Featured

Baca 50 Bab Dapat 50 Koin Storial!

 

Hai, Storialis!

Kamu suka baca cerita-cerita premium di Storial? Tapi kehabisan koin buat lanjut baca? Kamu nggak perlu khawatir, sekarang kamu bisa dapat 50 koin secara cuma-cuma dengan membaca cerita lainnya di Storial.

Selama bulan Desember ada #HujanKoinStorial

Lalu, apa itu Hujan Koin Storial?

Hujan Koin Storial adalah fitur terbaru yang kami hadirkan untuk membantu kamu membaca cerita-cerita premium yang kamu sukai di Storial, seperti Espresso dari Bernard Batubara, Toska karya Erlin Natawiria, Buku Para Mantan karya Vinca Callista, dan cerita-cerita premium lainnya.

Aturan mainnya seperti ini, jika kamu membaca 50 bab di Storial, secara otomatis akunmu akan mendapat 50 koin Storial dan berlaku kelipatan sampai 31 Desember 2018.

Semakin kamu banyak membaca, semakin besar kesempatan yang kamu dapatkan untuk memperoleh koin Storial. Gimana? Semangat buat membaca, kan?

Yuk, baca 50 bab sekarang di Storial dan dapatkan 50 koin Storial secara cuma-cuma!

Kamu masih bingung tentang koin Storial ini? Kamu bisa baca informasi mengenai koin Storial secara lebih lengkap di sini.

Featured

Yuk, Menulis Surat untuk Ibu dan Dapatkan 10 Tiket Nonton Keluarga Cemara!

Hai, Storialis!

Dalam rangka menyambut Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, Storial bersama Nulisbuku dan Visinema Pictures bekerja sama untuk mengadakan kompetisi menulis surat untuk ibu. Kompetisi ini juga diselenggarakan untuk memeriahkan film Keluarga Cemara yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 3 Januari 2019.

Kapan kompetisi ini dimulai?

Kompetisi #SuratuntukEmak akan berlangsung mulai tanggal 8 – 16 Desember 2018 dan pengumuman pemenang pada tanggal 18 Desember 2018. Jadi, kamu bisa tulis suratmu dari sekarang.  

Nah, sepuluh surat terbaik yang terpilih akan berkesempatan memenangkan 10 tiket nonton film Keluarga Cemara dan goodie bag. Masing-masing pemenang mendapatkan 2 tiket. Pemenang utama yang beruntung akan mendapatkan hadiah utama 500 ribu rupiah. Menarik bukan?

Sebelum mengikuti kompetisinya, kamu bisa baca syarat dan ketentuannya. Simak baik-baik dan jangan sampai ada yang terlewat, ya!

Syarat utama kompetisi:
  1. Wajib follow seluruh akun media sosial Storial, Nulisbuku, dan @filmkeluargacemara. Kamu bisa klik link di bawah ini untuk mulai mengikuti syarat utamanya.

Storial: Twitter Instagram Facebook

Nulisbuku: Twitter Instagram Facebook

@filmkeluargacemara: Twitter Instagram Facebook

  1. Upload suratmu ke website Storial.
Ketentuan menulis:
  1. Panjang surat 750 – 1.500 kata
  2. Kategori yang digunakan adalah CERITA PENDEK
  3. Surat kamu harus bersifat orisinal
  4. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia
  5. Kata kunci/label yang digunakan “SURATUNTUKEMAK”, “KELUARGACEMARA” (tanpa tanda petik dan tanpa spasi)
  6. Wajib upload cover
  7. Deadline kompetisi 16 Desember 2018 pukul 23.59 WIB

Setelah memenuhi syarat dan ketentuan di atas, jangan lupa untuk membagikan surat yang sudah kamu tulis di media sosialmu. Kamu bisa pilih lewat Twitter, Instagram, atau Facebook dan jangan lupa untuk mention @storialco, @nulisbuku, dan @filmkeluargacemara, sertakan hashtag #SuratuntukEmak #KeluargaCemara dalam setiap unggahanmu.

Yuk, ungkapkan rasa sayangmu lewat tulisan untuk ibumu melalui kompetisi #SuratuntukEmak. Kamu bisa langsung tulis ceritamu di halaman kompetisi #SuratuntukEmak. Kami tunggu surat-suratmu!

 

Featured

Storial’s Choice Award 2018: Pemilihan Novel Terbaik di Storial

Storial’s Choice Award 2018

Hai, Storialis!

Ada kabar baru nih. Menyambut akhir tahun, Storial akan mengadakan Storial’s Choice Award 2018.  Apa itu Storial’s Choice Award?

Storial’s Choice Award (SCA) merupakan ajang tahunan yang diadakan Storial untuk memilih buku terbaik selama satu tahun. Pada tahun 2018, SCA diselenggarakan pertama kalinya dalam rangka mengapresiasi karya-karya penulis Storial. Karya yang nantinya terpilih diharapkan mampu menjadi bagian dari daftar buku terbaik yang hadir dalam format digital. Selain itu, SCA dapat memotivasi penulis untuk meningkatkan kualitas tulisannya.

Continue reading “Storial’s Choice Award 2018: Pemilihan Novel Terbaik di Storial”

Featured

Mengenang Nh. Dini, Novelis Indonesia dan Karyanya

Selamat Jalan Nh. Dini

Kabar duka kembali datang dari dunia sastra dan literasi. Sastrawan Indonesia Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih dikenal dengan nama Nh. Dini dikabarkan tutup usia diusianya yang ke-82 tahun akibat kecelakaan yang menimpanya, Selasa (4/11) lalu.

Nh. Dini dan Karyanya

Nh. Dini merupakan sastrawan yang telah menghasilkan banyak karya di antaranya: Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), dan karya lainnya dalam bentuk kumpulan cerpen atau novel.

Melalui karya-karyanya, Nh. Dini sering menyuarakan persoalan perempuan lantaran ketidakadilan gender yang sering dialami perempuan. Hal ini bisa terlihat dari karyanya yang berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), dia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap isterinya, karena itu pula ia dikenal sebagai pengarang feminis.

Pengarang yang menyukai tanaman ini memiliki teknik penulisan konvensional. Baginya, teknik bukan tujuan melainkan sekadar alat. Tujuannya itu adalah tema dan ide, sehingga tak heran jika kemampuan menulisnya penuh dengan kekayaan tema dan ide yang cemerlang. Lewat tekniknya ini juga, ia mengaku sudah berhasil mengungkapkan isi hatinya.

Pengharagaan

Perempuan kelahiran Semarang ini juga telah meraih berbagai pengahargaan, baik dari dalam mau pun luar Negeri. Penghargaan yang dia peroleh antara lain Hadiah Seni untuk Sastra dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1989), Bhakti Upapradana Bidang sastra dari Pemerintah daerah Jawa Tengah (1991), Penghargaan Tulis SEA dari pemerintah Thailand (2003), Hadiah Francophonie (2008), dan Achmad Bakrie Award bidang Sastra (2011).

Kemudian di tahun 2017, Nh. Dini mendapatkan Penghargaan Prestasi Seumur Hidup Festival Ubud Writers & Readers 2017 (UWRF) dalam malam Gala Pembukaan UWRF di Puri Saren Ubud, Bali.

Peran Orangtua

Semua penghargaan yang ia peroleh tak lepas dari peran ayahnya yang sejak kecil selalu menyediakan bacaan bagi putri bungsunya ini. Selain itu, Nh. Dini mengaku mulai tertarik dengan dunia kepenulisan sejak kelas tiga SD. Buku-buku pelajarannya sering dipenuhi dengan tulisan-tulisannya, yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaannya sendiri. Ia sendiri mengakui bahwa tulisan itu semacam pelampiasan hati.

Nh. Dini juga menyadari bahwa ia memiliki bakat menulis ketika guru di sekolah mengatakan bahwa tulisannya merupakan yang terbaik di antara tulisan teman-temannya, sehingga tulisannya itu dijadikan contoh tulisan bagi yang lain.

Di samping sosok ayahnya yang memberikan dorongan melalui bacaan, Nh. Dini mengaku sang ibu juga turut mempengaruhi dirinya. Ibunya ini kerap bercerita pada Dini, tentang apa yang diketahui dan dibacanya dari  bacaan Panji Wulung, Penyebar Semangat, Tembang-tembang Jawa dengan Aksara Jawa dan sebagainya.

Tidak berhenti sampai di situ, semasa sekolah, Nh. Dini selalu mengisi majalah dinding dengan karya-karyanya. Dia juga menulis esai dan sajak secara teratur dalam buku hariannya. Pada tahun 1952 sajaknya pun dimuat dalam majalah Budaja dan Gadjah Mada di Yogyakarta dan juga dibacakan pada acara “Kuntjup Mekar” di Radio Jakarta.

Berbagai karya dan penghargaan telah ia goreskan semasa hidupnya, meski sosoknya kini telah pergi jauh, tapi karyanya akan selalu abadi. Kami segenap Tim Storial mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.  Terimakasih atas karya-karyamu yang telah menyumbang kesusatraan Indonesia.  Selamat jalan Nh. Dini.

Featured

Rabu Ulasan: NUE, Kisah Fantasi Tentang Dosa, Kutukan, dan Kerajaan

Judul : NUE

Kategori : Novel

Ditulis oleh : Nanda Muhammad F

Status : Selesai

Jauh di titik gelap langit sana. Pada jarak jutaan tahun cahaya. Dalam ketidaktahuan ilmuan terbaik bumi. Sebuah planet bernama Lux mengorbit bintangnya, dan terus melakukannya demi menjaga fungsi kehidupan yang berlangsung di dalamnya.

Berbeda dengan bumi. Ketika manusia-manusia bumi terus melaju pesat bersama perkembangan ilmu pengetahuannya. Maka manusia-manusia yang ada di sana, hidup bersama aturan alam yang telah ada sejak dahulu kala. Mereka hidup dalam keseimbangan. Hidup berdampingan dengan alam sebagai dua hal yang saling terkait dan membutuhkan. Continue reading “Rabu Ulasan: NUE, Kisah Fantasi Tentang Dosa, Kutukan, dan Kerajaan”

Featured

Yuk, Intip Sosok Vinca Callista, Penulis Buku Para Mantan ini!

Vinca Callista, perempuan kelahiran Bandung ini baru saja menerbitkan novel ke-11 berjudul “Buku Para Mantan” di Storial. Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswi bernama Swan. Bersama seorang lelaki yang misterius, Swan terjebak dalam situasi tak terduga yang mengancam nyawanya. Satu-satunya cara agar ia bisa bertahan hidup adalah dengan bercerita tentang mantan-mantan pacarnya dari yang pertama!

Kira-kira, apa yang membuat Swan harus menceritakan mantan-mantan pacarnya  di saat-saat genting begitu? Siapakah lelaki misterius yang bersamanya? Dan, apakah dengan cerita-ceritanya, Swan berhasil membuat mereka bertahan dalam keadaan yang mengancam hidup mereka?

Penasaran dengan ceritanya? Kamu bisa mulai baca di Storial atau klik link berikut ini: bit.ly/bukuparamantan2

Sebelum menulis Buku Para Mantan, Vinc telah menulis banyak buku. Melihat dari buku-buku yang sudah ia tulis, Vinc sendiri sering menulis buku-buku bertema  fantasi, romance, hingga psychothriller. Continue reading “Yuk, Intip Sosok Vinca Callista, Penulis Buku Para Mantan ini!”

Featured

Buku Para Mantan, Karya Terbaru Vinca Callista Ini Ada di Storial!

Mantan.

Apa yang kamu bayangkan saat mendengar kata “mantan”?

Sebagian besar orang mungkin menganggap mantan hanyalah masa lalu. Sosok yang dulunya pernah mengisi ruang di hati. Sosok yang kehadirannya memberi kenangan sekaligus luka karena perpisahan yang ada, di antara dua insan yang pernah saling mencinta. Continue reading “Buku Para Mantan, Karya Terbaru Vinca Callista Ini Ada di Storial!”

Featured

Hello Rain, Fiksi Digital Kekinian

Sejak membaca kata pertama, saya langsung mengetahui bahwa Hello Rain adalah cerita yang isinya dipengaruhi oleh penggunaan teknologi digital dan budaya media sosial. Kata itu adalah #NowPlaying, yang kemudian dilanjutkan dengan salinan lirik lagu November Rain—pas dengan judul cerita yang disematkan oleh Nika Rakasiwi—sang penulis. Minggu ini, cerita berjudul Hello Rain sedang diangkat oleh Storial.co, dan bisa dibaca dengan mengeklik tautan ini: bit.ly/hellorainn3.

Jujur saja, awalnya saya agak skeptis dengan tulisan-tulisan yang mencoba mengadaptasi model-situasi dunia digital ke dalam bacaan fiksi, namun ternyata Nika cukup berhasil mengubah pikiran saya itu, dan menunjukkan bahwa model-model percakapan lewat line-messenger juga menarik untuk dinikmati dalam bentuk buku digital di Storial.co. Kita akan berkali-kali mendapati percakapan-percakapan daring ini muncul, baik sebagai percakapan dua orang, ataupun multiperson chat. Unik dan bisa memberikan pengalaman membaca yang berbeda. Saya jadi merasa sedang berada dalam percakapan daring sebagai pembaca pasif (anda juga sering melakukan hal seperti ini, ‘kan?).

Apa yang sebenarnya membuat percakapan daring itu tidak terasa canggung? Hal pertama adalah tema cerita yang diangkat. Hello Rain mengangkat kisah perebutan cinta di kalangan anak SMA, tempat budaya digital ini berkembang pesat. Kedua, karena Nika menggunakan tools penulisan sederhana yang membuat kita—pembaca—tidak tersesat; sesederhana: memiringkan, atau menebalkan huruf; menggunakan tanda titik dua; dan sebagainya. Buat saya, hal ini jadi membuktikan bahwa Nika adalah penulis yang memiliki sensitivitas pembacaan dalam proses penulisan; pada setiap bagian, Nika meninggalkan clue-clue yang memudahkan pembaca untuk memahami situasi yang sedang terjadi. Ketiga, isi percakapan daring yang ditulis Nika dalam cerita Hello Rain sangat wajar terjadi, pun efektif untuk menggerakkan kejadian dalam plot.

Kejadian yang diangkat oleh Nika melalui buku ini cukup sederhana. Intinya: kembalinya sang mantan setelah protagonis—Rain sudah memiliki pacar baru—Dean. Konflik-konflik yang terjadi sungguh khas Anak SMA; mengalir lurus dalam dua setting utama, Sekolah dan setting digital (line-messenger). Untuk tiap setting yang sedang berlangsung, Nika mengubah stilistika yang digunakan.

Stilistika kekinian inilah yang menjadi keunikan cerita Hello Rain. Secara umum, gaya penulisan atau stilistika yang Nika gunakan diwarnai dengan rangkaian kalimat-kalimat pendek. Lagi-lagi, stilistika ini membantu pembaca untuk memahami pola pikir anak SMA yang memang jarang mau pusing dan ingin praktis saja; gaya ini kompak dengan tema dan atmosfer yang hendak disampaikan kepada pembaca.

Lewat tokoh-tokoh berikut plot-nya, cerita ini akan membawa kita pada kehidupan Anak SMA yang khas, yaitu kehidupan berkelompok dalam peer group. Rain—sang protagonis juga tidak ketinggalan, bersama teman satu gank-nya kerap membicarakan berbagai isu di sekolah, termasuk ketika mantan pacar Rain menjadi ketua OSIS baru. Gaya-gaya pacaran anak SMA yang butuh dukungan dari teman se-gank juga bisa digambarkan dengan baik.

Hal yang patut dipuji dari cerita ini adalah model dialog yang disusun. Seingat saya, Nika hampir tidak pernah memberikan kata-kata penanda ekspresi. Tiap dialog yang berbalas-balas itu hanya ditulis secara berurutan tanpa menggunakan ajektifa. Toh, kita bisa membayangkan bagaimana ekspresi dan situasi ketika dialog itu berlangsung. Butuh keahlian untuk membuat dialog semacam ini. Dan, saya menyukai cara ini karena bisa memberikan ruang imajinasi tentang situasi yang terjadi tanpa mendikte pembaca.

Cerita 12 ribu kata ini mengunakan ruang tulisnya dengan cara yang efektif; konflik yang ditampilkan tereksekusi dengan baik tanpa menjadi berlebihan. Termasuk, ketika terjadi tarik-menarik dalam diri protagonis. Well, saya akan menulis satu hal klise—yang dalam cerita ini barhasil disajikan secara menarik dan bisa membuat pembaca penasaran: Siapa yang akan Rain pilih? Mantan pacarnya? Atau, pacarnya saat ini? Silakan dibaca saja.

Memang, masih banyak aspek yang bisa diperbaiki dan dikembangkan dari gaya penulisan ini dan Nika Rakasiwi adalah salah satu penulis yang memiliki potensi besar untuk melakukannya.

Wisnu S. Adji

Senior Editor Storial.co

Featured

Erlin Natawiria: Menulis Novel dari Pengalaman

Erlin Natawiria bukan pendatang baru dalam dunia penulisan novel Indonesia terutama di kelas novel chick-lit. Karya Erlin Natawiria- Toska, minggu ini sedang jadi bintang di Storial.co dan bisa dibaca secara daring di : bit.ly/bacatoskalogNovel karya Erlin lainnya juga sudah bisa ditemukan di toko buku, antara lain: Athena: EUREKA! (GagasMedia: 2013) dan pembukaan season dua seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC); The Playlist (Grasindo: 2016); Novel Lara Miya (Falcon Publishing: 2016) dalam serial Blue Valley. Continue reading “Erlin Natawiria: Menulis Novel dari Pengalaman”

Nominasi Novel Terbaik di Storial’s Choice Award 2018

Hai, Storialis!

(Tambahkan penjelasan soal SCA untuk di page)

Berikut ini 24 nomine yang masuk nominasi Best Novel of the Year 2018:

1. Dalam Kurung – Haditha
2. 45 Months – Ossy Firstan
3. Cinta Seorang Ibu Pengganti – MajaRani
4. Paru Paru Kertas – Elbaliem
5. Miles Gloriosus – Saktiwijayarahman
6. Anjing Anjing Jakarta – Tutut Laraswati
7. La Fleur Seikatsu – Nanda Muhammad F
8. Dive Into Me – Evi Magfiroh
9. A House Sorrow Built – Elbaliem
10. Shifted Fate – Aliza Bitthia Dee
11. Sparkling Sky – N. Eka P.
12. Kisruh Proyek Kloning – Tri Mulyati
13. Si Pelangi – Rizal Kurniawan
14. Rahasia Salinem – Brilliant Yotenega dan Wisnu Suryaning Adji
15. The Last Carriage – Winda Reksa
16. Fallist – Citra Krissandra
17. Land Of The Drifters – Balter186
18. Valley Of Wizards – R.D. Villam
19. Bakiak Maryam – Johanes Jonaz
20. Glitched World – Elbaliem
21. Gentle Darkness – Cocoa
22. The Last Cloud Rider – Ayas Ayuningtias
23. Kalarau – Pratiwi Mayasari
24. Codex Trigger – INP Permana
(Ayo vote sekarang juga!)
Selamat untuk cerita-cerita yang masuk nominasi Storial’s Choice Award 2018! Jangan lupa ajak teman-temanmu untuk ikut membaca dan memilih cerita kamu dalam Storial’s Choice Award ini. Pemilihan SCA 2018 akan dimulai pada tanggal 8 – 31 Desember 2018, pukul 23.59 WIB.

Rabu Ulasan: Pantomime, Antara Bertahan dan Menyerah

Judul: Pantomime

Kategori: Novel

Ditulis oleh: Sayyidatul Imamah

Menurut Atlanta, hari yang dia punya tinggal 18 hari lagi.

Menurut Asteria, tidak ada hari untuknya.

Dan, menurut mereka berdua, hidup mereka seperti Pantomimer. Bersembunyi dalam topeng, dan tidak akan pernah ada yang bisa mendengar kata-kata mereka. Kata-kata yang ingin mereka teriakkan sejak lama.

Saat mereka bertemu. Atlanta menyadari kehadiran Asteria, tapi Asteria menunggu kehadiran Atlanta. Pertemuan itu layaknya pertemuan antara embun dan daun.

Pantomime bercerita tentang dua orang remaja. Mereka bernama Atlanta dan Asteria. Keduanya memiliki pandangan yang berbeda mengenai hidup. Di usianya yang ke-17, Atlanta terus berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Ia selalu mempertanyakan tentang arti hidup, yang baginya tidak ada harapan. Lantaran Atlanta merasa dirinya aneh, orang lain tidak menginginkannya, dan dirinya hancur.

Atlanta hanya punya waktu dalama 18 hari sebelum tiba pada hari kematiannya. Menjelang 18 hari itu, Atlanta kerap menuliskan catatan dan pesan untuk ibunya sebelum ia pergi, sampai suatu hari ia bertemu dengan gadis bernama Asteria.

Berbeda dengan Atlanta, Asteria adalah gadis yang kuat atau lebih tepatnya keras kepala. Asteria tidak punya tempat untuk pulang. Ia harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain setiap harinya, hanya untuk mempertahankan hidupnya, sampai suatu hari ia bertemu dengan Atlanta dan kehidupannya pun berubah.

Apakah Atlanta akan mengakhiri hidupnya? Dan, mampukan Asteria mempertahankan kehidupannya?

Penasaran? Baca cerita selengkapnya di Storial atau klin link berikut ini: bit.ly/pantomime1