“Menulis buat saya adalah perlawanan. Di semua buku saya, saya selalu mengajak untuk melawan. Saya dibesarkan untuk menjadi seorang pejuang.”- Pramoedya Ananta Toer

94 tahun berlalu, tapi nama Pramoedya Ananta Toer masih sering disebut-sebut hingga saat ini, bahkan terdengar hingga Eropa. Terbukti ketika novel Bumi Manusia yang ditulis Pram saat ia mendekam dan diasingkan di Pulau Buru ini, pernah dijadikan materi kuliah sastra di Universitas Queen Mary, London. Selain itu, Pram juga telah mendapat berbagai penghargaan dunia, mulai dari Barbara Goldsmith Freedom to Write Award (1988), The Fund for Free Expression Award (1989), dan masih banyak lagi. 

Dari situ, kita bisa melihat bukti bahwa sosok Pram merupakan salah satu penulis legendaris yang masuk dalam sejarah sastra Indonesia. Pria kelahiran Blora, 6 Februari 1925 ini juga termasuk penulis yang produktif hingga akhir hayatnya. Ia telah menghasilkan lebih dari 50 karya. Bahkan, karya-karyanya pun sudah diterjemahkan ke lebih dari 41 bahasa asing.

Lalu, di tahun 2019 ini novel Bumi Manusia juga dikabarkan akan tayang di layar lebar. Novel ini bercerita tentang seorang penulis pribumi bernama Minke, yang digambarkan sebagai sosok yang cerdas dan punya kemampuan menulis yang baik. 

Terlepas dari itu semua, meski sosok Pram telah tiada, tapi kepergiannya tak lantas membuat karya-karya Pram mati. Karya-karyanya itu masih tetap hidup dan abadi hingga saat ini.

Pram memang patut menjadi teladan bagi kita semua, terutama penulis atau mereka yang bercita-cita ingin menjadi penulis dan karyanya ingin tetap dikenang.

Untuk itu, kita perlu belajar banyak dari sosok Pram. Nah, berikut lima 5 quotes tentang menulis dari Pram yang mungkin bisa jadi penyemangat kamu dalam menulis, baik yang baru memulai untuk menulis atau kembali menulis lagi.

1. Jangan takut menulis

“Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna.”

Belum apa-apa, tapi sudah takut duluan. Takut tulisannya jelek. Takut tulisannya nggak diterima. Padahal pikiran-pikiran seperti itu hanya ada dipikiran saja. Kita tidak pernah tahu, apakah orang lain yang membacanya akan berpikiran sama seperti apa yang kita pikirkan?

Bisa saja, mereka yang membaca justru berpikiran sebaliknya. Menganggap karya atau ceritamu berguna untuk mereka atau setidaknya bisa menghibur.

Jadi, percayalah setiap tulisan, apa pun itu. Pasti punya manfaatnya. Walau kamu menganggap tulisanmu itu tidak bisa berguna untuk orang lain, tapi setidaknya tulisan itu bisa berguna untuk dirimu sendiri.

Menulis membuat seseorang bebas, bebas bersuara melalui kata-kata. Kamu bisa menuliskan keresahan, kebahagiaan, bahkan kesedihan kamu. Selain itu, banyak manfaat yang bisa dirasakan seseorang  ketika ia menulis. Nggak percaya? Coba mulai menulis sekarang. Tulis apa pun itu dan rasakan manfaatnya sendiri.

Bingung mau mulai menulis di mana?  Jangan khawatir, kamu bisa mulai menulis ceritamu di Storial.co. Bagikan ceritamu di Storial dan lihat tanggapan mereka tentang tulisanmu. Apakah seperti yang kamu pikirkan atau justru sebaliknya.

2. Menulis agar kamu abadi

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”

Kata-kata Pram di atas menunjukkan bahwa menulis bisa membuat seseorang abadi. 

Ketika gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, maka manusia mati meninggalkan nama. Itu artinya, ketika seseorang pergi, tentu yang bisa ditinggalkan adalah amal dan perbuatannya. Perbuatan ini, bisa perbuatan yang baik atau buruk. Apa pun jenis perbuatannya, perbuatan itu bisa menjadi abadi.

Lalu, bagaimana seseorang bisa tetap abadi?

Mudah saja. Kamu bisa meninggalkan jejakmu, dengan berbuat baik atau melalui karya. Jika kamu ingin tetap hidup dan abadi, bahkan ketika jasadmu sudah menyatu dengan tanah, maka mulailah menulis dan berkarya.  Kamu bisa memulainya dengan menulis dan meninggalkan jejakmu di Storial.co agar kamu bisa tetap abadi. Tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya.

3. Menulis agar kamu dikenang

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

Selain menulis bisa membuat kamu abadi. Menulis juga bisa membuatmu tetap dikenang. Melalui kutipan di atas, Pram mencoba mengingatkan kita bahwa menulis adalah salah satu cara agar seseorang selalu dikenang, baik di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Kamu mau tetap dikenang?

Maka, mulailah menulis dari sekarang. Lalu, ciptakan kenangan akan dirimu melalui tulisan-tulisanmu di Storial.co.

4. Menulis membuatmu berani

“Menulis adalah sebuah keberanian…”

Seperti kata Pram, menulis adalah sebuah keberanian. Mengapa begitu? Karena ketika seseorang menulis, berarti dia telah berani mengungkapkan pendapat, pikiran, dan perasaanya untuk diketahui orang lain.

Apakah kamu termasuk orang yang berani?

Kalau kamu mengaku dirimu termasuk orang yang berani. Maka, mulai menulis sekarang, dan tunjukkan pendapat, pikiran, serta perasaanmu.

5. Menulis menjadikan kamu kuat

“Sebagai pengarang saya masih lebih percaya kepada kekuatan kata daripada kekuatan peluru yang gaungnya hanya akan berlangsung sekian bagian dari menit, bahkan detik.”

Apa yang lebih kuat dan bisa menembus pikiran seseorang?

Jawabannya, kata-kata. Hal ini seperti yang dikatakan Pram soal kehebatan kata-kata yang bisa mengalahkan kekuatan peluru. Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala seseorang, tapi kata-kata bisa menembus banyak pikiran orang sekaligus, bahkan dalam hitungan detik.

Nggak percaya? Coba tulis dan buktikan sendiri kekuatan kata-katamu.

Nah, itu lima kutipan dari Pramoedya Ananta Toer tentang menulis, semoga kamu bisa tetap bersemangat dan nggak menyerah untuk terus menulis.

Mulailah menulis dan selesaikan apa yang sudah kamu tulis. Tetap semangat dan mari menjadi abadi dengan menulis.