Featured

#SaatnyaMoveOn dan Dapatkan Hadiah 500 Ribu Rupiah!

Hai, Storialis!

Galau abis putus dari mantan? Nggak usah sedih. Mending kamu ikutan kompetisi menulis #SuratuntukMantan karena ini #SaatnyaMoveOn!

Dalam rangka menyambut film Mantan Manten yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 4 April 2019, Storial bersama  Nulisbuku dan Visinema Pictures bekerja sama mengadakan kompetisi ini. 

Dengan mengikuti kompetisi ini, kamu bisa berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai sejumlah Rp500.000. Mau?

Yuk, tulis dan ikutan kompetisi #SuratuntukMantanSambil menunggu filmnya tayang, kamu juga bisa baca cerita Mantan Manten di Storial.co, dengan mengklik link berikut: Mantan Manten. Continue reading “#SaatnyaMoveOn dan Dapatkan Hadiah 500 Ribu Rupiah!”

Featured

6 Tipe Pengunjung Pameran Buku, Kamu Masuk Tipe yang Mana?

Mulai dari yang senang berburu buku murah sampai yang cuma numpang foto, tipe pengunjung ini bisa kamu temukan saat berkunjung ke pameran buku. Di antara enam tipe pengunjung pameran buku yang ada, kamu termasuk tipe yang mana?

1. Si Pemburu Diskon

Datang ke pameran buku cuma buat ngincer diskonan. Si tipe yang satu ini, sengaja datang cuma buat beli buku-buku yang udah lama masuk wishlist mereka. Mendapatkan buku dengan harga yang murah, bisa memberi kesempatan untuk berburu lebih banyak buku. Jadi, mereka bisa punya persediaan buku sampai akhir tahun.

2. Si Jastip Buku

Tipe ini sangat pandai memanfaatkan kesempatan dan melihat peluang untuk mendapat penghasilan tambahan dari buku. Kalau kamu nggak bisa datang ke pameran karena terhalang oleh waktu dan jarak, tapi tetap ingin beli buku. Kamu bisa minta bantuan sampai Si Jastip Buku.

Ciri-ciri pengunjung ini sangat mudah dikenali. Mereka biasanya suka membawa banyak buku, sibuk keliling pameran untuk fotoin buku, dan sering ngecekin hape mereka buat ngabarin pelanggannya. Continue reading “6 Tipe Pengunjung Pameran Buku, Kamu Masuk Tipe yang Mana?”

Featured

4 Pameran Buku yang Nggak Boleh Dilewatkan di 2019

Pameran buku merupakan acara yang sangat menarik perhatian pembaca. Melalui pameran buku, pengunjung bisa menyaksikan berbagai jenis buku, tak hanya dari penerbit dalam negeri, tapi juga dari negara-negara lainnya.

Selain itu, pameran buku selalu menawarkan diskon menarik yang bisa membuat pengunjung dapat memperoleh buku dengan harga yang relatif murah.

Berbagai acara seperti talkshow, bedah buku, peluncuran buku juga kerap hadir dalam setiap acara. Jadi pengunjung, selain bisa membawa pulang buku yang mereka sukai, mereka juga bisa mengikuti berbagai kegiatan seru selama pameran berlangsung.

Berikut ini Storial merangkum empat pemeran buku di Indonesia, mulai dari pameran bertaraf internasional hingga pameran kedaerahan yang menghadirkan penerbit-penerbit indie,  yang nggak boleh kamu lewatkan  di tahun 2019.

1. Big Bad Wolf (BBW)

Big Bad Wolf (BBW) pertama kali hadir di Malaysia pada 2009. Sementara di Indonesia sendiri, pameran ini baru ada di tahun 2016. Sejak saat itu, BBW selalu hadir di Indonesia setiap tahunnya.  

Untuk tahun ini, BBW kembali hadir di Jakarta membawa 5,5 juta buku, dengan komposisi 80 persen buku impor dan 20 persen buku lokal. Acara ini akan berlangsung pada 1-11 Maret 2019 dan bertempat di ICE BSD Hall 6-10.

Yang membedakan pameran buku ini dengan yang lain adalah jam kunjungannya. Kamu bisa datang kapan pun, kamu mau karena BBW akan buka 24 jam nonstop. 

Kehadiran BBW di Indonesia dapat menjadi kesempatan yang baik untuk memperoleh buku-buku berkualitas, terutama buku impor dengan harga yang sangat terjangkau. Sudah siap berburu buku di BBW, Storialis?

2. Indonesia International Book Fair (IIBF)

Indonesia International Book Fair (IIBF) merupakan pameran buku bertaraf internasional yang diikuti oleh puluhan penerbit dari berbagai negara. Di tahun 2018 lalu, terdapat 17 negara yang ikut serta dalam pameran IIBF.

Melalui acara ini, kamu bisa melihat koleksi buku-buku lokal maupun buku dari berbagai negara, yang menjadi peserta pameran IIBF. Selain memamerkan buku, IIBF juga menghadirkan acara-acara literasi mulai dari bursa naskah, bursa hak cipta, bedah buku, hingga festival komunitas literasi.

3. Islamic Book Fair (IBF)

Islamic Book Fair (IBF) adalah pameran buku terbesar di Indonesia yang juga merupakan destinasi wisata Islami. IBF diselenggarakan setiap tahun oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

Awalnya, IBF bertujuan untuk mengakomodasi penerbit buku-buku Islam yang semakin marak untuk mempromosikan produknya kepada khalayak yang lebih luas. Seiring perkembangannnya, IBF tidak sekadar menjadi pameran buku Islam saja, melainkan juga menjadi salah satu ajang silaturahmi umat muslim di Indonesia.

Di tahun ini, IBF akan berlangsung mulai 27 Februari- 3 Maret 2019 dan bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

Seperti dilansir dari Republika.co.id (26/2), menurut Ketua Panitia IBF ke-18 Mahmud Anis Baswedan, IBF 2019 akan dihadiri 213 penerbit buku di Indonesia serta mancanegara dengan 48.250 judul dan 3,6 juta eksemplar buku. Sudah siap berburu buku di IBF mulai besok?

4. Patjar Merah

Patjar Merah merupakan festival kecil literasi dan pasar buku yang pertama kali diadakan di Yogyakarta. Di acara tersebut, kamu bisa mendapatkan buku-buku dari para penerbit Indonesia, baik mayor dan indie. Acara ini berlangsung dari 2-10 Maret 2019 di Jalan Gedong Kuning, Yogyakarta.

Selain itu, di sana kamu bisa mengikuti sesi-sesi literasi dengan tema-tema beragam yang tentunya mengikuti perkembangan zaman. Salah satu acara yang bisa kamu ikuti, yaitu talkshow bersama penulis novel Rahasia Salinem, Brilliant Yotenega dan Wisnu Suryaning Adji. Mereka akan berbagi cerita mengenai rahasia dibalik proses kepenulisan novel Rahasia Salinem dari jalur daring hingga akhirnya bisa diterbitkan di Storial.

Acara MENGINTIP RAHASIA SALINEM ini akan berlangsung pada 8 Maret 2019, pukul 13.30 – 15.30 WIB. Catat tanggal dan waktunya, ya!

Storialis, dari keempat pameran tersebut, mana pameran buku yang paling kamu tunggu di tahun ini?

Featured

Cara Gabung Jadi Reseller di Storial Publishing

Kamu mau punya penghasilan tambahan dari buku? Storial Publishing membuka kesempatan untuk kalian yang berminat menjadi reseller buku kami!

Apa Itu Reseller?

Reseller adalah orang yang menjual kembali buku yang telah dibeli dari penerbit. Storial Publishing akan mengirimkan buku yang sudah dipesan langsung ke alamat kamu. Lalu, kamu berhak menjual kembali buku tersebut.

Bagaimana Proses Pengirimannya?

Buku yang dipesan akan dikirim melalui jasa pengiriman yang ongkos kirimnya ditanggung reseller. Reseller akan diminta melakukan pembayaran setelah kami menginformasikan jumlah yang harus dibayar, dengan cara mentransfer ke rekening bank yang akan kami berikan.

Apa Saja Keuntungan Menjadi Reseller?

Selain mendapatkan diskon khusus, setiap reseller juga berkesempatan mendapat diskon yang lebih besar. Lalu menjadi bagian dari grup reseller kami, khususnya buku-buku terbitan Storial Publishing, serta lebih dulu mendapat informasi seputar buku yang akan terbit.

Bagaimana Menjadi Reseller Storial Publishing?

Segera daftarkan diri kamu atau toko buku online milik kamu dengan menghubungi nomor ini 0859-5636-8289 (WhatsApp only). Setiap pesan yang masuk akan ditanggapi di hari Senin sampai Jumat, pukul 10.00-18.00 WIB.

Kami tunggu kamu, menjadi bagian dari Storial Publishing!

Featured

Saat Menulis Terasa Sulit, 5 Quotes Pramoedya Ananta Toer Ini Bisa Jadi Penyemangatmu

“Menulis buat saya adalah perlawanan. Di semua buku saya, saya selalu mengajak untuk melawan. Saya dibesarkan untuk menjadi seorang pejuang.”- Pramoedya Ananta Toer

94 tahun berlalu, tapi nama Pramoedya Ananta Toer masih sering disebut-sebut hingga saat ini, bahkan terdengar hingga Eropa. Terbukti ketika novel Bumi Manusia yang ditulis Pram saat ia mendekam dan diasingkan di Pulau Buru ini, pernah dijadikan materi kuliah sastra di Universitas Queen Mary, London. Selain itu, Pram juga telah mendapat berbagai penghargaan dunia, mulai dari Barbara Goldsmith Freedom to Write Award (1988), The Fund for Free Expression Award (1989), dan masih banyak lagi. 

Dari situ, kita bisa melihat bukti bahwa sosok Pram merupakan salah satu penulis legendaris yang masuk dalam sejarah sastra Indonesia. Pria kelahiran Blora, 6 Februari 1925 ini juga termasuk penulis yang produktif hingga akhir hayatnya. Ia telah menghasilkan lebih dari 50 karya. Bahkan, karya-karyanya pun sudah diterjemahkan ke lebih dari 41 bahasa asing.

Lalu, di tahun 2019 ini novel Bumi Manusia juga dikabarkan akan tayang di layar lebar. Novel ini bercerita tentang seorang penulis pribumi bernama Minke, yang digambarkan sebagai sosok yang cerdas dan punya kemampuan menulis yang baik. 

Terlepas dari itu semua, meski sosok Pram telah tiada, tapi kepergiannya tak lantas membuat karya-karya Pram mati. Karya-karyanya itu masih tetap hidup dan abadi hingga saat ini. Continue reading “Saat Menulis Terasa Sulit, 5 Quotes Pramoedya Ananta Toer Ini Bisa Jadi Penyemangatmu”

Featured

Pratiwi Mayasari: Tersihir Kisah Harry Potter Hingga Menciptakan Dunianya Sendiri

Novel Harry Potter karya J.K Rowling telah membuat banyak orang tersihir dan menginspirasi penggemarnya dalam menciptakan dunianya sendiri. Salah satunya juga dialami Pratiwi Mayasari penulis Storial yang tahun 2018 lalu, berhasil menerbitkan karya pertamanya berjudul Legacy (Penerbit Histeria).

Legacy merupakan karya pertama yang ditulis perempuan yang akrab disapa Maya ini di Storial. Selain Legacy, Maya juga telah menulis 14 karya lainnya yang bisa kamu baca di Storial.co.

Di antara empat belas karyanya itu, novel The Immortal Apprentice merupakan salah satu cerita Maya yang berhasil lolos dalam program Storial Cerita Keren. Novel ini bercerita tentang seorang malaikat cinta bernama Thea. Ia malaikat yang ceroboh, (agak) bodoh, dan suka bertindak seenaknya. Di suatu malam, Thea melakukan kesalahan yaitu, ia tak sengaja mencium Gusta—pangeran klan Hellion—yang juga adalah tunangan Serena—bosnya sendiri.

Mengetahui hal itu, Serena pun murka dan melempar Thea ke dunia manusia dan menugaskan Thea untuk menjodohkan 1.000 pasangan dalam 30 hari. Kalau ia gagal memenuhi tugasnya, Thea akan tinggal di dunia manusia selama-lamanya.

Cerita yang menarik dan seru, bukan? Kamu bisa membacanya di Storial atau klik link berikut: bit.ly/sckimmortalapprentice. Continue reading “Pratiwi Mayasari: Tersihir Kisah Harry Potter Hingga Menciptakan Dunianya Sendiri”

Featured

Ikuti Storial Blog Review Competition, Menangkan Total Hadiah 500 ribu dan 1.000 Storial Coin

Hai, Storialis!

Kamu suka baca cerita-cerita di Storial dan menulis ulasannya? Kalau jawabanmu, iya, berarti kamu bisa ikutan lomba menulis Storial Blog Review Competition.

Kali ini, Storial menantang kamu untuk menulis review cerita yang kamu baca di Storial dan membagikan pengalaman membacamu dengan Storial di blog.

Penasaran dengan info lengkapnya? Simak syarat dan ketentuannya berikut ini. Continue reading “Ikuti Storial Blog Review Competition, Menangkan Total Hadiah 500 ribu dan 1.000 Storial Coin”

Featured

Rico Doo: Dari Iseng Menulis Sampai Bertemu Storial

Rico Sumitomo atau yang lebih akrab dikenal Rico Doo di Storial ini mulai menulis sewaktu SMP. Karya pertama yang ia buat berupa cerpen. Cerpen itu menceritakan tentang kambing kurban Idul Adha. Lalu ia membagikan karya itu dan cerita lainnya di note Facebook. Sejak awal menulis, Rico memang tak menekuni dunia kepenulisan secara serius, makanya cerita-cerita yang ia buat jarang selesai hingga tuntas.

“Entah karena kehilangan minat atau ide yang buntu di tengah jalan,” ungkap Rico.

Walau di awal menulis, niatnya hanya iseng, Rico sempat mencoba mengirimkan cerpen-cerpen yang ia buat ke majalah anak-anak. Tapi, sayang usahanya menembus meja redaksi tak membuahkan hasil dan akhirnya membuat Rico berhenti menulis sewaktu ia mengenyam pendidikan SMA di Taiwan. Kemudian semangat menulisnya bangkit lagi ketika Rico menemukan Storial saat di bangku kuliah di Taiwan.

“Jiwa penulisku yang sudah lama mati bangkit kembali berkat platform menulis ini (Storial),” cerita Rico. Continue reading “Rico Doo: Dari Iseng Menulis Sampai Bertemu Storial”

Featured

Cerita Nusantara: Tantangan Untuk Ceritakan Daerahmu, Berani Coba?

Cerita apa yang terlintas ketika kamu mendengar kata Sumatera Barat?

Sebagian besar dari kita mungkin akan menjawab cerita Malin Kundang.

Malin Kundang sendiri bercerita tentang keluarga nelayan yang tinggal di pesisir pantai wilayah Sumatera. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki bernama Malin Kundang. Kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan.

Singkat cerita, Malin Kundang berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang, dengan harapan ketika ia kembali akan menjadi orang kaya raya sehingga bisa membantu ibunya mencari nafkah setelah kepergian sang ayah.

Namun, ketika Malin akhirnya menjadi kaya kaya, ternyata ia tidak mengakui ibunya sendiri. Hal ini membuat sang Ibu sedih dan marah. Kemudian Ibunya berdoa agar anaknya menjadi batu. Akhirnya, doa ibu Malin Kundang terwujud, tubuh Malin perlahan mengeras dan menjadi batu.

Dari cerita Malin Kundang, kita bisa memetik pelajaran agar senantiasa bersikap sopan santun dan hormat kepada orangtua. Selain itu, kita juga bisa melihat bahwa kebiasaan merantau ternyata sudah ada dalam darah orang Minang sejak dulu. Sehingga tak heran, orang Minang terkenal sebagai orang yang suka merantau untuk mengejar kesuksesannya. Kebiasaan itu, kemudian menjadi cerita yang diturunkan dari generasi ke generasi. Continue reading “Cerita Nusantara: Tantangan Untuk Ceritakan Daerahmu, Berani Coba?”

Featured

R.D. Villam: Bermimpi Membangun Dunianya Lewat Menulis

R.D. Villam, penulis sekaligus pembaca yang terbilang aktif di Storial sejak tahun 2017 ini gemar menulis sejak kecil. Saat itu, Villam bermimpi bisa membuat dunianya sendiri lewat tulisannya, seperti yang ada di cerita-cerita yang ia baca.

Penulis fantasi yang mendirikan komunitas penulis fantasi bernama Kastil Fantasi ini juga mengaku hal-hal yang ada di sekitarnya sangatlah mempengaruhi dirinya dalam menulis.

“Semua yang pernah saya baca, lihat, dengar atau pikirkan telah mempengaruhi cara menulis saya yang sekarang,” ungkap Villam.  

Villam sampai saat ini, sudah menulis dan menerbitkan beberapa buku dengan genre fantasi di antaranya novel berjudul Akkadia: Gerbang Sungai Tigris (Adhika Pustaka, 2009) dan dua cerpen berjudul Matahari Sylvania (Adhika Pustaka, 2010), serta Kembali dari Morova (Adhika Pustaka, 2011). Sementara karya lainnya yang ia tulis di Storial adalah Indonesia 2045, Chronicles of Sylvania, The Emperor, Northmen Saga dan Valley of Wizards. Continue reading “R.D. Villam: Bermimpi Membangun Dunianya Lewat Menulis”

Featured

Tingkatkan Target Baca Kamu dengan Fitur Terbaru dari Storial

Menjelang tahun baru, sebagian besar orang biasanya membuat target atau impian mereka. Hal ini membuat tahun baru menjadi identik dengan adanya resolusi tahun baru. Istilah resolusi sendiri jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.

Sementara yang dimaksud resolusi tahun baru di sini berarti target yang ingin dicapai dalam satu tahun. Target yang ingin dicapai bisa apa saja. Mulai dari resolusi untuk hidup sehat sampai resolusi untuk membaca buku dalam jumlah tertentu dengan menetapkan target baca.

Untuk menentukan target baca yang ingin dicapai, kamu bisa mulai menetapkan jumlah buku yang mungkin sanggup kamu baca selama satu tahun. Dengan membuat resolusi seperti ini, kamu bisa bersemangat untuk terus membaca buku.  Continue reading “Tingkatkan Target Baca Kamu dengan Fitur Terbaru dari Storial”

Featured

Sayyidatul Imamah: Menulis dari Hal yang Disukai

Sayyidatul Imamah atau biasa disapa Dayuk ini mulai serius menulis sejak Ibunya membelikan laptop baru untuknya. Awalnya, sang ibu membelikan laptop tersebut dengan tujuan untuk mempermudah anaknya ketika mengikuti ujian berbasis daring yang ada di sekolah. Tapi, jauh sebelum Dayuk mulai menulis di laptop, ia sudah terbiasa menulis di buku tulis. Hanya saja tulisan-tulisan itu tidak pernah dipublikasikan.

Semenjak kehadiran laptop, Dayuk mengaku ia jadi lebih mudah untuk menulis. Ia juga mulai menulis dan mengikutsertakan karyanya dalam berbagai perlombaan menulis. Salah satu novel yang ia ikuti dalam perlombaan menulis ini adalah Pantomime. Novel ini sudah terbit di Storial.co dan kamu bisa membaca ceritanya di sana atau mengklik link berikut ini: https://www.storial.co/book/pantomime/ Continue reading “Sayyidatul Imamah: Menulis dari Hal yang Disukai”

Featured

6 Langkah untuk Rekomendasi Naskah Keren di Storial

Kamu punya teman yang sudah menulis cerita keren di Storial? Tapi, kamu lihat pembacanya kurang? Kamu bisa mengirimkan review dan rekomendasi untuk cerita teman kamu itu (atau cerita lain yang kamu rasa perlu dipromosikan). Continue reading “6 Langkah untuk Rekomendasi Naskah Keren di Storial”

Featured

5 Tips Praktis Membuat Sinopsis Cerita untuk Editor

Membuat sinopsis cerita untuk diajukan kepada editor bukan hal mudah. Fungsinya berbeda dengan membuat sinopsis yang ada di tulisan di belakang buku (blurb) untuk pembaca. Tujuan membuat sinopsis yang akan dikirimkan kepada editor bukan untuk membuat mereka penasaran. Editor tidak butuh dibuat penasaran. Yang diinginkan oleh seorang editor dari sinopsis adalah pemahaman tentang keseluruhan isi cerita dalam sebuah tulisan yang singkat, padat, dan jelas.

Sinopsis yang baik akan mempermudah editor untuk memahami tulisan kamu, karena (kamu harus paham) editor tidak hanya membaca satu cerita (bisa banyak cerita dalam jangka waktu bersamaan), dan sinopsis akan membantu editor dalam memilih cerita (atau bahkan, membuangnya). Jadi, pastikan bahwa sinopsis yang kamu buat cukup jelas dan menarik bagi editor. Jangan sampai cerita kamu disisihkan karena sinopsis yang tidak menarik, atau tidak jelas.  Continue reading “5 Tips Praktis Membuat Sinopsis Cerita untuk Editor”

Featured

5 Poin Penting Saat Mengajukan Naskah Cerita lewat Email

Sudah baca kalau Storial.co sedang mencari naskah keren untuk kita bantu promosinya? Seru,’kan, kalau cerita kamu bisa dibaca oleh lebih banyak orag. Nah, bagaimana cara mengajukannya? Gampang, tinggal kirim pengajuan naskah kamu lewat surel dengan alamat wisnu@storial.co.

Continue reading “5 Poin Penting Saat Mengajukan Naskah Cerita lewat Email”

Featured

4 Poin Penting dalam Premis Cerita Untuk Penulis

Premis adalah atom dari sebuah cerita. Seberapa pun panjang naskah kamu kelak, semuanya berasal dari sebuah premis cerita yang singkat. Premis cerita harus bisa menggambarkan isi dari keseluruhan kejadian yang dialami oleh protagonis. Jadi ingat, premis utama adalah hanya tentang protagonis dalam cerita kamu.

Kamu pernah membaca sekilas cerita di belakang buku (atau yang disebut blurb)? Kamu penasaran karena membacanya. Walaupun, ada gambaran cerita di sana, tapi itu bukan premis yang kamu inginkan untuk dibuat. Itu adalah premis promosi yang disusun untuk menarik pembaca tanpa membuat bocoran, bukan premis cerita. Continue reading “4 Poin Penting dalam Premis Cerita Untuk Penulis”

Featured

8 Syarat Cerita Keren yang Storial Cari

Cerita yang kualitasnya bagus tentu akan berkesempatan mendapatkan pembaca lebih luas. Sayangnya, ternyata kerap juga ditemukan cerita-cerita bagus yang tersembunyi. Pengin cerita keren kamu bisa ditemukan sama pembaca? Silakan klik di sini untuk tahu tentang Program #StorialCeritaKeren untuk mendapatkan Promosi Gartis bagi penulis. Setelah itu jangan lupa, siapkan cerita keren kamu.

Bicara tentang cerita keren, bagaimana, sih, kualitas dan persyaratan cerita yang kami inginkan? Berikut persyaratannya? Continue reading “8 Syarat Cerita Keren yang Storial Cari”

Featured

Program Promosi Gratis untuk Penulis

Punya cerita yang udah lama ditulis di Storial.co tapi pembacanya sedikit? Atau, punya cerita baru yang kamu tidak tahu bagaimana cara bikin pembaca datang? Kalau kamu mau, kamu bisa bikin cerita kamu diangkat dan dipromosikan secara gratis di media sosial dan laman Storial.

Caranya gampang, cuma butuh dua langkah. Pertama, tulislah cerita kamu dengan cara yang baik dan menarik. Kedua, kabari Tim Editorial Storial dengan mengirimkan email pengajuan naskah ke wisnu@storial.co, sertakan juga tautan cerita kamu di Storial.co.

Untuk membaca tentang kriteria cerita yang kami inginkan, silakan klik di sini. Untuk membaca tentang persyaratan surel yang akan kamu kirim ke tim editorial, silakan klik di sini.

Apakah semua cerita yang diajukan akan langsung lolos? Tentu tidak. Cerita yang diajukan akan kami seleksi dulu kelayakannya. Jadi, jangan lupa untuk baca ketentuan cerita yang kami cari, ya.

Lalu, bagaimana lagi? Kamu tinggal tunggu kabar dari kami. Penulis yang ceritanya lolos dalam program promosi gratis #StorialCeritaKeren ini akan kami hubungi. Continue reading “Program Promosi Gratis untuk Penulis”

Featured

Erlin Natawiria: Menulis Novel dari Pengalaman

Erlin Natawiria bukan pendatang baru dalam dunia penulisan novel Indonesia terutama di kelas novel chick-lit. Karya Erlin Natawiria- Toska, minggu ini sedang jadi bintang di Storial.co dan bisa dibaca secara daring di : bit.ly/bacatoskalogNovel karya Erlin lainnya juga sudah bisa ditemukan di toko buku, antara lain: Athena: EUREKA! (GagasMedia: 2013) dan pembukaan season dua seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC); The Playlist (Grasindo: 2016); Novel Lara Miya (Falcon Publishing: 2016) dalam serial Blue Valley. Continue reading “Erlin Natawiria: Menulis Novel dari Pengalaman”

Sarah Hairunisa: Gara-gara Baca Novel Jadi Tertarik Menulis Cerita

Sarah Hairunisa penulis novel Rempah Rasa ini begitu gemar membaca novel. Beberapa karya yang ia baca di antaranya yaitu, Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, Harry Potter karya J.K Rowling, cerita petualangan Cormoran Strike karya Roberth Galbraith hingga karya penulis A.G Riddle. Kemudian, beberapa tahun terakhir ini, Sarah mulai membaca karya Ika Natassa dan trilogi Crazy Rich Asians karya Kevin Kwan.

Dari dua cerita terakhir itu, Sarah menjadi tertarik untuk menulis cerita dengan gaya yang lebih santai dan tidak hanya bercerita tentang kisah cinta saja, tapi juga tentang keluarga dan persahabatan. Ia ingin menulis cerita yang bisa membuat pembaca merasa bahagia ketika membaca tulisannya.

Kegemarannya dalam membaca novel membuat Sarah tertarik untuk menulis cerita panjang (novel). Ia pun akhirnya mulai menulis ceritanya sendiri setelah selesai menempuh pendidikan sarjana hukum.

Mulanya, Sarah hanya berani menulis dan menyimpan ceritanya itu di laptop, sampai suatu ketika ia menemukan Storial yang saat itu dianggap mampu membantu para penulis muda seperti dirinya untuk menulis dan membagikan ceritanya. Continue reading “Sarah Hairunisa: Gara-gara Baca Novel Jadi Tertarik Menulis Cerita”

Tiga Elemen Penting dalam Menulis Resensi Buku

Bicara soal menulis resensi buku, kamu sudah tahu atau paham soal menulis resensi buku itu apa? Kalau belum, kamu bisa baca tulisan sebelum ini yang berjudul Hal yang Perlu Kamu Pahami Sebelum Menulis Resensi Buku. Jika kamu sudah membacanya, apakah sudah bisa mulai menulis resensinya?

Tunggu dulu. Kamu nggak perlu buru-buru. Sebelum mulai menulis, pastikan kamu sudah tahu dan paham tiga elemen penting dalam menulis resensi buku yang terdiri dari buku, media, dan pendapat.

Elemen yang pertama yaitu, buku. Buku menjadi hal yang lebih dulu harus kamu perhatikan karena ketika menulis resensi buku kamu harus memilih buku yang akan diresensi. Dalam memilih buku, pastikan buku yang akan kamu resensi ini adalah buku baru. Hal ini dilakukan jika tujuan kamu menulis resensi untuk dikirim ke media massa karena media massa pastinya mencari buku-buku baru yang belum banyak dibaca pembaca dan mengenalkan buku itu kepada pembacanya.

Selain itu, buku keluaran terbaru bisa menjadi lebih menarik dibaca karena seseorang tentunya menginginkan informasi atau cerita baru. Jadi, hal ini bisa menjadi pertimbangan kamu sebelum menulis resensi buku.

Tapi, jika buku yang mau kamu resensi bukanlah buku baru, sebenarnya tidak masalah. Selama ada pembaca yang masih tertarik membaca buku tersebut, kamu tetap bisa menuliskannya. Tapi, peluang kamu untuk mengirimkan buku ke media massa lebih kecil dibandingkan buku yang baru terbit di pasaran. Untuk yang satu itu, kamu nggak perlu khawatir. Kamu masih bisa membuat resensi buku tidak hanya di media massa karena masih ada media lain yang bisa kamu gunakan.

Untuk media, sebenarnya ada berbagai jenis media yang bisa digunakan selain di media massa seperti surat kabar atau majalah yaitu, media sosial seperti Instagram. Pengguna Instagram saat ini, bisa menuliskan apa saja di caption postingan mereka, termasuk resensi buku. Pengguna Instagram yang biasa menuliskan resensi buku di Instagram ini biasa dikenal dengan istilah bookstagramers.

Selain itu, kamu juga bisa menulis ulasan kamuu di blog pribadi milik sendiri atau bisa juga di platform lainnya seperti di Storial.co.

Di Storial, selain kamu bisa membaca banyak buku, kamu juga bisa menulis, termasuk menulis resensi buku karena di Storial sudah ada kategori review buku. Buku-buku yang diresensi di Storial tidak harus selalu buku-buku yang ada di Storial, kamu bisa menemukan buku-buku di luar Storial yang ada di kategori review. Kalau kamu mau baca review buku di Storial bisa klik link di sini.

Media yang akan kamu gunakan untuk meresensi buku ini termasuk elemen kedua yang perlu kamu perhatikan. Di antara media-media yang sudah disebutkan tadi, kira-kira kamu mau menuliskan resensi kamu di mana?

Kalau kamu punya blog atau ingin mulai menulis resensi kamu di blog, kamu bisa ikutan nih, lomba menulis resensi buku dari Storial. Kalau kamu mau tahu mengenai infonya, bisa klik link berikut ini: Storial Blog Review Competition.

Setelah kamu menentukan buku yang akan kamu resensi dan media yang akan kamu pakai untuk menulis resensi, elemen selanjutnya yang perlu kamu perhatikan adalah tulisan resensi kamu. Kamu bisa menuliskan resensi kamu seperti pendapat kamu mengenai buku tersebut, tentang kelebihan dan kekurangan buku, kesan kamu mengenai buku tersebut, atau lainnya.

Nah, gimana, Storialis? Sudah siap untuk menulis resensi buku?

Hal yang Perlu Kamu Pahami Sebelum Menulis Resensi Buku

Storialis, apakah kamu pernah menulis resensi atau diminta menulis resensi buku? Sebelum membahas soal menulis resensi. Apakah kamu tahu istilah resensi itu sendiri?

Kata resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, revidere atau recensere yang berarti melihat kembali, menimbang, atau menilai. Sementara dalam bahasa Inggris, resensi dikenal dengan sebutan review. Sedangkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi berarti pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau ulasan buku.

Meski begitu, resensi sebenarnya bisa memiliki cakupan yang sangat luas, tidak hanya sebatas pada satu karya atau buku saja. Tapi bisa juga karya lainnya seperti musik, film, dan lainnya. Untuk itu, resensi ini bisa diartikan memberikan penilaian, membahas, mengungkapkan kembali isi suatu karya, atau mengkritik sebuah karya.

Sementara untuk resensi buku sendiri adalah memberikan penilaian, membahas, mengungkapkan kembali (isi buku), atau mengkritik sebuah buku. Sederhananya, resensi buku ini merupakan pendapat atau penilaian pembaca atau peresensi (sebutan untuk orang yang meresensi buku) tentang sebuah buku.

Pendapat yang dimaksud di sini bisa berupa kesan, komentar, bahkan analisis kritik. Peresensi tidak hanya memuji sebuah buku, tapi juga bisa menulis kritik terhadap buku karena hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan seseorang sebelum ia memutuskan untuk membaca atau membeli buku.

Jika dalam buku tersebut, peresensi menemukan kekurangan, maka peresensi harus menyampaikan kekurangan tersebut dengan alasan yang kuat dan bisa diterima akal. Untuk itu, pendapat yang logis dalam resensi dibutuhkan. Apalagi, tidak ada sebuah buku yang terlahir sempurna. Pasti ada kekurangan dan kelemahannya.

Tapi, hal ini bukan berarti membuat seorang peresensi harus mencari kesalahan pada buku. Jika memang tidak ditemukan kesalahan atau kelemahan pada buku, maka tidak perlu dipaksakan untuk ada. Sekarang, kamu sudah siap membuat resensi buku? Kalau sudah, coba ikut lomba meresensi buku dari Storial, yuk. Kamu bisa cari tahu informasi lengkap mengenai lomba menulis di tulisan berikut: Storial Blog Review Competition.