fbpx

Kepiawaian Sutradara Hanung Bramantyo Dalam Membaca Puisi

 

Hanung Bramantyo bukanlah nama yang asing bagi industri perfilman indonesia. Ia telah banyak menorehkan prestasi sebagai sutradara film di indonesia. Dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2005, Hanung terpilih sebagai sutradara terbaik lewat filmnya, BROWNIES untuk Piala Citra – film layar lebar. Mungkin banyak yang mengenal karya spektakuler hanung bramantyo dari film Ayat-Ayat Cinta, sebuah film religi yang diangkat dari novel sukses karya Habiburrahman El Shirazy dengan judul yang sama dan film itu sukses diputar di Malaysia dan Singapura.

 

Tapi, Hanung Bramantyo tidak hanya berada di belakang layar, simak kepiawain Hanung Bramantyo dalam membaca puisi lewat Puisi Pendek Biar Rindu Panjang karya Salman Aristo

 

Selamanya yang lampau

 

Kupastikan aku ada di sana. Sebelum kau

meninggalkanku, di persimpangan jalan

Sebelum kau menghilang, di antara pilihan-pilihan

Yang jujur saja, aku paham, kenapa baru sekarang datang

Ingin sebenarnya aku, kau jelaskan sekali lagi, dalam kecupan yang panjang

Soal selamanya yang kini lampau itu.

– Selamanya yang Lampau, Puisi Pendek Biar Rindu Panjang karya Salman Aristo

Sang penulis puisi, Salman Aristo adalah sahabat yang sama-sama berkarir di dunia perfilman Indonesia. Kali ini, Salman Aristo baru saja menerbitkan buku kumpulan puisinya di Storial yang berjudul Puisi Pendek Biar Rindu Panjang. Buku puisi ini sarat akan makna kerinduan yang mendalam yang ditulis oleh Salman Aristo sejak tahun 1998 dan dikumpulkan hingga sekarang. 

Buku ini cocok dibaca karena bait puisi yang ditulis berisi curahan hati tentang kerinduan, mulai dari kehilangan, kebahagiaan dan juga kerapuhan dari rasa rindu itu sendiri.

 

Jangan lewatkan kesempatan untuk baca Puisi Pendek Biar Rindu Panjang hanya di StorialKlik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Storial.co 2020
Shale theme by Siteturner