Pratiwi Mayasari: Tersihir Kisah Harry Potter Hingga Menciptakan Dunianya Sendiri

Novel Harry Potter karya J.K Rowling telah membuat banyak orang tersihir dan menginspirasi penggemarnya dalam menciptakan dunianya sendiri. Salah satunya juga dialami Pratiwi Mayasari penulis Storial yang tahun 2018 lalu, berhasil menerbitkan karya pertamanya berjudul Legacy (Penerbit Histeria).

Legacy merupakan karya pertama yang ditulis perempuan yang akrab disapa Maya ini di Storial. Selain Legacy, Maya juga telah menulis 14 karya lainnya yang bisa kamu baca di Storial.co.

Di antara empat belas karyanya itu, novel The Immortal Apprentice merupakan salah satu cerita Maya yang berhasil lolos dalam program Storial Cerita Keren. Novel ini bercerita tentang seorang malaikat cinta bernama Thea. Ia malaikat yang ceroboh, (agak) bodoh, dan suka bertindak seenaknya. Di suatu malam, Thea melakukan kesalahan yaitu, ia tak sengaja mencium Gusta—pangeran klan Hellion—yang juga adalah tunangan Serena—bosnya sendiri.

Mengetahui hal itu, Serena pun murka dan melempar Thea ke dunia manusia dan menugaskan Thea untuk menjodohkan 1.000 pasangan dalam 30 hari. Kalau ia gagal memenuhi tugasnya, Thea akan tinggal di dunia manusia selama-lamanya.

Cerita yang menarik dan seru, bukan? Kamu bisa membacanya di Storial atau klik link berikut: bit.ly/sckimmortalapprentice.

The Immortal Apprentice sendiri adalah novel yang ditulis Maya dalam rangka mengikuti lomba menulis BNNS (Bulan Nulis Novel Storial) yang diadakan Storial di tahun 2017. Mulanya, Maya ingin menulis novel romance, namun selama proses menulis, Maya menambahkan adegan laga yang akhirnya membuat cerita The Immortal Apprentice diubah menjadi fantasi.

“Aku langsung ambil genre fantasi agar bisa banyak eksplor lebih banyak dan menciptakan duniaku sendiri,” cerita Maya.

Tantangan menulis yang hanya berlangsung satu bulan itu, sempat membuat Maya ragu untuk bisa menyelesaikan cerita Thea dalam memenuhi tantangan yang diberikan Serena. Apalagi, jika cerita yang ditulis Maya sepenuhnya romance, “Kayaknya aku memang nggak bisa nulis kalau isinya cuma romance.”

Beberapa hari sebelum batas akhir ditutupnya BNNS, Maya hampir menyerah, tapi karena sudah setengah jalan dan sayang jika ia berhenti begitu saja. Akhirnya Maya, melanjutkan cerita The Immortal Apprentice hingga tamat, bahkan bisa melebihi target yang sudah ditentukan, “Aku bela-belain selesaiin. Eh, bablas jadi 85.000 kata.”

Perempuan yang hobi traveling ini memutuskan untuk menulis ceritanya sendiri setelah membaca Harry Potter karya J.K Rowling. Dari situ, ia berpikir untuk membuat dunianya sendiri dan mengendalikan nasib dari karakter yang ia buat.

“Apalagi orang-orang bisa kita ‘undang’ ke dunia itu dengan membacanya,” ungkap Maya.

Maya belajar dari tulisan J.K Rowling, yang dianggap bisa membuat dirinya nyaman saat menulis. Dari kisah Harry Potter, ia juga belajar cara mendeskripsikan setting dan karakter yang ringan, tapi menarik.

“Kalau kalian baca cerita-ceritaku, bahasa yang aku pakai nggak pernah berat-berat (karena takut nanti penulisnya juga nggak ngerti),” jelas Maya diselingi tawa.

Setelah selesai menulis cerita Legacy, saat ini Maya sedang mengerjakan proyek menulis novel Legacy 2 lantaran ia sering ditagih dan diteror oleh pembacanya, yang meminta kelanjutan cerita Legacy, “Dulu sempat aku abaikan, tapi kayaknya aku dikutuk mereka, jadi apa pun yang aku tulis nggak ada yang selesai. Ya sudah, aku mau selesaiin dulu Legacy 2.”

Sambil menyelesaikan cerita Legacy 2, terkadang Maya juga menulis cerita teenlit yang lebih ringan untuk selingan, misalnya saja cerita My Noona atau merevisi novel fantasi Kalarau yang sempat dinominasikan pada ajang Storial Choice Award 2018. Semuanya bisa dibaca gratis di Storial.

Seperti kebanyakan penulis pada umumnya, Maya pernah mengalami writer’s block, bahkan karena masalah ini ia sempat merasa frustasi. Writer’s block yang dialami Maya biasanya muncul ketika ia memiliki banyak keinginan untuk cerita dan tokohnya.

Saat mengalami masalah tersebut, biasanya Maya akan memilih tidur atau minum kopi. Tapi jika masalah writer’s block ini dirasa semakin parah, Maya akan berhenti menulis untuk sementara waktu sampai dirinya merasa tenang. Setelah itu, baru ia bisa melanjutkan tulisannya dan kembali melihat permasalahan yang harus ia selesaikan. Di samping itu, ia juga merasa terinspirasi setelah banyak membaca atau menonton film.

Bagi Maya, menulis apa yang disuka akan membawa seseorang untuk terus menulis, “Kalau suka, kita pasti punya alasan untuk balik terus ke laptop dan lanjut nulis. Jangan maksain diri untuk menjadi orang lain.”

Tulisan ini dibuat oleh Septiani Rahayu berdasarkan wawancara yang dilakukan via surel dengan Pratiwi Mayasari.

Pratiwi Mayasari sudah bergabung dan menulis 15 cerita di Storial sejak tahun 2016.  Penulis yang bekerja di industri aviasi ini, selain suka menulis ia juga gemar traveling. Baginya, selain bisa refreshing untuk melihat tempat-tempat baru, dari traveling ia bisa terinspirasi untuk menulis cerita baru.

Penulis suka menulis sejak SMP. Saat itu, ia suka mencetak tulisannya dan membagikan kepada teman-teman ceweknya di kelas untuk dibaca. Ia juga menyukai genre fantasi dan teenlit, terutama yang mengandung plot twist. Hidup plot twist! Penulis bisa disapa di akun Storial (Pratiwi Mayasari) atau Instagram: @pratiwimayasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *