis satu cerita baru di Storial.

Dengan menetapkan target seperti itu, kamu juga dapat membuktikan kepada pembaca dan mereka yang mungkin mengikuti ceritamu, bahwa kamu merupakan penulis yang konsisten dan produktif dalam menulis.

2. Bagikan Ceritamu

Selain menulis cerita, sebagai penulis kamu juga perlu membagikan cerita yang sudah kamu tulis. Hal ini penting dilakukan penulis agar tulisan kamu bisa diketahui dan dibaca banyak orang.

Bagaimana orang lain bisa tahu, jika kamu sendiri tidak membagikan dan memberitahu orang lain bahwa kamu sudah menulis cerita di Storial?

Di Storial sendiri, terdapat fitur share button yang bisa kamu manfaatkan untuk membagikan ceritamu kepada teman-teman  atau pengikutimu di media sosial.  Hal ini dapat memancing pendatang baru untuk mulai membaca tulisan-tulisanmu. Kamu juga bisa membagikan ceritamu di media sosial dengan mention akun Storial di Instagram atau Twitter @Storialco.

3. Buat Kutipan Menarik

Selain membagikan ceritamu dan memberitahu kalau kamu sudah menulis cerita baru di Storial.  Cara lain yang bisa kamu lakukan, bisa juga dengan membagikan kutipan menarik dari cerita yang kamu buat.

Selain kutipan, kamu perlu menyertakan gambar/ilustrasi/desain dari kutipan tersebut, sehingga kutipanmu jauh lebih menarik dan mengundang pembaca untuk membaca tulisanmu.

Bagaimana cara membuat kutipan?

Kamu bisa membaca tulisanmu lagi, kemudian cari kutipan yang mungkin akan dianggap menarik bagi pembaca sehingga mereka mau membaca tulisanmu. Selain itu, cari kutipan yang bisa mewakili tulisanmu.

4. Ajak Teman Untuk Memberikan Komentar

Setelah membagikan tulisanmu di media sosial, kamu juga perlu mengajak teman kamu untuk ikut terlibat membaca karyamu dalam hal memberikan comment. Lewat comment ini, kamu bisa menilai tulisan yang sudah kamu buat. Kalau ada masukan yang diberikan dari pembaca, kamu bisa menjadikan hal itu sebagai bahan masukan dalam menulis.

Bagaimana dengan tips kali ini? Semoga bisa membantu kamu dalam meningkatkan jumlah pembacamu di Storial.

Rabu Ulasan: Timur dan Saya, Kisah Remaja yang Menggemaskan

Hai, Storialis!

Di #RabuUlasan ini, selain ulasan dari @Annienamiez yang bisa kamu baca di sini dan ulasan dari @Sofiadheril di sini. Ada satu ulasan cerita lain yang ditulis Yessie dari akun Instagram-nya @Yessielrismar. Ia mengulas buku berjudul Timur dan Saya karya Gisel Heidi.

Cerita yang menurut Yessi merupakan kisah yang menyenangkan untuk dibaca. Apalagi, cerita ini bisa ia habiskan tidak lebih  dari satu jam. Sebelum membaca ceritanya, kamu bisa simak ulasan singkat dari Yessie berikut ini, yah.

Judul: Timur dan Saya

Kategori: Teenlit

Ditulis oleh: Gisel Heidi

Timur :

Sebenarnya nama dia Sayaka. Tapi dia bersikeras dipanggil Saya meskipun nama panggilan itu sering menjadi bahan bercandaan dan kadang membuat orang-orang bingung—khususnya saya.

Saya :

Si wakil ketua kelas itu namanya Timur. Cara bicaranya formal dan keputus-putus … kayak robot. Wajahnya juga datar. Siapa pun nggak akan nyangka kalo dia anak teater—begitu juga aku … tadinya.

Timur dan Saya berkisah tentang dua remaja SMA berbeda karakter yang memiliki hubungan menarik.

Mereka adalah Timur, dan Saya. Timur digambarkan sebagai cowok serius. Tidak ada yang menyangka dia aktif di klub teater. Lalu ada Saya. Nama lengkapnya adalah Sayaka, tapi dia bersikeras ingin dipanggil Saya.

Continue reading “Rabu Ulasan: Timur dan Saya, Kisah Remaja yang Menggemaskan”

Ini Fakta Karakter Toska yang Perlu Kamu Tahu!

Hai, Storialis!

Sudah baca novel Toska karya Erlin Natawiria? Siapakah tokoh yang kamu sukai? Apakah Ethan? Aufi?

Berikut ini, Storial merangkum fakta-fakta menarik mengenai karakter tokoh di novel Toska yang perlu kamu ketahui. Continue reading “Ini Fakta Karakter Toska yang Perlu Kamu Tahu!”

8 Cerita Pilihan Minggu ini

Hai, Storialis!

Hari Selasa tiba, itu saatnya #SelasaBaca!

Berikut deretan #CeritaPilihan edisi 20 November 2018. Kira-kira adakah buku favoritmu yang masuk Cerpil minggu ini?

1. At 6 PM (Nara)

Ada iblis mondar mandir di depan rumah Joe. Ada malaikat maut di ruang tamunya. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa akan membawa siapa?

At 6 PM bercerita tentang Petra Dawson yang bisa melihat malaikat kematian dan iblis saat ia mengunjungi rumah Joe. Malaikat maut itu datang karena sedang menunggu kematian seseorang. Tapi, Petra tidak mengetahui siapa yang akan direnggut nyawanya? Apa yang harus dilakukan Petra untuk mencegah kematian itu? Continue reading “8 Cerita Pilihan Minggu ini”

Kiat Mengatasi Kemacetan dalam Menyelesaikan Naskah Novel

Hai, Storialis!

Apakah kamu pernah mengalami masalah dalam menyelesaikan naskah novel kamu? Sementara kamu hanya punya waktu satu bulan untuk menyelesaikan naskahnya?

Jangan khawatir, Storialis. Dalam tulisan kali ini akan membahas mengenai salah satu strategi yang bisa kamu lakukan supaya bisa mengatasi kemacetan dalam menulis, sehingga kamu bisa menyelesaikan naskah novel kamu dalam waktu cepat. Terutama buat kamu yang saat ini sedang mengikuti tantangan menulis BNNS 2018 yang diadakan Storial. Adakah diantara kalian yang mengikuti tantangan ini?

Mau tahu bagaimana cara mengatasinya? Simak terus tulisan ini, yah.

Strategi tiga kata

Dalam sebuah buku berjudul Creative Writing: Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel karya A.S Laksana, ada satu bab yang membahas mengenai strategi tiga kata yang bisa dilakukan dalam membantu seseorang dalam menyelesaikan naskah novel.

Seperti namanya, “strategi tiga kata” ini hanya memerlukan tiga kata sebagai alat bantu kamu dalam membuat tulisan yang dapat mengalir dengan cepat.  Yang perlu kamu lakukan hanyalah menulis dengan memanfaatkan tiga kata tersebut untuk menyusun paragraf pertama.

Pertama, gunakan salah satu kata untuk mengawali tulisan kamu. Sementara dua kata lainnya bebas kamu tempatkan di mana saja. Dengan melakukan cara ini kamu akan terhindari dari pembukaan-pembukaan klise yang banyak digunakan penulis lainnya dalam menulis, seperti “Pada suatu hari…” atau “Matahari pagi mengirimkan sinarnya….” atau “Matahari begitu terik siang itu.”

Dalam menggunakan teknik ini, sebaiknya gunakan sudut pandang orang ketiga menggunakan kata “dia” atau “ia” dan bukan sudut pandang orang pertama menggunakan kata “aku”.

Mengapa hal itu perlu dilakukan?

Karena untuk menghindari tulisan kamu menjadi pidato pernyataan sikap.

Langkah berikutnya, siapkan jam untuk membatasi waktu menulis kamu. Tentukan waktu menulis secara cepat yang akan kamu lakukan. Misalnya, menulis cepat dalam waktu lima menit, sepuluh menit, atau lima belas menit. Tentukan waktu menulismu sendiri.

Jika kamu sudah menyiapkan tiga kata dan menetapkan waktu menulis, maka mulailah menulis dengan tiga kata yang sudah kamu tentukan dan selesaikan dalam waktu yang sudah kamu tentukan sebelumnya.

Keajaiban otak

Mengapa menulis menggunakan tiga kata dapat membantu kamu menemukan cerita?

Sesungguhnya itulah keajaiban otak. Perangkat ajaib di kepala kita memiliki kemampuan berasosiasi. Ia bisa merangkai dan menghubungkan hal-hal atau dalam kasus ini adalah kata, yang tampaknya tidak saling berkaitan.

Misalnya saja kata panci dengan kendaraan bermotor, maka otak akan memberi tahu bahwa panci bisa digunakan sebagai helm pengaman. Kemudian, kata panci bisa dihubungkan dengan penjahat, maka otak akan memberi tahu bahwa panci bisa kamu gunakan sebagai alat untuk memukul penjahat.

Kecerdasan otak untuk berasosiasi itulah yang dirangsang oleh tiga kata yang kita pilih secara acak. Satu paragraf, selalu berisi satu pikiran utama. Ketika kamu dipaksa untuk memasukkan tiga kata acak itu dalam satu paragraf, maka kamu dipaksa untuk menggunakan tiga kata acak itu untuk menyusun kalimat-kalimat yang menopang satu pikiran utama. Dengan melakukan hal tersebut, hasilnya adalah sebuah cerita yang kamu sendiri tidak pernah menduga sebelumnya.

Setelah menyelesaikan satu halaman, biasanya kita bisa meraba ke mana arah cerita. Saat itu, kamu bisa membuat kerangka cerita untuk mendapatkan kemungkinan terbaik yang bisa kamu kembangkan dengan “benih” cerita yang sudah kamu dapatkan.

Ketika kerangka cerita kamu sudah kokoh, menulislah dengan cepat. Dengan asumsi bahwa satu halaman kamu tulis dalam waktu sepuluh menit, maka untuk satu bab novel yang panjangnya tujuh halaman, draf awal tulisan kamu akan selesai hanya dalam waktu satu jam lebih sepuluh menit.

Khawatir cerita kamu akan berantakan dengan cara menulis seperti itu?

Kamu nggak perlu khawatir, pada tahap editing, yaitu tahap selanjutnya dari proses penulisan, otak kamu akan menatanya menjadi satu cerita yang utuh. Ingatlah perangkat ajaib di kepala kamu itu memiliki kemampuan melakukan asosiasi.

Karena itulah, gunakan strategi tiga kata untuk menulis secara cepat. Menulislah seperti kamu berbicara. Hal itu dapat membantu kamu melawan kemandekan dalam menulis cerita. Jangan biarkan diri kamu tenggelam dalam upaya menulis yang tertatih-tatih. Melakukan pekerjaan secara tersendat-sendat akan membuat kamu merasa cepat lelah dan cepat bosan saat menulis.

Kamu perlu menulis cepat karen masih banyak hal yang harus kamu lakukan di luar menulis. Kamu masih perlu membaca agar pengetahuan dan kreativitas kamu tidak surut. Kamu akan mandek jika tidak mau membuka diri terhadap segala yang ada di sekitar kamu. Perkaya strategi literer kamu dengan membaca, ya, Storialis.

Ya, itu dia strategi yang bisa kamu lakukan dalam  menulis dan menyelesaikan naskah novel kamu. Semoga, tulisan ini dapat membantu kamu dalam menyelesaikan tantangan menulis novel BNNS 2018, yah. Tetap semangat, Storialis!