[Rabu Review] Melody to the Moon: Membangun Suasana Cerita Melalui Suguhan Melodi Klasik

Judul: Melody to the Moon

Penulis: Arini Putri

Tahun Terbit: 2017

Penerbit: Penerbit Haru

Tebal: 320 halaman

ISBN : 978-602-6383-17-4

Kategori: Romance

Teks bahasa: Bahasa Indonesia

“Sinar bulan seharusnya lembut dan menenangkan. Membuat kita tersenyum mengaguminya, bukan menyipitkan mata.” (hal. 315)

Cindy memiliki impian menjadi pianis terkenal. Bahkan demi mengejar impiannya, Cindy rela bekerja paruh waktu di sebuah toko alat musik. Mimpi Cindy tidak sesederhana itu, dia tidak hanya ingin menjadi pianis terkenal saja melainkan menjadi pianis terkenal dan bisa satu panggung dengan pianis idolanya, Theo Han.

Theo Han seorang pianis berdarah campuran Indonesia-Korea yang terlihat begitu sempurna. Theo tidak hanya memiliki permainan piano yang sempurna, tetapi dia juga memiliki wajah tampan yang layak diperebutkan. Setidaknya, itulah anggapan Cindy.

Jino si stalker berambut ash grey yang diam-diam selalu mengikuti Cindy kemana pun. Ia adalah tokoh yang dengan polosnya tidak menyadari bahwa mengamati Cindy adalah kebutuhan.

Novel ini merupakan karya keenam dari penulis Arini Putri. Sebelumnya, penulis pernah menulis novel yang berjudul: Goodbye Happines, Rain Over Me, Kekasih: Hanya Kau yang Ku Mau, See You Again, dan Come Back to Me. Awalnya, novel ini seolah memancarkan genre romance-fantasi, namun pemikiran itu salah. Novel ini merupakan romance biasa yang bercerita tentang permusuhan, perjuangan, dan percintaan anak muda.

Diceritakan melalui tiga sudut pandang yaitu: Cindy, Theo, dan Jino. Masing-masing tokoh digambarkan secara terperinci baik dari segi narasi atau dialog. Emosi dari tiap-tiap karakter juga mengalir begitu jelas. Pada novel ini, penulis mampu memberikan efek ‘mengalami’ kepada para pembacanya. Para pembaca dibuat seolah-olah mereka mengalami sendiri semua hal yang para tokoh rasakan.

Dari ketiga tokoh di atas, Cindy, Theo dan Jino, pengulas secara pribadi menyukai tokoh Jino. Karakter Jino begitu menyenangkan. Jino yang terkesan easy going dan melakukan apa yang dia mau menambah nilai tersendiri bagi novel ini. Namun sayang, karakter Jino yang begitu menyenangkan tertutup masalah Theo yang begitu kuat. Alangkah lebih bagus jika penulis lebih menegaskan siapa tokoh utama pria dalam cerita.

Walau ide novel ini terkesan biasa dan hampir mirip fan-fiction atau drama korea, tetapi karena diracik dengan bahasa apik sehingga membuat novel ini menarik dan ringan untuk dibaca. Untuk akhir cerita terkesan terburu-buru, tetapi terselamatkan karena novel ini mempunyai alur yang tertata.

Novel ini sangat direkomendasikan bagi para pecinta piano ataupun musik klasik. Novel ini banyak menyuguhkan melodi-melodi klasik seperti: Dance of the Sugar Plum Fairies, Neapolitan Song, Symphonic Etudes Op. 13 dan masih banyak yang lainnya. Hal ini tentu saja bisa membantu para pembaca merasakan seperti apa suasana dalam cerita. Andai novel ini dibuat lebih panjang, maka yang dirasa perlu ditambahakan adalah porsi interaksi antara Jino dan Cindy.

image

Rabu, 4 Oktober 2017

Ditulis oleh: Riza Indriyasta

Akun Storial: @ceritapena17