Rabu Ulasan: The Secret Wizards 4 Elements, Kisah Penyihir ala Indonesia

Hai, Storialis!

Selain ulasan dari Annie mengenai buku Bullies karya Okke Sepuatumerah, yang bisa kamu baca di posting-an sebelumnya atau dengan mengklik di sini. #RabuUlasan hari ini juga memiliki ulasan lain dari Sofia dengan akun Instagram @sofiadheril. Buku yang diulas ini berjudul The Secret Wizards 4 Elements karya Dimas Pettigrew.

Menurut Sofia, buku bertema fantasi ini mengingatkannya pada sosok Harry Potter dan universe dari animasi Avatar: The Legend of Aang yang dijadikan satu.

Kira-kira seperti apa ceritanya, ya? Sebelum membaca ceritanya, kamu bisa membaca ulasan dari Sofia berikut ini, yah.

Judul: The Secret Wizards 4 Elements

Status: Selesai

Kategori: Fantasi

Penulis oleh: Dimas Pettigrew

Season 1 dari serial The Secret Wizards

Setelah kematian kedua orangtua mereka, Damian Blake dan Nick Blake pindah ke Bandung, Indonesia, untuk memulai awal yang baru. Kehidupan mereka mulai berubah ketika menyadari bahwa mereka adalah penyihir. Dengan bantuan teman-teman mereka sesama penyihir, mereka harus mengatasi beberapa ancaman yang akan membahayakan dunia.

Genre novel fantasi memang enggak ada habisnya buat digali. Semakin luas imaginasi, semakin banyak dunia-dunia fantasi yang bisa diciptakan penulis. Salah satu buku fantasi yang bulan ini aku baca adalah The Secret Wizards 4 Elements karya Dimas Pettigrew untuk @storialco Reading Challenge. Novel ini adalah season 1 dari serial The Secret Wizards mengisahkan ketika Nick Blake berusaha memulai kehidupan baru sepeninggal kedua orangtuanya, dunianya seketika berubah saat dia mulai menyadari jati dirinya sebagai seorang penyihir.

Seolah kenyataan itu belum cukup mengejutkan Nick, sesuatu mengancam keselamatan dunia yang membuatnya harus bersatu dengan penyihir-penyihir lain dari elemen-elemen yang berbeda.

Sekilas ini mengingatkanku pada sosok Harry Potter dan universe dari animasi Avatar: The Legend of Aang dijadikan satu.  Meskipun gaya bercerita atau menulis dan pengolahan konflik bukan tipe favoritku, aku bisa melihat kegigihan penulis untuk menjalin cerita besar yang melibatkan banyak sekali karakter.

Salah satu hal yang belum kudapatkan dari buku ini adalah feeling. Aku belum bisa bersimpati pada apa yang karakter rasa dan lakukan karena deskripsi yang minim dan kurang melibatkan panca indera pembaca. Sebagai pembuka sebuah serial, buku ini mengajak pembaca untuk mengenal karakter, worldbuilding dan isyarat untuk konflik-konflik di cerita selanjutnya. Yang aku salut dari penulis adalah dedikasi yang diberikan untuk kelima season The Secret Wizards yang juga bisa kalian baca di Storial. Bravo!

Kalian dapat membaca serial The Secret Wizards lainnya di Storial atau dengan mengklik link berikut ini.

Season 1 (The The Secret Wizards 4 elements):  https://www.storial.co/book/the-secret-wizards-4-elements/

Season 2 (The Secret Wizards: Damage Control): http://www.storial.co/book/the-secret-wizards-damage-control

Season 3 (The Secret Wizards: Reawakening): http://www.storial.co/book/the-secret-wizards-reawakening

Season 4 (The Secret Wizards: Magic Carnival): http://www.storial.co/book/the-secret-wizards-magic-carnival

Season 5 (The Secret Wizards: Devilish Crystals): http://www.storial.co/book/the-secret-wizards-devilish-crystals

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *