Sarah Hairunisa penulis novel Rempah Rasa ini begitu gemar membaca novel. Beberapa karya yang ia baca di antaranya yaitu, Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, Harry Potter karya J.K Rowling, cerita petualangan Cormoran Strike karya Roberth Galbraith hingga karya penulis A.G Riddle. Kemudian, beberapa tahun terakhir ini, Sarah mulai membaca karya Ika Natassa dan trilogi Crazy Rich Asians karya Kevin Kwan.

Dari dua cerita terakhir itu, Sarah menjadi tertarik untuk menulis cerita dengan gaya yang lebih santai dan tidak hanya bercerita tentang kisah cinta saja, tapi juga tentang keluarga dan persahabatan. Ia ingin menulis cerita yang bisa membuat pembaca merasa bahagia ketika membaca tulisannya.

Kegemarannya dalam membaca novel membuat Sarah tertarik untuk menulis cerita panjang (novel). Ia pun akhirnya mulai menulis ceritanya sendiri setelah selesai menempuh pendidikan sarjana hukum.

Mulanya, Sarah hanya berani menulis dan menyimpan ceritanya itu di laptop, sampai suatu ketika ia menemukan Storial yang saat itu dianggap mampu membantu para penulis muda seperti dirinya untuk menulis dan membagikan ceritanya.

Sarah  mulai menulis cerita. Lalu, di setiap minggunya, ia rutin membagikan ceritanya, sampai akhirnya ia berhasil menyelesaikan novel pertamanya berjudul Rempah Rasa di Storial. Rempah Rasa sendiri berhasil masuk ke program Storial Cerita Keren.

Kamu bisa membaca cerita Rempah Rasa di Storial atau klik link berikut: bit.ly/sckrempahrasa.

Rempah Rasa ini bercerita tentang perempuan bernama Raisa Amanjiwo yang menjual rempah-rempah. Ide cerita ini muncul dari sebuah toko rempah-rempah di pasar yang pernah didatangi Sarah. Beberapa kali ia ke sana untuk membeli bumbu dan rempah-rempah. Dari situ, Sarah terpikirkan untuk menciptakan tokoh Raisa, perempuan yang bekerja sebagai penjual rempah-rempah. Tapi tidak seperti penjual rempah-rempah biasa, Raisa digambarkan sebagai sosok wanita yang hebat di cerita ini.

“Saya juga melihat bahwa cukup jarang sebuah cerita mengangkat kisah yang cukup tradisional berbau rempah-rempah tapi dikemas lebih modern. Dan, itu adalah ide awal dari Rempah Rasa,” ungkap Sarah.

Dari ide tersebut, Sarah juga melakukan riset kecil-kecilan tentang rempah-rempah, hingga akhirnya Sarah menemukan India sebagai dasar cerita di Rempah Rasa. Kemudian, ia menjadikan Bali sebagai setting utama cerita dan beberapa tempat di novel ini juga merupakan tempat-tempat yang sebenarnya ada, karena bagi Sarah tempat tersebut menyimpan keunikan tersendiri.

Setelah selesai menulis Rempah Rasa, Sarah kemudian mulai kembali menulis cerita baru. Saat ini ia sedang mengerjakan cerita Out of Office, yang bisa kamu baca di Storial.co.

Sama seperti kebanyakan penulis pada umumnya, Sarah juga pernah mengalami writer’s block. Hal ini terjadi ketika ia menulis Rempah Rasa.  “Saya beberapa kali menemukan kebuntuan terutama saat ingin berpindah bab cerita. Ada jeda di mana saya harus mengosongkan sekitar 1-2 hari setelah saya menyelesaikan bab sebelumnya untuk mendapatkan inspirasi dan bagaimana inspirasi ini saya tuangkan dalam bab berikutnya,” cerita Sarah.

Dalam hal ini, Sarah berpesan, “Jangan takut apabila mengalami hal tersebut (writer’s block) karena setiap penulis tidak bisa terus-menerus menulis tanpa jeda terlebih dahulu. Berikan diri kita waktu kosong karena di situ lah terkadang ide dan inspirasi datang.”

Menurut Sarah, setiap orang memiliki kesempatan untuk mengeksplor dirinya masing-masing dari berbagai aspek yang menonjol pada diri mereka, “Awalnya saya takut untuk memulai menulis karena merasa tidak mampu untuk menuangkan imajinasi ke dalam tulisan tapi berjalannya waktu saya merasa semakin yakin bahwa tidak ada salahnya mencoba, toh, tidak merugikan siapa-siapa.”

Seperti kutipan dari Stephen King bahwa Books are a uniquely portable magic. Sarah pun ingin menjadi bagian dari keajaiban tersebut, “Menyihir para pembaca agar bisa masuk ke dalam cerita yang saya buat.”

Tulisan ini dibuat oleh Septiani Rahayu berdasarkan wawancara yang dilakukan via surel dengan Sarah Hairunisa.

Sarah Hairunisa adalah penulis lulusan sarjana hukum yang besar di Jakarta, meski tinggal di Depok. Bercita-cita menjadi penulis dan berharap impiannya itu dapat terwujud di tahun 2019. Sarah bisa dihubungi di Instagram @sarahairunisa dan email sarahairunisa@yahoo.com