Nika Rakasiwi: Menulis Tanpa Memikirkan Angka Pembaca

Nika Rakasiwi mulai tertarik dengan dunia menulis sejak  kecil. Ketertarikannya bermula dari kegemarannya menulis pantun, puisi, lalu mulai merambah menulis jurnal di blog, sampai akhirnya kini menulis cerita fiksi.

Salah satu cerita karangan Nika bisa ditemukan di Storial yang berjudul Hello Rain. Cerita ini berisi tentang perebutan cinta di kalangan anak SMA. Cerita ini cukup menarik karena Nika berhasil menggunakan format percakapan ala line messenger ke dalam format cerita. Menarik.

Mau baca? bisa klik link berikut ini: bit.ly/hellorainn3.

Hello Rain bukan satu-satunya, cerita karya Nika yang bisa kamu baca. Ada dua puluh cerita karya Nika lainnya yang bisa kamu baca juga di Storial.

Dengan melihat banyaknya karya yang sudah ditulis di Storial maupun yang sudah diterbitkan sebagai buku cetak, Nika terbilang penulis produktif. Selain menulis, Nika juga menekuni dunia modelling. Walau, bagi Nika, keduanya memang bertolak belakang – kata orang tak bisa berjalan beriringan. Tapi, dari pergaulan itulah, Nika justru bisa menemukan ide-ide baru untuk menulis cerita.

Nika mengaku kalau di kalangan teman-temannya, ia lebih dikenal sebagai penulis galau, Karena lebih dominan menulis segala hal tentang percintaan. Saya dijadikan tempat curhat oleh orang-orang yang patah hati. Nanti, tiba-tiba udah kebentuk sendiri cerita yang akan saya buat lewat curhatan banyak orang yang saya dengar.

Membaca adalah hal yang wajib dilakukan penulis. Begitu pun yang dilakukan oleh Nika, walaupun kegiatan membaca bagi Nika adalah untuk mencari hiburan. Nika memilih buku-buku yang ringan sebagai bacaan. Jenis bacaan inilah yang kemudian mempengaruhi bagaimana Nika menulis; cenderung ringan dan mudah dicerna oleh pembaca, seperti yang bisa ditemukan dalam Hello Rain.

Mengenai menulis, Nika lebih banyak menghabiskan waktu untuk menulis di rumah atau di tempat makan saat ia berada di luar. Namun, untuk waktu menulisnya sendiri, ia mengaku masih bergantung pada mood, “Jadi, meskipun udah tengah malam, udah ngantuk, kalau tiba-tiba kepikiran atau ada mood buat nulis, ya langsung nulis.”

Termasuk ketika Nika menulis  Hello Rain. Seperti judulnya- Hello Rain ditulis Nika di kala hujan. Saat itu, ia sedang termenung dan merasa suasana hatinya sedang tidak baik. Tapi karena itu, ide dan jalan cerita Hello Rain muncul di benak Nika. “Di sela-sela saya bengong, terlintas rentetan jalan cerita dan ide untuk menulis tentang Hello Rain,” ungkap perempuan kelahiran Jakarta ini.

Apakah Nika mengalami kesulitan? Tentu ada. Nika mengaku kerap mengalami writer’s block, seperti yang dialaminya ketika menulis buku terbarunya di Storial yang berjudul Evanescent.

Menurut pengakuan Nika, buku tersebut memerlukan waktu dua bulan untuk selesai, padahal biasanya Nika hanya membutuhkan satu minggu untuk menyelesaikan satu cerita. Jika Nika mengalami writer’s block selama menulis, Nika mengatasinya dengan menonton. Saya akan nonton serial drama buat munculin ide-ide baru.

Nika menganggap menulis adalah dunianya. Dan, angka pembaca, rate cerita, dan pujian bukanlah hal penting untuk Nika. Ia hanya ingin menulis tanpa harus pusing memikirkan angka pembaca, sejalan dengan kutipan yang ia sukai dari penulis J.K Rowling yang selalu ia ingat ketika merasa down: I didn’t write with a target audience in mind. What excited me was how much i would to enjoy writing about.

Toh, Nika mengaku speechless ketika mengetahui Rain berhasil menembus angka pembaca hingga 15.000 di Storial. Tentu semua itu, berhasil diraih Nika bukan karena ia berpacu pada angka dan jumlah pembaca, melainkan karena ia terus menulis dan menikmati proses menulis itu sendiri.

Saat ini, Nika berniat untuk menerbitkan buku ketiganya, setelah dua buku sebelumnya berjudul Green Tea Latte yang diterbitkan Penulis Muda Publisher dan buku berjudul Mars & Bumi yang diterbitkan Stiletto dicetak menjadi buku. Tapi, ia masih belum bisa memastikan, apakah buku ketiganya itu akan dicetak dalam bentuk buku atau tidak, “Atau saya upload jadi buku online saja.”

Ah, Nika. Ceritanya akan diunggah di Storial, ‘kan? Ditunggu banget. Nggak sabar.

Tulisan ini dibuat oleh Septiani Rahayu berdasarkan wawancara yang dilakukan via surel dengan Nika Rakasiwi.

Nika Rakasiwi lahir di Jakarta pada tanggal 9 Februari 1994. Conten writter dan blogger. Penggemar greentea dan indomie goreng original.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *