fbpx

[Friting Tips] S M I L E Y

Emotikon: Kenali Dulu Sebelum Pakai

Kalian suka memakai simbol titik dua dan kurung tutup
untuk berkirim pesan dengan teman-teman? Ya, kita mengenalnya dengan istilah smiley. Smiley,
bagian dari emotikon, tentu semua akrab dengan bahasa tulisan yang kita kenal;
karena semua pasti pernah menggunakannya. Namun, tahukah kalian bagaimana
simbol ini tercipta dan menjadi begitu universal?

Sejarah Smiley/Emotikon:
Berawal dari Saltik?

Salah satu dokumen publik tertua yang memampangkan smiley untuk kali pertama
adalah transkrip pidato Presiden Abraham Lincoln dari Amerika Serikat yang
dimuat di New York Times, tahun 1862.
Setelah kata laughter, terketik
sebuah titik koma yang diikuti tanda kurung tutup. Mirip dengan simbol
“wink” (mengedip) di zaman sekarang. Sebagian pihak menganggap itulah
titik kelahiran smiley secara resmi,
meskipun sebagian lainnya menganggap bahwa itu hanya saltik. Puck Magazine, di
tahun 1881, juga memuat artikel pendek berjudul Typographical Art. Di sana ditunjukkan bagaimana cara mesin cetak
zaman dahulu mengetik smiley.
Kreatif.

Seabad kemudian, seniman Harvey Ball menciptakan
sebuah lingkaran kuning dengan wajah tersenyum dalam rangka menyemangati
karyawan perusahaan asuransi yang menyewa jasanya. Kampanye senyum di tahun
1963 ini berhasil mengembalikan atmosfer positif di sana. Namun, simbol ini
baru dikomersialkan di tahun 1970-an oleh Bernard dan Murray Spain. Mereka
membuat kaos, mok, stiker, pin, dan berbagai pernak-pernik bergambar smiley kuning ini. Hasilnya: laku keras!
World Smile Day pun dicanangkan
sebagai momen untuk bersikap positif dan menyebarkan energi baik ke sesama.

Fenomena sang smiley
pun menyeret Scott Fahlman. Di tahun 1982, Fahlman mengemukakan idenya
untuk memacak sekumpulan tanda baca menjadi simbol-simbol pada sebuah forum
komunitas ilmu komputer di Carnegie Mellon. Kumpulan tanda baca inilah yang
kemudian kita sebut sebagai emotikon. Dalam proposalnya, ia berdalih bahwa
pesan-pesan satir mungkin tak tersampaikan dengan baik apabila hanya mengandalkan
diksi. Bisa timbul respons yang tidak diharapkan, bahkan bencana. Rupanya,
konsep (dan dalih) ini disambut hangat oleh kalangan ilmuwan komputer saat itu.
Emotikon pun resmi menjadi bagian dari bahasa tulis.

Belasan tahun kemudian, ketika berbagai aplikasi
obrolan mulai berkembang, pemakaian emotikon pun makin mendunia. AOL Instant Messenger, ICQ, Yahoo!
Messenger,
dan MSN Messenger memasukkan
emotikon dalam aplikasi masing-masing, turut memelesatkan popularitas emotikon ke
jagat maya. Tidak asing, kan? Dari aplikasi-aplikasi ini, barulah kemudian emotikon
berkembang lebih pesat menjadi bagian dari menu harian aplikasi ketik di
berbagai gawai saat ini.

Etimologi: Beda
smiley, emotikon, dan emoji

Seperti yang sudah kita bahas tadi, smiley adalah gabungan antara tanda
titik dua atau titik koma dengan kurung tutup; bisa tergambar dalam sebentuk
lingkaran menyerupai wajah, ataupun berdiri sendiri.

Sementara itu, emotikon adalah tampilan tipografik
yang memiliki cakupan lebih luas. Tidak hanya memuat smiley, namun emotikon ini juga memuat berbagai kombinasi tanda
baca yang menimbulkan emosi berbeda-beda. Namun, emotikon hanya digunakan dalam
format teks biasa.

Pengembangan lebih lanjut dari emotikon melahirkan
emoji. Dalam bahasa Jepang, rangkaian “e” dan “moji”
berarti “piktograf”; yang tak lain adalah simbolisasi emotikon dalam
rupa gambar. Jadi, wajah-wajah bulat kuning dalam berbagai ekspresi yang biasa
kita lihat di aplikasi obrolan daring… itu adalah emoji, bukan emotikon.

Penggunaan:
Awas Salah Tempat!

Meskipun kita akrab dengan emotikon di dunia obrolan
daring, kita perlu mewaspadai penggunaan yang salah tempat. Konon, kekeliruan
ini bisa berakibat serius, lo!

Sebuah liputan dari CNN pada pertengahan Agustus 2017
lalu mengungkap bahwa berdasarkan hasil survei, smiley ternyata dapat menurunkan respek lawan bicara, apabila
digunakan dalam konteks formal atau pekerjaan. Eits, jangan dikira turunnya
respek ini sepele. Dampak selanjutnya; kepercayaan dan kerja sama antartim bisa
terganggu.

Nah, coba intip ponsel masing-masing. Sudah pakai
emotikon apa saja hari ini?


#FritingTips ditulis oleh: Henny (@triskaidekaman)

image

Infografis #FritingTips didesain oleh: Rakhmi Fitriani (@rakhmifitriame)

image

Sumber:

http://mashable.com/2011/09/20/emoticon-history/#.Dr2eeUDxkq9

https://cityroom.blogs.nytimes.com/2009/01/19/hfo-emoticon/

https://jussiparikka.net/2013/03/14/emoticon-1881/

http://edition.cnn.com/2017/08/17/health/emoticons-emails-study-trnd/index.html?sr=twCNN081817emoticons-emails-study-trnd1120AMStory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Storial.co 2020