Rabu Ulasan: Timur dan Saya, Kisah Remaja yang Menggemaskan

Hai, Storialis!

Di #RabuUlasan ini, selain ulasan dari @Annienamiez yang bisa kamu baca di sini dan ulasan dari @Sofiadheril di sini. Ada satu ulasan cerita lain yang ditulis Yessie dari akun Instagram-nya @Yessielrismar. Ia mengulas buku berjudul Timur dan Saya karya Gisel Heidi.

Cerita yang menurut Yessi merupakan kisah yang menyenangkan untuk dibaca. Apalagi, cerita ini bisa ia habiskan tidak lebih  dari satu jam. Sebelum membaca ceritanya, kamu bisa simak ulasan singkat dari Yessie berikut ini, yah.

Judul: Timur dan Saya

Kategori: Teenlit

Ditulis oleh: Gisel Heidi

Timur :

Sebenarnya nama dia Sayaka. Tapi dia bersikeras dipanggil Saya meskipun nama panggilan itu sering menjadi bahan bercandaan dan kadang membuat orang-orang bingung—khususnya saya.

Saya :

Si wakil ketua kelas itu namanya Timur. Cara bicaranya formal dan keputus-putus … kayak robot. Wajahnya juga datar. Siapa pun nggak akan nyangka kalo dia anak teater—begitu juga aku … tadinya.

Timur dan Saya berkisah tentang dua remaja SMA berbeda karakter yang memiliki hubungan menarik.

Mereka adalah Timur, dan Saya. Timur digambarkan sebagai cowok serius. Tidak ada yang menyangka dia aktif di klub teater. Lalu ada Saya. Nama lengkapnya adalah Sayaka, tapi dia bersikeras ingin dipanggil Saya.

Awalnya, jujur saya nggak terlalu berharap banyak dari kisah Timur dan Saya. Saya pikir akan membosankan. Kenyataannya, saya menyelesaikan cerita ini kurang dalam satu jam!

Saya suka karakter tokoh yang bertolak belakang. Penulis bisa dikatakan berhasil membuat karakter mereka konsisten dari awal sampai akhir.

Tokoh favorit saya adalah… Saya! Dia ini benar-benar lucu. Gemesin. Polos. Bagian yang jadi favorit saya adalah waktu pertama kali Sayaka masuk ke kelas Timur. Itu lucu banget. Saya bisa bayangin reaksi Sayaka yang lucu.

Tentang kebiasaan Timur memanggil tiga huruf terdepan agak kurang konsisten sebenarnya, kadang dia sebut Saya, kadang Say. Tapi buat saya nggak masalah. Toh ceritanya tetep rame. Saya sih berharap penulis bisa membuat kisah mereka lebih panjang lagi, tapi ya tetap dengan porsi yang pas.

Nah, gimana menurut kamu dengan ceritanya? Penasaran buat baca cerita Timur dan Saya? Kalau kamu penasaran dan mau mengikuti keseruan Timur dan Saya, kamu bisa baca ceritanya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *