8 Syarat Cerita Keren yang Storial Cari

Cerita yang kualitasnya bagus tentu akan berkesempatan mendapatkan pembaca lebih luas. Sayangnya, ternyata kerap juga ditemukan cerita-cerita bagus yang tersembunyi. Pengin cerita keren kamu bisa ditemukan sama pembaca? Silakan klik di sini untuk tahu tentang Program #StorialCeritaKeren untuk mendapatkan Promosi Gartis bagi penulis. Setelah itu jangan lupa, siapkan cerita keren kamu.

Bicara tentang cerita keren, bagaimana, sih, kualitas dan persyaratan cerita yang kami inginkan? Berikut persyaratannya?

  1. Cerita ditulis dengan tata bahasa dan ejaan yang baik

Cerita yang ditulis dengan tata bahasa yang asal-asalan (apalagi banyak saltik) akan membuat lelah pembaca. Pastikan kamu menulisnya dengan rapi dan (sebisa mungkin) bebas saltik. Cerita tidak harus ditulis dengan bahasa yang benar-benar baku ala KBBI bin PUEBI, yang penting kamu paham benar alasan kenapa kamu memilih kata atau kalimat tertentu, dan bukan karena kamu salah pakai. Kamu juga bisa menulis cerita dengan bahasa yang “cair” dan “santai”, asal sesuai dengan karakterisasi tokoh dan konteks dalam cerita.

2. Premis yang menantang

Premis adalah atom dari cerita; berisi tentang keseluruhan cerita dan bagaimana posisi protagonis alias apa tujuan tokoh kamu ada dalam cerita itu. Sekarang, kamu bisa googling tentang premis cerita, dan atau klik link yang sudah kami tulis ini untuk mempelajari tentang premis yang kami maksud.

3. Plot, adegan, dialog, karakterisasi, dan unsur-unsur yang bisa dimengerti dan “masuk akal”

Pernah membaca cerita yang respons tokohnya terasa dibuat-buat, berlebihan, dan tidak masuk akal? Apa rasanya? Kayaknya pingin komentar: Ih, memangnya ada manusia kaya begini? Nah, buatlah cerita dengan unsur-unsur yang meyakinkan pembaca.

Berikan argumen cerita yang jelas dan cukup kuat atas segala tindakan dan pemikiran tokoh-tokoh kamu. Pembaca bisa merasakan kalau tokoh kamu bertindak dan berpikir berlebihan dan tidak masuk akal. Bahkan, kalaupun cerita kamu bergenre fantasi, kejadian dan tindakan tokoh harus tetap tampak wajar dan masuk akal, sewajar Hermione waktu mengajari Ron: Wingardium Leviosa! (Bayangkan kalau yang mengajari adalah Neville).

4. Tema dan Ide Cerita Bebas

Boleh Romance, Thriller, Horor, Fantasy, Kumpulan Cerpen, Nonfiksi, dan sebagainya. Ide cerita pun tidak harus aneh dan benar-benar baru (malah, hampir tidak mungkin menemukan ide cerita yang benar-benar baru). Misal, cerita tentang Vampire ABG sudah ada; Stephanie Mayer – Twilight. Cerita tentang orang yang gagal memancing ikan juga sudah ada; Ernest Hemingway – Old Man An The Sea. Apakah cerita tentang Vampire muda yang sedang berusaha memancing mangsa dan terus gagal sudah ada? Kamu bisa mulai dari sana.

5. Tulislah dengan gaya kamu sendiri: 

Premis cerita bisa sama, tema bisa sama, bahkan plot juga bisa sama. Lalu, apa yang membedakan satu cerita dengan cerita lainnya?

Gaya kamu bercerita; cara kamu memilih kata dan membangun struktur kalimat. Gunakan bahasa seperti yang biasa kamu gunakan untuk berbicara (dengan penyesuaian aturan tata bahasa). Seperti juga gaya bicara, gaya menulis atau stilistika sulit untuk bisa dicontek. Kelak, stilistika ini yang akan menjadi ciri khas tulisan kamu, suara (voice) kamu dalam menulis.

6. Panjang Cerita

Panjang cerita pada dasarnya terserah penulisnya. Namun, sebagai dasar, kami akan terus memilih cerita dengan panjang minimal 10.000 kata dan minimal tertulis dalam 3 chapter (kalau tulisan terdiri dari 10.000 kata, kamu bisa mengajukannya dalam bentuk 10 chapter yang isinya masing-masing 1.000 kata, atau 3 chapter yang masing-masing berisi paling 3.000 kata).

7. Cerita tidak harus selesai, namun jika selesai jauh lebih baik

Mengenai cerita yang belum selesai, Tim Editorial kami akan mengajak kamu mengobrol dulu.

8. Cerita tersebut sudah diunggah di laman Storial.co

Cerita sudah diunggah dan dapat diakses, baik oleh Tim Editorial maupun pembaca Storial.co.

Di luar segala jenis persyaratan itu, pada akhirnya sesederhana: Apakah kamu berani mengirimkan cerita kepada kami? Kirim saja dulu. Kami tunggu ceritamu, ya.

Tim Editorial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *