Rindu satu kata yang mewakili perasaan terhadap sesuatu yang sangat diinginkan untuk bertemu kembali, melihat kembali dan melakukannya kembali. Rindu bukan hanya untuk seseorang saja, rindu juga bisa dirasakan oleh banyak hal seperti rindu dengan momen tertentu yang ingin diulang kembali.

Berikut ini kumpulan puisi rindu yang ngena di hati dan dapat mewakilkan apa yang ada di isi hati Anda sehingga rindu Anda bisa sedikit terobati dengan puisi singkat rindu ini.

Kumpulan Puisi Rindu

***

1# Aku Kangen

 

Setiap malam tidurku yang panjang

Dirimu menjelma sebagai akar dari saraf

Menjamah seluruh isi kepalaku

Merasuk kedalam pikiran yang kelabu

Setiap pagi bangunku yang singkat

Dirimu menjelma sebagai kicauan burung

Menyapa manis di bawah rindang pohon

Yang memaki sanubari akan kamu

Tak kah kau rasakan bahwa aku kangen

Melihat paras wajahmu juga raut senyummu

Karena raga dan hati saling terpisah

Dan aku tak bisa memusnahkan jarak yang berkuasa

***

2# Kesunyian Malam

 

Pendar cahaya perlahan menghilang

Jatuh aku dalam kegelapan

Kau yang ku harapkan datang

Menghias malam sunyi kesepian

Sunyipun telah tiba

Tapi kau tak kunjung datang

Membuatku terjerumus dalam

Kesunyian malam

Yang sedalam-dalamnya

Dan sedalam-dalamnya kesunyian malam

Setidaknya mampu untuk mengatasi kesunyian

Atas rindu yang berkecamuk

Di sini ku berselimut kelam dan sunyi

Hanya berteman sepi sendiri

Tidakkah kau iba padaku kini

Aku layaknya unggun kehilangan api

***

3# Hujan Bulan Juni

 

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan Juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Disekap akar pohon bunga itu

Oleh : Sapardi Djoko Damono

***

4# Puisi Teramat Rindu

Sebentar lagi senja kan tiba

Harapku senja kan berakhir bahagia

Namun jurang waktu berkata lain

Harus ada segurat tawa yang hilang

Mungkin setitik kecewa menggores

Bila ku mampu, ingin menghentikan sang waktu

Kuingin menikmati indah senyummu

Takkan kubiarkan senyummu layu

Duhai sang bayu kabarkan pada senja bahwa ku teramat rindu akan senyuman itu

Oleh: RakezaRkeda

***

5# Rindu dan Cemburu

Ada rasa yang terlalu

Antara aku padamu

Rasa tak ingin jauh

Rasa ingin memiliki utuh

Tak ingin terbagi

Tak ingin berpisah lagi

Ya,

Ada rindu

Ada cemburu

Bahkan pada angin yang membelai lembut wajahmu

Pada mentari yang mendekapmu dengan hangatnya

Ya,mungkin terlalu mencintaimu.

Oleh: Baridin

***

6# Sepasang Sepatu Lusuh

Gesekan angin memberikan celah rindu

Untuk cepat menyebar

Sebuah potongan aroma dusta

Telah ku kubur jauh ke dalam dasar bumi tanpa Lelah

Aku menyerahkan diri pada waktu

Dan tak mengapa untuk menua

Erat temali di antara sela jari jari

Adalah aspirin untuk setiap duka

Tidak Perlu kau berusaha payah membuat aku mengaku

Setiap waktu detak jantungku akan menuliskan kata rindu

Kepada dia yang menemani sepatu lusuh ku berlari

Menebar benih kasih dan rasa sakit

Aku menua Bersama mimpi yang telah mati

***

7# Hujan Kemarin Sore

Aroma hujan selalu membuat bau lain merasa iri

Perlakuanku tetap sama kepada hujan yang selalu ku anggap istimewa

Semua rongga terbuka menampung aroma hujan lebih lama dalam dada

Kepada hujan aku berpesan

Bawalah rinduku hanyut untuk nanti kembali kau pungut

Seperti hujan yang menguatkan

Aku akan tegar

Kunci yang kau bawa membiarkan pintu hatiku

tak akan pernah lagi terbuka

Rumput basah adalah kedamaian

Membebaskan hatiku melangkah jauh

Menembus kau yang ada di balik tanah yang kupijak

***

8# Mengenai Tawa yang Hilang

Bila tidak ada penerapan kata abadi untuk kisah yang tepat

Maka kan ku pinjam sebentar untuk melengkapi penggalan kisah kita

Tertoreh dalam perjalanan tanpa jeda

Suara tawa seakan menjadi gema yang memekakkan penjuru bumi

Air mata buaya kuanggap tepat untuk

Permusuhan yang hilang dengan satu kedipan mata

Apa yang kita perebutkan? Jika semua bisa dibagi dua

***

9# Aku tampak kekanakan

 

Dan mungkin aku masih tampak demikian waktu itu

Tinggi kita mungkin tak lebih dari sepertiga orang dewasa

Tapi orang dewasa mana yang bisa

Sebahagia memiliki kesenangan seperti yang kita miliki

Apapun, daun kering, tanah basah, cacing

Tanah dan ulat bulu seperti terlihat lucu

Menyuarakan tawa, menyusun mimpi

Menguatkan, dan kita melupakan

Akhir dari kisah abadi yang harus ku akui

Tidak akan pernah ada

Tumbuh dewasa melupakanmu

Untuk tetap menggaduhkan bumi, bersamaku

***

10# Terus Ada Sepanjang Waktu

Kau datang disaat ku lelah melangkah

Memberikan semangat juang,

Atas diriku yang hampa dan gersang

Sekarang kau telah pergi menggapai mimpi

Takdir singkat ini, takkan mungkin kulupakan

Sebuah pertemuan singkat,

Yang menawanku dalam rindu sepanjang waktu

Alam hijau, lalu berganti kuning

Musim terus berganti melewati

Namun rasa rindu ini terus ada,

Takkan lekang oleh waktu,

Abadi dalam setiap memori hati

***

11# Akhir Sebuah Rindu

Menahan gejolak rindu perih lirih

Kekasih hati jauh disana mengukir senja

Ku terus melangkah dan berharap,

Akan sebuah akhir yang penuh bahagia

Dua insan yang jauh, namun terikat erat

Kerinduan padanya membuatku lupa

Bahwa Tuhan terus menjaga rasa ini

Agar terus ada tak pernah padam

Jika kerinduanku padanya membuatku lengah

Lebih baik ku pergi hanya tertuju pada-Mu saja

Rasa rindu ini berujung pada satu titik

Pada Sang Penguasa,

Dimana kelak ku kan menghadap-Nya

***

12# Merepih Rindu

Redupku pada malam gelisah

bilik bilik awan seakan tutup pintu

tertiup angin penuh gemuruh

halangi pijar bintang bercahaya

Sepi yang menghujam

memaksa hati untuk tetap diam

bentangkan pijak kaki letih

terlalu terjal jalan tersusuri

Kuhirup hening

di alas aroma tanah gambut

tumpuk daun kering terlantar mati

pada kesunyian alam yang regas

Samar bayangmu

pada bulan setengah bulatan cahaya

merepih rindu

memulas pekat warna

di sejuta harap

Oleh : Kang Suhanda

***

13# Dialog Rindu

Seminggu sudah tak bertemu

Kini retina kita beradu

Derap langkah pada lantai seolah meng irama

Kabarnya kau sedang rindu

Apa yang kau rindukan kekasih

Aku

Atau wanita ini yang sering kau sebut kekasihmu

Aku rasa tak baik membahas rindu pada temu

Tapi lagi-lagi kau ahlinya perusuh

Memanggil-manggil rindu sedang aku tengah bersamamu

Katamu kau rindu aku

Rindu wajah kesalku yang membuat wajahmu merona bak sakura musim semi

Oleh : Nur Hafizqi

***

14# Namamu Baitan Rinduku

Angin malam ini kembali menyapa

Kalbu heningku kembali terisik

Bagaimana kabarmu?

Adakah senja tadi membawa pulang memorimu?

Risau, rindu berpadu pada penantian pulangmu

Sebait rindu ku curah pada bumi kita

Air dan angin penyalurnya

Nanti saat mereka tiba sambut dan teguklah

Tegukan pertama sebagai restu izin rinduku

Oksigen hirupan pertama sebagai pembawa hadirku

Selanjutnya terserah kanda barang kali untuk peramu rindu kedua

Oh aku lupa, pencipta sengaja menciptamu untukku saja

Oleh : Nur Hafizqi

***

 

15# Secangkir Rindu

 

Kuceritakan ulang kisah kita pada bait-baitku

Tentang rinduku dalam dua bulan itu

Tentang secangkir rindu yang ku teguk tiap malamnya tanpamu

Tentang secangkir kopi yang selalu kau teguk disampingku

Jadi bagaimana yang kurindu kau atau kopinya

Jadi bagaimana yang menemanimu aku atau kopinya

Mentari selalu saja memirangkan pucukan pepohonan

Seolah isyarat kesyahduan malam selalu saja berakhir

Namun tetap saja secangkir rindu itu selalu tersaji dimeja belajarku

Diruang kamar yang itu-itu juga

Diruang kalbu yang itu-itu lagi

Ku nanti kau dalam janji temu yang kau umbar

Ingin lekas kunikmati panahnya masa perkuliahan

Dengan begitu secangkir rindu itu kau pecahkan

Dan takkan tersaji lagi dimeja belajarku yang bukan itu lagi

Oleh : Nur Hafizqi

Itulah kumpulan puisi rindu yang ngena di hati dan bisa sedikit mengobati rasa rindu Anda terhadap sesuatu. Puisi – puisi diatas merupakan puisi dari berbagai sumber dan penulis yang bisa Anda jadikan referensi untuk membuat sebuah puisi rindu.

Untuk kumpulan – kumpulan puisi seperti ini, langsung aja cek ke Storial.co. Mungkin kamu bisa terinspirasi dan bergabung di Storial.co untuk menuangkan dan menulis isi kata hati kamu. Bagaimana caranya buat akun di Storial.co? Berikut adalah link untuk bergabung di Storial.co.