#SaatnyaMoveOn dan Dapatkan Hadiah 500 Ribu Rupiah!

Hai, Storialis!

Galau abis putus dari mantan? Nggak usah sedih. Mending kamu ikutan kompetisi menulis #SuratuntukMantan karena ini #SaatnyaMoveOn!

Dalam rangka menyambut film Mantan Manten yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 4 April 2019, Storial bersama  Nulisbuku dan Visinema Pictures bekerja sama mengadakan kompetisi ini. 

Dengan mengikuti kompetisi ini, kamu bisa berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai sejumlah Rp500.000. Mau?

Yuk, tulis dan ikutan kompetisi #SuratuntukMantanSambil menunggu filmnya tayang, kamu juga bisa baca cerita Mantan Manten di Storial.co, dengan mengklik link berikut: Mantan Manten.

Kapan kompetisi ini dimulai?

Kompetisi #SuratuntukMantan akan berlangsung mulai tanggal 11-21 Maret 2019.

Apa syarat utama kompetisi ini?
  1. Wajib follow media sosial Storial, Nulis Buku, dan Mantan Manten (Twitter, Instagram, Facebook)*

*Jika kamu hanya memiliki akun Twitter silakan follow akun Twitter Storial, Nulis Buku, dan Mantan Manten. Jadi kamu bisa memilih salah satu media sosial saja, asalkan semua akun penyelenggara di-follow.

  1. Upload suratmu ke website Storial atau ke sini.
Apa saja ketentuan menulisnya?
  1. Panjang surat 750 – 1.000 kata
  2. Kategori yang digunakan adalah SURAT
  3. Surat kamu harus bersifat orisinal
  4. Bahasa Indonesia
  5. Kata kunci/label: “SURATUNTUKMANTAN”, “SAATNYAMOVEON”, “MANTANMANTEN”  (tanpa tanda petik dan tanpa spasi)
  6. Deadline kompetisi hari Kamis tanggal 21 Maret 2018 pukul 21.00 WIB
Apa yang harus dilakukan peserta setelah menulis surat?

Setelah peserta mengunggah suratnya ke website Storial.co, peserta wajib melakukan promosi melalui media sosial masing-masing dengan menyertakan link tulisan.

  1. Medium promosi: Twitter, Instagram, Facebook (boleh pilih salah satu)
  2. Caption: Ceritakan isi suratmu dalam beberapa kalimat atau kutip langsung dari suratmu.
  3. Hashtag: #SuratuntukMantan #SaatnyaMoveOn #MantanManten
  4. Mention/tag: semua akun media sosial Storial, Nulis Buku, dan Mantan Manten
Berapa pemenang dan hadiah yang bisa didapatkan?

Akan dipilih 5 surat terbaik berhak mendapatkan voucher tiket nonton film Mantan Manten dan hadiah uang tunai sejumlah Rp500.000,- (untuk pemenang pertama).

Kapan Pemenang akan diumumkan?

Pemenang akan diumumkan pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019.

Ada hal yang tidak sempat kamu utarakan setelah putus dari si dia?

Yuk, tulis surat untuk mantan kamu sekarang dan #SaatnyaMoveOn!

5 thoughts on “#SaatnyaMoveOn dan Dapatkan Hadiah 500 Ribu Rupiah!”

  1. MEMUTAR WAKTU
    PADA
    MASA LALU

    Untukmu dimasa lalu yang memberi bekas cerita manis dan pahit yang aku terima…
    Untukku yang pernah menjadi sosok pengisi ruang dalam relung hatimu yang dulu pernah gundah…
    Untuk kita yang menjadikan kisah itu menjadi nyata dan terlewati oleh kenangan sulit untuk dilupakan tetapi meminta untuk tidak dikenang kembali,
    dan tak akan lagi…

    Haiii..
    Selamat bertemu lagi, aku melihat parasmu tepat diseberang jalan di persimpangan yang ramai dan penuh dengan desakan manusia yang sibuk untuk melakukan aktivitasnya yang begitu padat. Sebegitu padat layaknya es batu yang dingin setelah lama di bekukan dan mencair disaat bertemunya suhu udara yang panas. Begitulah aku disaat tiba dan seketika melihat jelas sekujur tubuhmu melekat pada pandanganku yang tak jauh dan hanya berjarak begitu dekat. Sedekat masa lalu yang muncul tepat dimukaku saat diriku melihatmu.
    Wahai mantanku, seseorang yang tumbuh namun telah bernilai semu bagiku…

    Aku mengingatnya..
    Sangat terlihat begitu sulit untuk ditebak pada kenangan masa llau, antara kamu dan aku. Yang berawal dari tatap, senyuman dan gerak tubuh kaku mengintai hati ini untuk bergejolak ingin berkenalan denganmu. Pikiranku mungkin tidak bisa menjadi orang yang spesial, mungkin hanya teman saja. Tetapi, dalam jiwaku bertanya mungkin kita bisa lebih dekat agar hubungannya erat hingga aku pun terpikat.
    Padamu, yang membuat lekuk senyumku lepas dan terperangkap jerat hadirmu memenuhi pandanganku pada waktu itu…

    Pada akhirnya..
    Harapanku menjadi kenyataan yang berwujud ekspektasi dan bukan hanya sekedar mimpi. Dengan jaket ‘hoodie’ berwarna pink salem, dipadu dengan rok span abu yang lembut membuat suasana berubah bersahaja. Kita berjanjian di sore hari dan bertemu di perpustakaan kota, yang mana kamu memintaku untuk menemanimu meminjam buku cerita yang biasa kamu baca disaat jam istirahat kuliah berlangsung. Aku tertawa kecil dan membayangkan kejadian itu denganmu yang hampir saja di usir oleh petugas disana, sebab perpustakaan tersebut akan segera tutup. Dan kita masih disana. Membicarakan ice cream con yang akan kita beli nantinya setelah dari meminjam buku yang telah kamu pilih.
    Awal pendekatan yang diperkirakan rumor, telah aku ubah suasana menjadi humor. Semua aku lakukan hanya untuk mendapatkan hatimu, wanita yang memberi kenangan di waktu yang lalu…

    * * *

    Happy Anniversary..
    Aku ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya untuk wanita yang telah bergandengan tangan denganku, setia pada waktu dan perjalanan yang cukup panjang. 360 hari, 48 minggu, 12 bulan dan 1 tahun. Aku anggap itu adalah waktu yang cukup lama aku mengenalmu dan kamu mengenalku. Bisa dikatakan masih banyak hal yang kita tidak ketahui, apakah hubungan ini akan terus berlanjut sampai akad menyuratkan silaturahmi kedua orang tua kita nantinya atau hanya mampu ditengah waktu yang menjawabnya ?
    Prasangka akan selalu berkisar pada dugaan, firasat serta memberikan ketakutan pada ketidakpastian harapan. Namun, yang harus kamu tau bahwa, diriku selalu mendo’akanmu menjadi pendampingku untuk di masa tua nanti…

    Tiga hari itu aku sangat sibuk..
    Dalam keseharianku, aku tidak menyangka bahwa adanya kehadiranku memberikan warna yang berbeda dari sebelumnya. Dari warna fajar yang bersinar terang hingga gelapnya jingga yang memudar, kau selalu memberikan sapa dan kabar kepadaku. Kapanpun dan dimanapun itu. Perubahan semester yang telah berganti dan mulai memenuhi jam yang padat serta lembaran tugas yang telah menanti, membuat kebersamaan waktu kita merenggang. Kita fahami itu dan mendewasakan diri bagaimana kita harus bersikap tidak mempermasalahkan hal tersebut. Namun, di tengah waktu berjalan tubuhku melemah dan tidak kuat untuk berdiri. Jangankan berdiri, untuk tidurpun aku merasa sakit. Sakit dikepala yang tak berujung. Dan berujuk pada opname. Aku dirawat di rumah sakit selama 3 hari dan ingat kah kamu pada saat itu aku berbohong padamu, aku mengatakan padamu bahwa aku ada kegiatan kampus di Jakarta dan mewakili dosenku yang tak bisa hadir pada rapat seminar itu. Ingat kah? Iya aku berbohong padamu untuk yang pertama kalinya. Aku terpaksa melakukan itu sebab yang aku ingin bahwa kamu tidak tau kalau aku sedang sakit.
    Aku tidak ingin membuat khawatir, itu saja…

    Aku butuh waktu sendiri..
    Aku tau kalau kamu marah, aku juga tau kalau kamu menangis. Sayang maafkan aku, aku tidak ada berniat membuatmu seperti itu. Andai bulan bisa mendengarkan curahan hatiku yang sedang aku alami saat ini dan menyampaikannya kepadamu, please akan aku lakukan. Aku mungkin egois dalam benakmu, tapi dalam benakku aku tidak mau melukai pikiranmu. Pikiran yang akan terus memikirkanku di setiap waktu hari-harimu. Iya aku mengaku salah. Salah tidak memberitahumu bahwa aku terbaring lemah tak berdaya. Aku teridentifikasi menderita sakit dikepala yang cukup parah. Dokter menyebutnya ‘Vertigo’. Sakitku semakin parah, dari hari ke hari, hingga satu bulan lamanya aku tidak mengabarimu..
    Aku menangis sedih, menangis karena memikirkanmu tidak mengetahui keadaan diriku..

    Hubungan kita ter-diagnosa..
    Alhamdulillah, Allah SWT mendengarkan doaku dan dia mengizinkanku untuk bisa berjumpa denganmu lagi, sayang. Aku ambil ponselku yang telah lama terdiam dan tak tersentuh olehku, dan kujemari dengan pesan kabar untukmu. Aku rindu, sangat rindu. Namun, pesan dari operator mengatakan bahwa nomor sudah tidak aktif lagi dan di luar jangkauan. Aku bingung dan termenung dalam beberapa menit, berpikir jauh bagaimana keadaanmu sekarang. Aku mohon, jawab aku. Sudah aku coba terus menerus menghubungimu namun tak ada balasan. Aku mencoba mencari semua akun sosial mediamu, tak dapat ditemukan. Apakah kamu telah mengganti semua koneksimu? Atau aku yang lupa untuk semua akun pribadimu? Tapi tidak lama, adik perempuanku memperlihatkan foto instagrammu kepadaku yang baru saja kamu uplod di lima detik terakhir.
    Kamu begitu cantik, juga terlihat sangat bahagia di luar sana sambil berpegang tangan dengan lelaki lain dan cincin emas telah terpasang di jari manis kananmu. Aku hancur dan rapuh melihatnya. Sesak di dadaku mulai mengisakkan tangis yang keluar di kedua mataku dan mengalir jatuh ke pipiku..

    Selamat bahagia untukmu..
    Aku mencoba mengiklashkan hatiku untukmu, orang yang teramat aku sayang. Jujur, tidak ada hati siapapun yang kuat untuk menerimanya, tetapi ini berbicara siapa yang mampu untuk menegarkan hatinya yang telah terbalut luka begitu dalam. Aku sangat mengakui, ini adalah salahku. Salah terbesarku tidak memberitahumu, mengabarkanmu dan mengatakan padamu bahwa aku masih disini dan berdiri tegap menunggumu untuk bisa bersama lagi dengan harus melawan rasa sakit yang aku lalui sendiri. Aku harap jika surat ini telah sampai di tanganmu, kamu bersedia membuka di setiap lipatan kertas yang telah aku rangkai kata-kata dan kalimat penjelas untukmu selama ini. Aku berharap juga semoga kamu mengerti apa yang telah aku lakukan selama ini kepadamu. Aku tidak pernah meninggalkanmu, bahkan tak ada dalam celah pikiranku sedikit pun. Namun, aku yakin mungkin ini adalah suratan jalannya untuk kita.
    Aku bahagia melihatmu bahagia, aku sakit saat menderita penyakit yang aku terima, aku terluka begitu dalam dan parahnya mengetahui dirimu dan melihatmu telah bersanding dengan yang lain disaatku sakit dan sendiri. Aku menangis menerima kenyataan ini dan aku tersenyum melihat diriku mampu melawan rasa sedih ini semua…

    Terima kasih cinta untuk waktunya yang pernah ada dalam hidupku
    Aku sampaikan permintaan maafku padamu lewat secarik kertas ini
    Maaf baru sempat aku menulisnya dan memberikannya kepadamu
    Karena kamu harus tau, bahwa aku harus menyiapkan waktuku untuk melupakanmu dan melepaskanmu bahagia selamanya tanpa denganku

    -dari kekasihmu yang dulu, dan menjadi mantan terindah untukmu

    “SURATUNTUKMANTAN”, “SAATNYAMOVEON”, “MANTANMANTEN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *